Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Edumojok

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
15 Maret 2026
A A
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO

Rif'an diwisuda di UGM Fakultas Geografi. (Dok.UGM)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kuliah di kampus top Universitas Gadjah Mada (UGM) bukan hal mudah, terutama saat keluarga tak merestui karena kondisi biaya. Namun, pemuda asal Pleret, Bantul ini berhasil membuktikan dengan menerima beasiswa hingga meraih gelar sarjana dan meneruskan S3 di Belanda.

***

Namanya Ahmad Rif’an Khoirul Lisan (32). Sejak mendaftar di UGM Fakultas Geografi pada tahun 2012, jalan Rif’an—sapaan akrabnya, untuk kuliah tidaklah mudah. Mulanya, ayah Rif’an menyuruh anak sulungnya itu untuk langsung bekerja mengingat ada 6 adiknya yang masih harus sekolah.

Sementara ayahnya hanya bekerja sebagai guru mengaji panggilan dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Keduanya berharap agar Rif’an ikut menghidupi kebutuhan adik-adiknya. Namun, permintaan itu justru tidak mengendorkan Rif’an untuk mengejar mimpi.

Bagi Rif’an, melanjutkan pendidikan bukan sekadar mimpi pribadi, melainkan tujuan untuk mengubah kondisi keluarganya agar merasakan hidup lebih baik. Agar mimpinya tercapai, Rif’an berusaha bekerja sambil kuliah, sekaligus mencari beasiswa.

Bertahan hingga Sarjana di UGM dengan beasiswa

Awal kuliah di Fakultas Geografi UGM tahun 2012, Rif’an langsung mencari beasiswa seperti beasiswa Bidikmisi (sekarang KIP Kuliah). Tak hanya itu, ia turut aktif di berbagai organisasi kampus. Selain ingin menambah skill di luar aktivitas kuliah, serta menambah jejaring, alasan utamanya adalah agar bisa dapat makan gratis.

ikut Pimnas. MOJOK.CO
Aktif kepanitiaan dan lomba di kampus. (Dok.UGM)

“Biasanya ikut kegiatan kepanitiaan karena tahu ada konsumsi. Terus beberapa kali minum air dari keran saking nggak punya biaya untuk beli Aqua gelas,” ujar Rif’an dikonfirmasi Mojok, Sabtu (14/3/2026).

Saat kelaparan di tengah kantong kering, Rif’an mencari warung paling murah di sekitar UGM. Setidaknya, uang Rp4 ribu cukup untuk membeli nasi, sayur, dan satu gorengan di masa itu. Sehat atau tidak, kata Rif’an, yang penting makan.

“Aku juga ikut menanam di kampus buat panen buah-buahan sama teman-teman untuk dimakan,” ujarnya.

Pertolongan Tuhan yang terus mengalir 

Kondisi ekonomi yang terbatas juga mengharuskan Rif’an kuliah sambil bekerja. Di awal perkuliahan, ia memilih berdagang saat siang seperti menjual arem-arem atau bubur kacang ijo. Setelahnya, ia kerja di warnet paruh waktu agar mendapat uang sekaligus menggunakan komputer di sana untuk mengerjakan tugas kuliah.

Namun, muncul stigma bahwa mahasiswa yang bekerja di warnet pasti lulusnya lama. Mendengar hal itu, Rif’an memberanikan diri untuk menemui Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan Fakultas Geografi UGM, guna menceritakan alasannya bekerja paruh waktu di warnet.

Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO
Rif’an diwisuda di UGM Fakultas Geografi. (Dok.UGM)

Alih-alih dilarang atau dimarahi, dosennya justru memberikan komputer bekas miliknya untuk Rif’an. Berkat kebaikan hati dosennya itu, Rif’an bisa mengerjakan tugas-tugas kuliahnya.

Tak berhenti sampai di situ, Rif’an juga tertolong berkat program asrama pembinaan kepemimpinan tahun 2014, yang kini dikenal sebagai Rumah Kepemimpinan. Dari sana, ia mendapat bantuan tempat tinggal sekaligus uang saku bulanan sekitar Rp500 ribu.

Untuk pertama kalinya, Rif’an bisa menabung dari uang saku bulanan tersebut. Dari program itu pula, ia bisa merasakan bepergian ke luar negeri untuk pertama kalinya.

Iklan

“Aku ikut perjalanan singkat ke Kuala Lumpur bersama teman-teman asrama,” dikutip dari laman resmi UGM.

Lanjut kuliah S2 di Amerika setelah wisuda UGM

Singkat cerita, Rif’an akhirnya lulus dan mendapat gelar Sarjana di UGM. Setelah itu, ia mulai mencari-cari beasiswa hingga lolos beasiswa LPDP luar negeri pada tahun 2018. Bersamaan dengan itu, Rif’an juga diterima kuliah S2 di Arizona State University, Amerika Serikat (AS).

S2 di Arizona. MOJOK.CO
Rif’an diterima kuliah S2 di Arizona State University, Amerika Serikat. (Dok.UGM)

Setibanya di AS, Rif’an dibantu oleh komunitas mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia untuk mencari tempat tinggal. Berkat mereka pula, Rif’an bisa beradaptasi. Tanpa menghilangkan prinsip hidupnya untuk berhemat, Rif’an lebih sering masak sendiri serta memanfaatkan food bank di kampus guna mendapat bahan makanan.

