Siapa sangka, berkat saran dari guru BK-nya di SMA, perempuan asal Surabaya ini lolos jadi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (Unair) tanpa jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Meski terbilang nekat, dia terpilih sebagai siswa terakhir yang mendapat Golden Ticket.
***
Universitas Airlangga (Unair) jadi kampus impian Diana (25) sejak kelas 3 SMA. Dia ingat betul saat seorang kakak tingkatnya yang baru lulus, datang ke SMA-nya sambil mengenakan jas almamater berlogo Garuda Mukti yang ditunggangi Bhatara Wisnu. Jelas, kakak tingkatnya tersebut baru masuk Unair dan dengan bangga mempromosikan kampusnya ke kelas-kelas.
“Waktu itu aku tergoda dengan informasi yang diberikan alumnus SMA-ku dan Unair termasuk kampus terbaik di Jawa Timur bahkan Indonesia,” ujar Diana kepada Mojok, Kamis (5/2/2026).
Menurut lembaga survei QS World University Rankings (WUR) 2026, Unair berada di posisi top 4 besar di Indonesia. Berdasarkan indikator Employer Reputation–reputasi di mata pemberi kerja, Unair menempati peringkat ke 78 di dunia.
Maka tak ada alasan bagi perempuan asal Surabaya itu menolak Unair. Pilihan jurusannya pun tak main-main, dia mengincar Fakultas Kedokteran Gigi (FKG). Alih-alih mencari jurusan yang peminatnya sedikit, Diana justru berani bertaruh untuk mengambil jurusan tersebut dengan berbagai risiko.
“Karena jenjang kariernya jelas dan menurutku pendidikan FKG paling baik di Indonesia ya adanya di Unair. Jadi aku pengin masuk situ,” tegas Diana.
“Nah, tapi agak ‘bunuh diri’ juga sih awalnya cuma alhamdulillah aku lolos lewat jalur Golden Ticket,” lanjutnya.
Beda Golden Ticket Unair dengan SNBP
Golden Ticket merupakan program tahunan khusus dari Unair untuk menjaring calon mahasiswa berprestasi. Tak jauh beda dengan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang mengandalkan nilai akademik (rapor) dan nonakademik, Golden Ticket juga begitu.
Tapi tak hanya nilai akademik dan nonakademik saja, Unair menilai prestasi yang tidak terbatas seperti juara olimpiade, kepemimpinan (ketua OSIS), olahraga, hingga penghafal kitab suci dari semua agama yang mendapatkan pengakuan di Indonesia.
Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Unair, Achmad Solihin menjelaskan Golden Ticket tidak akan mengurangi kuota jalur reguler SNBP, justru menambah kuota penerimaan. Dengan kata lain, calon siswa yang menerima Golden Ticket masuk sebagai tambahan di luar kuota reguler. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada kuota tetap per fakultas di Unair.
“Unair hanya akan menerima peserta yang benar-benar dinilai layak. Jika prestasi dianggap belum mencukupi, Golden Ticket bisa saja tidak diberikan,” ujar Solihin dikutip dari laman resmi Unair, Jumat (6/2/2016).
Diana sendiri merupakan mahasiswa angkatan 2019 yang lolos lewat jalur Golden Ticket. Di SMA, dia pernah mendapat sertifikat sebagai penghafal kitab suci Al-Qur’an hingga diterima di kampus impiannya.
Baca Halaman Selanjutnya
Seolah dapat jackpot di acara “doa bersama”













