Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Edumojok

Nekat Kuliah di Jurusan Sepi Peminat PTN Top: Menyesal karena Meski Lulus Cumlaude, Ijazah Dianggap “Sampah” di Dunia Kerja

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
2 April 2026
A A
kuliah di jurusan sepi peminat.mojok.co

Ilustrasi jurusan sepi peminat (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Mereka adalah kumpulan orang-orang buangan yang lari dari jurusan favorit demi asal tembus PTN top. Lingkungan kelas pun terasa suram, dan minim motivasi.

Meski tersiksa, Rizal tetap kuliah sebagaimana mestinya sebagaimana bentuk tanggung jawabnya pada ortu yang membiayainya. Setelah empat tahun kuliah, “penyiksaan” itu berakhir manis di atas kertas. 

Rizal lulus tepat waktu dengan predikat Cumlaude. IPK-nya nyaris menyentuh angka 3.60.

“Setidaknya ada yang bisa aku banggakan meski kuliah tanpa gairah.”

Ijazahnya malah dianggap sampah

Sialnya, keputusan “yang penting kuliah” tadi juga berdampak buruk pada kehidupannya setelah lulus. Saat itu, Rizal mulai mengirimkan lamaran kerja. Sesuai cita-citanya sejak SMA, ia melamar posisi marketing dan creative planner di berbagai perusahaan. Berbekal ijazah cumlaude dan nama besar PTN tempatnya kuliah, ia yakin HRD akan langsung meliriknya.

Sialnya, nasib berkata lain. Selama berbulan-bulan, Rizal tidak mendapat satupun panggilan wawancara. Belakangan, ia baru tahu bahwa di dunia kerja modern, perusahaan menggunakan sistem seleksi otomatis bernama applicant tracking system (ATS). 

Sistem komputer ini langsung menyingkirkan berkas pelamar jika nama jurusannya tidak relevan dengan posisi yang dicari. Nama besar kampus dan IPK tinggi Rizal bahkan tidak sempat dilihat.

“Waktu itu juga masa-masa pandemi, cari kerja sedang susah-susahnya.”

Hingga pada suatu hari, karena bantuan seorang kenalan, ia akhirnya mendapat kesempatan wawancara langsung dengan seorang HRD di sebuah perusahaan rintisan (startup). Namun, sekali lagi, ia tetap gagal diterima kerja karena jurusan kuliahnya dianggap tak memiliki korelasi dengan posisi yang dibutuhkan.

“Saat itu, aku sangat frustrasi. Nganggur hampir dua tahun setelah lulus. Ngerasa ijazahku ini, yang IPK-nya 3,6 itu, cuma kayak sampah,” ujarnya.

Kini, di usianya yang ke-28, Rizal sudah berdamai dengan keadaan. Setelah masa menganggur yang panjang dan penuh depresi, ia terpaksa mengambil jalan memutar. 

Pada 2024 lalu, ia memutuskan mengikuti berbagai bootcamp berbayar untuk belajar marketing dari nol, menyusun portofolio kerja dengan susah payah, dan memulai karir dari posisi magang dengan gaji seadanya.

Kini, meski sudah kerja freelance–dan sama sekali tak sesuai jurusan kuliahnya–paling tidak jika nanti ada kesempatan kerja sebagai marketing atau creative planner, Rizal sudah punya bekal.

“Kalau bisa ngomong ke mereka, cuma mau bilang satu hal. Jangan pernah buang mimpimu cuma demi gengsi pakai jaket almamater kampus top. Cari jurusan yang memang ilmunya mau kamu pakai buat kerja nanti,” pungkasnya.

Iklan

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Bimbel UTBK SNBT adalah “Penipuan” Rela Bayar Mahal demi Rasa Aman dan Jaminan Semu, padahal Tak Pasti Lolos dan Kuliah di PTN atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 3 April 2026 oleh

Tags: jurusan favoritjurusan sepi peminatkuliahkuliah di jurusan sepi peminatKuliah di PTNMahasiswa Jogjapilihan redaksiPTN Jogjaptn topSBMPTNUTBK
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Salah jurusan, kuliah PTN.MOJOK.CO
Edumojok

Putus Kuliah dari PTS Elite demi Masuk “Jurusan Buangan” di PTN: Menang di Gengsi, tapi Lulus Jadi “Gelandangan” Dunia Kerja

5 April 2026
kuliah s2.MOJOK.CO
Edumojok

Penyesalan Lanjut S2 Cuma karena Pelarian dan FOMO: Nganggur dan Dicap Overqualified, Sudah Kerja pun Gaji Setara Lulusan SMA

5 April 2026
Hasutan dan jebakan orang minta donasi di Stasiun Tugu Jogja, ternyata berkedok penipuan MOJOK.CO
Sehari-hari

Turun Stasiun Tugu Jogja Muak sama Orang Minta Donasi: Tidak Jujur Sejak Awal, Jual Kesedihan Endingnya Jebakan

5 April 2026
Siswa terpintar 2 kali gagal UTBK SNBT ke Universitas Brawijaya (UB). Terdampar kuliah di UIN malah jadi mahasiswa goblok dan nyaris DO MOJOK.CO
Edumojok

Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja

3 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kereta eksekutif murah selamatkan saya dari neraka kereta ekonomi. MOJOK.CO

Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi

1 April 2026
Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut MOJOK.CO

Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut dan Tagihan Shopee PayLater

3 April 2026
Musik BTS bukan K-Pop. MOJOK.CO

Kisah Pembenci Musik K-Pop yang Hidupnya Terselamatkan oleh Lagu BTS: Mereka Itu Aslinya “Motivator Mental Health”

31 Maret 2026
Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung MOJOK.CO

Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung

6 April 2026
Kerja Susah di Jogja, Diledek Orang Surabaya Gak Bakal Sukses. MOJOK.CO

Nekat Tinggalkan Surabaya untuk Meniti Karier di Jogja, Menyesal Tak Dengarkan Nasihat Orang Tua yang Terlanjur Kecewa

31 Maret 2026
Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah.MOJOK.CO

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah

5 April 2026

Video Terbaru

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026
Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

31 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.