“Aku masih ingat, almarhum kyai Muhammad Khatib Masyhudi (guruku dulu) datang ke rumah waktu aku belum berangkat ke Amerika. Dia kasih uang saku yang menurutku cukup besar yakni Rp700 ribu. Lebih dari itu, aku juga bawa cash 200 USD, hasil utang beliau juga sebesar Rp20 juta,” ujar Rif’an.

Setelah berhasil bertahan di AS selama 15 bulan, Rif’an diimbau untuk pulang ke tanah air karena pandemi Covid-19. Alhasil, ia pulang dan menyelesaikan tesisnya di Indonesia hingga lulus pada tahun 2020.

Dari UGM, Amerika, hingga S3 di Belanda

Sepulang dari Amerika, Rif’an sempat bekerja di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Kini, ia mengajar sebagai dosen di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta. 

Pada 2024, ia kembali meraih beasiswa LPDP dan melanjutkan kuliah S3 di Wageningen University & Research di Belanda dengan fokus pada pengelolaan sumber daya air dan pertanian.

Mengingat usahanya kini, Rif’an sadar bahwa tiap usaha dan kesulitan yang tengah dijalani seseorang tidak akan pernah sia-sia. Selalu akan ada pelajaran yang bisa diambil, serta solusi yang dibukakan, asal kita tidak menyerah.

“Jika boleh menyampaikan pesan untuk siapa pun yang sedang berjuang, aku selalu percaya satu hal: Gusti mboten sare—Tuhan tidak pernah tidur,” kata alumnus UGM tersebut.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Lulusan FISIPOL UGM Jualan Keripik dan Ayam Geprek, Tapi Jadi Penopang Ekonomi Keluarga usai Nyaris Putus Asa atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 15 Maret 2026 oleh

Tags: beasiswabidikmisidosen UPNfakultas geografikip kuliahkuliah di luar negerikuliah S3LPDPlulusan s2UGM
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Lebaran, mudik, s2.MOJOK.CO
Edumojok

Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah

13 Maret 2026
Cerita Felix. Kuliah di universitas Australia berkat beasiswa LPDP usai diejek dan ditertawakan. Tolak tawaran kerja dewan demi ajar anak-anak di kampung pedalaman MOJOK.CO
Edumojok

Lulusan Beasiswa Australia Tolak Tawaran Karier Mentereng, Lebih Pilih Jadi Guru Kampung karena Terbayang Masa Lalu

10 Maret 2026
lolos snbp, biaya kuliah ptn.MOJOK.CO
Edumojok

Senyum Palsu Anak Pertama Saat Adik Lolos PTN Impiannya, Pura-Pura Bahagia Meski Aslinya Penuh Derita dan Pusing Mikir Biaya

10 Maret 2026
Anselmus Way, lulusan FISIPOL Universitas Gadjah Mada (UGM) pilih usaha keripik singkong hingga ayam geprek, tapi sukses MOJOK.CO
Edumojok

Lulusan FISIPOL UGM Jualan Keripik dan Ayam Geprek, Tapi Jadi Penopang Ekonomi Keluarga usai Nyaris Putus Asa

7 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

SPBU Diserbu Jadi Bukti Buruknya Komunikasi Pemerintah MOJOK.CO

SPBU Diserbu: Isu Stok BBM 20 Hari Bikin Panik Menjadi Wujud Buruknya Komunikasi Pemerintah dan Publik Sulit untuk Percaya

9 Maret 2026
Brio, Mobil Honda Paling Menderita Sepanjang Sejarah MOJOK.CO

Brio Adalah Mobil Honda Paling Menderita: Sering Dihina Murahan, tapi Sebetulnya Paling Ideal Menjadi Mobil Pertama Bagi Anak Muda yang Tidak Takut Cicilan

12 Maret 2026
Naik Travel dari Jogja ke Surabaya Penuh Derita, Nyawa Terancam (Unsplash)

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Niatnya Ingin Tenang Berakhir Penuh Derita dan Nyawa Terancam

13 Maret 2026
Blok M dan Jakarta Selatan (Jaksel) dilebih-lebihkan, padahal banyak jamet MOJOK.CO

Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina

14 Maret 2026
Dihina dan dijauhi tongkrongan hanya karena naik motor Honda BeAT. Tidak memenuhi standar sinematik ala Yamaha Aerox, NMax, dan Vario MOJOK.CO

Standar Keren Kabupaten: Pakai Motor BeAT Dihina dan Dijauhi Circle Aerox, NMax, dan Vario karena Tak Masuk Konsep Sinematik

12 Maret 2026
Sarjana Ekonomi pilih berjualan ayam penyet

Sarjana Ekonomi Pilih Berjualan Ayam Penyet, Sempat Diremehkan Banyak Orang, tetapi Bisa Untung 3x Lipat UMR dan Kalahkan Gaji Pekerja Kantoran

9 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.