Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Kumpul Keluarga Jadi Ajang Menambah “Dosa”: Dengar Saudara Flexing hingga Pura-pura Sukses agar Tidak Dihina Tetangga di Desa

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
9 Maret 2026
A A
Ogah mudik apalagi kumpul keluarga saat Lebaran. MOJOK.CO

ilustrasi - keluarga pamer pencapaian saat kumpul keluarga di momen Lebaran. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sebagian orang punya alasan yang berbeda untuk tidak mudik. Bagi Erika dan Toha*, kumpul keluarga saat Lebaran hanya menambah “dosa” alih-alih bermaaf-maafan. Bagaimana tidak, ada yang adu kemewahan (flexing), ada yang pura-pura sukses demi memaksakan omongan tetangga.

Rela bekerja saat Lebaran daripada kumpul keluarga

Sebelum tinggal di Melbourne, Australia, Erika (30) tidak tahu rasanya mudik saat Lebaran. Sebab selama ini keluarganya tak punya desa. Mereka semua tinggal di Tangerang. Kalau pun Lebaran, tradisi yang diterapkan hanya satu yakni berkumpul di rumah tertua.

“Dulu, kami paling hanya berkunjung ke rumah nenek, yang mana semua saudara pasti akan ke sana. Lalu, sorenya pulang ke rumah masing-masing,” ujar Erika saat dihubungi Mojok, Kamis (5/3/2026).

Di momen itu lah, mereka bercakap-cakap membahas berbagai topik. Salah satunya, yang tak kalah penting, soal pencapaian diri masing-masing. Meski tak suka dengan pembahasan itu, mau tidak mau, nama Erika selalu ikut terseret.

“Jujur, waktu aku masih di Indonesia dan harus ke rumah nenek saat Lebaran. Aku sebenarnya cukup menghindari untuk datang karena biasanya sepupu dan saudara jauh yang datang akan flexing,” kata Erika.

Seringkali Erika sengaja meminta shift kerja saat Lebaran, agar ada alasan tak hadir ke acara kumpul keluarga. Tapi ujung-ujungnya, Erika tetap harus datang kalau tidak mau kena julid saudara.

“Semisal terpaksa harus datang ya aku lebih banyak diam,” ucapnya.

Kumpul keluarga bukannya maaf-maafan malah flexing

Untungnya, Erika sekarang sudah tinggal di Australia sehingga alasannya tidak mudik dan absen saat kumpul keluarga jadi lebih dimaklumi. Terlebih, anak Erika baru menginjak TK. Akan sulit baginya untuk mudik walaupun sudah mengambil cuti.

“Setidaknya, sekarang aku nggak perlu menghadapi omongan keluarga besar atau mendengarkan flexing dari mereka secara langsung. Buatku yang penting sekarang adalah keluarga inti, yakni suami, anak, dan orang tua,” ujarnya.

“Orang tuaku nggak pernah maksa kami untuk mudik, meskipun mereka selalu tanya setiap telepon: ‘pulang atau nggak saat Lebaran?’ tapi mereka paham,” lanjutnya.

Orang tua Erika paham, untuk pulang ke Tangerang, Erika harus menyiapkan biaya yang tak murah seperti tiket pesawat, kebutuhan makan, dan kebutuhan lain saat berkunjung, apalagi jika suami dan anaknya ikut mudik.

“Sebetulnya gaji kami di Australia lebih dari cukup, tapi kalau kami sisihkan untuk mudik setiap tahun ya lumayan. Jadi kayaknya mudik bukan prioritas kami saat ini, karena ada keperluan lain yang kami usahakan,” kata Erika.

Di sisi lain, Erika tak menampik selalu ada kerinduan untuk pulang ke kampung halaman. Apalagi di Australia tidak ada perayaan Lebaran seperti di Indonesia atau libur Hari Raya Islam, sehingga ia harus mengambil cuti tersendiri.

“Tentu saja aku masih rindu suasana Ramadan, mendengar takbiran atau azan tapi tidak terlalu suka dengan kumpul keluarga yang jadi momen flexing itu tadi,” kata Erika.

Iklan

Alhasil, selama 3 tahun ini tinggal di Australia, Erika memutuskan tidak mudik saat Lebaran. Toh, mereka masih bisa memberi kabar lewat telepon, sembari bermaaf-maafan–kegiatan paling penting saat kumpul keluarga dibanding flexing.

Lebaran jadi momen pembuktian diri anak rantau

Begitu pula Toha* yang sudah 4 tahun ini tidak mudik ke Jambi. Pemuda berusia 22 tahun itu mengaku mudik tidak terlalu penting bagi dirinya yang saat itu masih menjadi mahasiswa di Jogja.

“Karena aku masih mahasiswa dan belum punya pemasukan tetap. Aku juga merasa belum ada hal yang terlalu penting untuk pulang kampung,” ujar Toha saat dihubungi Mojok, Kamis (5/3/2026).

Toha paham, mudik hanya akan menghabiskan uang yang dikeluarkan oleh orang tuanya dan takut akan membebani mereka.

“Sejak Lebaran tahun pertama, orang tuaku juga tidak terlalu menuntutku untuk pulang ke kampung halaman,” ucapnya.

