Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Dosen Pembimbing Bisa Saja Meluluskan Mahasiswa Tepat Waktu, asal Kepala Mahasiswanya Tidak Kosong dan Bisa Saling Kerja Sama

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
8 Mei 2024
A A
Dosen Pembimbing Bisa Saja Meluluskan Mahasiswa Tepat Waktu, asal Mahasiswanya Tidak Kosong dan Bisa Saling Kerja Sama skripsi

Dosen Pembimbing Bisa Saja Meluluskan Mahasiswa Tepat Waktu, asal Mahasiswanya Tidak Kosong dan Bisa Saling Kerja Sama

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dosen pembimbing nggak boleh baper

Alasan Pak Doni mengajak mahasiswanya untuk menyelami data, sebab, kalau mahasiswa tidak bisa melihat data, berarti tidak menguasai teori. Ibaratnya, teori adalah lensa, kalau lensanya buram, dia tidak bisa melihat meskipun itu ada di depan matanya. Itulah salah satu masalah utama mahasiswa yang lain, mereka tidak punya lensa yang tepat, mereka tidak memahami teori yang mereka pakai.

Tapi masalah itu melahirkan masalah lain, bagaimana jika mahasiswa punya interpretasi yang berbeda dengan dosen? Atau kasus lainnya, dosen tidak menerima interpretasi mahasiswa, hanya mau berpegang dengan yang ia percayai?

Pak Doni memandang, dua anggota tim, dalam hal ini dosen pembimbing dan mahasiswa, harus punya pemahaman yang sama terlebih dahulu. Masalah ini terjadi karena tidak ada pemahaman yang sama antara dua pihak, maka harus duduk bersama dulu.

“Memang butuh kesabaran. Makan hati itu biasa dalam skripsi, dosen nggak boleh baper.”

“Mahasiswanya juga nggak boleh baper, Pak?”

“Mestinya iya.”

Pada dasarnya, dosen ingin semua mahasiswa kelar skripsi lebih cepat. Realitasnya, dosen punya banyak mahasiswa yang harus dia bimbing. Jika semuanya kelar dengan cepat, penumpukan mahasiswa bimbingan tidak akan terjadi. Prodi pun ingin mahasiswa cepat kelar, bikin akreditasi bagus. Pada dasarnya, dosen bimbingan dan prodi tak ingin mempersulit.

Tapi kalau ada yang mempersulit, seperti sulit dicari, lama bimbingannya, Pak Doni memberikan dua skenario. Pertama, harus dilihat dulu, apakah dosen ini memang susah dicari semua mahasiswa atau jangan-jangan hanya dia saja yang kesulitan. Skenario kedua, jika semuanya susah mencari, artinya memang karakter. Coba dilihat dari sejarahnya, kalau memang dari dulu seperti itu, ya memang sudah karakter.

“Kalau bukan karakter, pasti melayani.”

Diskusi, diskusi, diskusi

Pak Doni menekankan lagi, bahwa dosen pembimbing harusnya diskusi, tak hanya membaca draft, memberi masukan lewat coretan. Bangun dulu chemistry, buat mahasiswa nyaman, hilangkan kebingungan, barulah mahasiswa bisa menulis. Jika mahasiswa masih bingung, masih kosong, tapi sudah diminta bikin draft dan diberi masukan, tentu saja mereka makin bingung.

Mahasiswa dan dosen pembimbing harusnya punya pemahaman dan kesepakatan yang sama, agar keduanya bisa bekerja sama cepatnya. Jika tak sepakat, yang terjadi selamanya akan sama: mahasiswa bingung, mengerjakan skripsi dengan linglung, dosennya pun makin bingung kenapa mahasiswanya terlihat linglung.

Reporter: Rizky Prasetya
Editor: Hammam Izzudin

BACA JUGA Mahasiswa UNESA Surabaya Berbagi Cerita tentang Skripsinya yang Lancar karena Dosen Pembimbing yang Suportif dan Tidak Antikritik

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 8 Mei 2024 oleh

Tags: dosen pembimbingkerja sama timMahasiswaskripsi
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan MOJOK.CO

Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan

6 Juli 2026
Mengapa Calon Mahasiswa PTN Banyak yang Mengundurkan Diri? MOJOK.CO

Mengapa Calon Mahasiswa PTN Banyak yang Mengundurkan Diri?

29 Juni 2026
Horor Pendidikan di Jogja: Balita Dianiaya, Mahasiswa Dilecehkan MOJOK.CO

Horor Pendidikan di Jogja: Balita Dianiaya, Mahasiswa Dilecehkan

25 Mei 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO

Mahasiswa Pura-Pura Miskin demi Dapat KIP Kuliah Memang Ada, Uang Beasiswa Habis buat Hedon agar Diakui di Tongkrongan

14 Mei 2026
Saat anak bangga jadi mahasiswa abadi (tak kunjung lulus kuliah karena sibuk organisasi hingga lupa skripsi) ternyata bikin orang tua terbebani MOJOK.CO

Anak Betah Jadi Mahasiswa Abadi karena Sibuk Organisasi dan Ogah Garap Skripsi, Ortu di Rumah Pura-pura Memahami padahal Terbebani

4 Mei 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Honda Beat adalah motor paling boring di indonesia MOJOK.CO

Honda Beat adalah motor paling boring di indonesia tapi justru karena itu saya sayang banget sama motor ini

18 Agustus 2026
tol Jogja-Solo

Tol Jogja-Solo: Rumah Tak Kena Pembebasan Lahan, Tapi Tetap Kena Debu dan Bising

22 Agustus 2026
Merdeka ala Puskestan dan para petani Sukoharjo: perjuangan sejahtera dari sektor pertanian MOJOK.CO

Merdeka Ala Puskestan dan Petani Sukoharjo: Perjuangan Panjang agar Sejahtera dari Pertanian

18 Agustus 2026
Shifana, pemain Timnas U-16 Indonesia dibayangi pemain Yordania, Alma Odai di pertandingan semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026. Indonesia menang dengan skor 3-0 di laga semifinal, Jumat (21/8).

Timnas Putri U-16 Indonesia Bungkam Yordania 3-0, Thailand Menanti di Final Srikandi Merdeka Cup

22 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026

Punya 30 Kamar Kost Putri Ternyata Tidak Seindah yang Dibayangkan

19 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.