Di sisi lain, Toha ingin pulang saat dirinya sudah merasa mapan atau setidaknya sudah mendapat kerja. Bagi Toha yang jauh-jauh kuliah di Jogja untuk mendapat gelar sarjana, Lebaran tahun ini seolah menjadi momen pembuktian diri.

Tabungan terkuras habis saat kumpul keluarga demi gengsi

Beruntung bagi Toha karena setelah lulus kuliah ia langsung dapat kerja. Tak jadi sarjana nganggur. Setahun ini, ia juga sudah mendapat cuti dan tunjangan hari raya (THR), sehingga bisa mudik ke Jambi.

“Kalau ditotal ya aku bisa habis Rp6 juta. Rp2 juta untuk tiket pulang-pergi pakai bus. Rp4 jutanya lagi untuk beli oleh-oleh dan sangu keluarga,” jelas Toha.

Bagi-bagi THR–dalam istilah orang-orang saat kumpul keluarga di momen Lebaran, menurut Toha amatlah penting. Sebab, di mata tetangganya yang ada di desa, orang bergelar sarjana yang mendapat kerja di tanah rantau seperti Jogja, sudah termasuk sukses.

“Selain siap finansial, aku harus kuat mental saat ditanya tetangga yang beranggapan bahwa orang yang merantau pasti banyak uang, padahal kenyataannya nggak,” ucap Toha yang gajinya sekitar Rp3 juta lebih.

Oleh karena itu, bagi Erika dan Toha, kumpul keluarga saat Lebaran terasa berat alih-alih menjadi momen yang membahagiakan untuk saling memaafkan.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 9 Maret 2026 oleh

Tags: flexinghalalbihalalkumpul keluargaLebaranMudikpamer pencapaianreuni keluargathr
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Menyesal Sarapan Gudeg Jogja setelah Jadi Korban Nuthuk Rega (Unsplash)
Pojokan

Ketika Orang Jogja Dibuat Menyesal Sarapan Gudeg Jogja karena Jadi Korban Nuthuk Rega

25 Maret 2026
Stasiun Tugu Jogja lebih buruk dari Stasiun Lempuyangan. MOJOK.CO
Catatan

Kapok Naik Kereta Eksekutif karena Turun di Stasiun Tugu Jogja, Keluar Stasiun Langsung Disuguhi “Ujian Nyata”

25 Maret 2026
Lebaran 2026, Lebaran Penuh dengan Kabar Buruk dan Sakit Hati
Pojokan

Lebaran 2026, Lebaran Penuh dengan Kabar Buruk dan Sakit Hati

24 Maret 2026
Ironi silaturahmi Lebaran bersama keluarga
Catatan

Sisi Gelap Lebaran: Melelahkan karena Harus Tampak Bahagia, padahal Menderita Bersikap “Baik” dan Kehabisan Energi Sosial

23 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pekerja Jakarta WFH demi hemat BBM

Wacana WFH 1 Hari: Kesempatan Pekerja Kantoran Jakarta “Multitasking” dan Kabur WFC, padahal Tak Boleh Keluar Rumah

25 Maret 2026
3 Legenda Penunggang Motor Honda Astrea dan Yamaha Aerox Melawan 3 Setan Jahat MOJOK.CO

3 Legenda Penunggang Motor Honda Astrea dan Yamaha Aerox Melawan 3 Setan Jahat

23 Maret 2026
4 Oleh-Oleh “Red Flag” Gunungkidul yang Sebaiknya Dipertimbangkan Ulang sebagai Buah Tangan Mojok.co

4 Oleh-Oleh Gunungkidul “Red Flag” yang Sebaiknya Dipertimbangkan Ulang sebelum Dibeli

29 Maret 2026
Mahasiswa Malaysia menyesal kuliah di Universitas Islam Negeri di Indonesia. Lulusan UIN mentok gitu-gitu aja MOJOK.CO

Sesal Mahasiswa Malaysia Kuliah di UIN demi Murah, Hadapi Banyak Hal Tak Mutu dan Lulusan UIN yang “Mentok Segitu”

26 Maret 2026
Calya, Mobil Toyota yang Ganggu Kewarasan Logika Saya MOJOK.CO

Derita Toyota Calya Adalah Penderitaan yang Mengobrak-abrik Kewarasan Logika Saya padahal Ia Adalah Pahlawan Finansial Keluarga Kelas Pekerja

24 Maret 2026
Kerja WFH - WFA dengan kantor di Jakarta Barat. Awalnya enak karena slow living, ternyata menjebak MOJOK.CO

Tergiur Kerja WFH WFA karena Tampak Enak dan Slow Living tapi Ternyata Menjebak: Gaji, Skill, dan Karier Mentok

27 Maret 2026

Video Terbaru

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026
Hantu Jawa dalam Naskah Kuno dan Maknanya di Zaman Modern

Hantu Jawa dalam Naskah Kuno dan Maknanya di Zaman Modern

26 Maret 2026
Tirta Aji Mulih Deso: Pemancingan Ikan Predator dengan Sistem Catch and Release (CNR)

Tirta Aji Mulih Deso: Pemancingan Ikan Predator dengan Sistem Catch and Release (CNR)

23 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.