Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Cerita Mantan Mahasiswa PBI UNY yang Memilih Cabut Kuliah karena Tak Kerasan, Kini Bahagia Memegang Bisnis Keluarga

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
11 April 2024
A A
Kisah Mahasiswa UNY Kena DO, Pindah Kampus Hampir DO Lagi, tapi Bisa Bangkit dan Berhasil Sarjana PBI UNY

Kisah Mahasiswa UNY Kena DO, Pindah Kampus Hampir DO Lagi, tapi Bisa Bangkit dan Berhasil Sarjana

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Memutuskan untuk berhenti kuliah memang tak pernah mudah, entah bagi pelaku atau orang tua mahasiswa. Tapi hal ini tetap harus dihadapi Yanto, (mantan) mahasiswa PBI UNY, karena melanjutkan kuliah tak mungkin sebab dia benar-benar tidak kerasan. Kini dia bekerja meneruskan usaha keluarga dan jadi freelancer, dan justru karena itulah, dari bisa meraih hal-hal yang menyenangkan dalam hidupnya.

***

“Yo nesu, Mas, mau apa lagi, hehehe.”

Itulah jawaban Yanto (bukan nama sebenarnya) saat ditanya bagaimana reaksi orang tuanya saat dia memutuskan untuk berhenti kuliah (11/04/2024). Yanto memutuskan untuk memberi tahu orang tuanya kalau dia tidak melanjutkan kuliah karena benar-benar tidak kerasan kuliah di PBI UNY. Yang bikin dia tidak kerasan adalah bahwa jurusan ini tak sesuai ekspektasinya.

“Kaget sih, Mas, tidak sesuai bayanganku.”

“Aku sebenarnya sudah beberapa kali minta pindah kuliah. Bahkan aku sudah bilang kalau aku sendiri yang akan biayai kuliahku. Yang aku minta adalah izin dan restu. Tapi tetap saja nggak dikasih izin dan restu.”

“Memang mau pindah ke mana?”

“UT atau Janabadra, Mas. Yang penting bisa sambil kerja.”

Keluar dari PBI UNY, jadi penjaga toko kelontong

Kesibukan Yanto setelah keluar dari PBI UNY kini adalah menjaga toko kelontong milik keluarganya. Tapi bagi dia hal itu tidak jadi aib. Bagi dia justru saat inilah dia bisa membuktikan bahwa dirinya tidak gagal atau gimana.

“Selain jaga toko kelontong, ya aku juga freelancer, Mas. Bantu jadi tour guide dan designer sih. Tapi yang utama tokonya sih. Duitnya bener-bener gede.”

Keputusan untuk jadi penjaga toko kelontong ini justru muncul dari Yanto sendiri. Baginya, menjaga toko kelontong adalah pekerjaan paling masuk akal. selain bisnisnya juga jalan, pekerjaan ini relatif aman, tidak ada layoff dan semacamnya.

“Aku pernah kerja di XXXXX, kena pandemi bubar. Toko kan nggak, malah tokoku lebih maju sekarang.”

Semenjak dia mengambil kendali, tokonya jadi jauh lebih maju dan keuntungannya makin bertambah.

“Sekarang tokoku mulai nompo order pesan antar, mulai ono pembayaran menggunakan QRIS, karo sedia pulsa, pulsa listrik dan top up. Sebelum kupegang, cuman toko kelontong biasa, Mas.”

Iklan

Baca halaman selanjutnya

Menyesal DO, tapi tidak menyesal kuliah

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 11 April 2024 oleh

Tags: DOPBI UNYputus kuliahtoko kelontonguny
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

PGPAUD, Guru PAUD.MOJOK.CO
Sekolahan

Nekat Kuliah di Jurusan PGPAUD UNY demi Wujudkan Mimpi Ibu, Setelah Lulus Harus ‘Kubur Mimpi’ karena Prospek Kerja Suram

19 Februari 2026
Nguping obrolan penjaga toko kelontong/warung Madura hingga kuat teleponan berjam-jam MOJOK.CO
Catatan

“Nguping” dan Mengulik Topik Obrolan Penjaga Warung Madura hingga Kuat Teleponan Berjam-jam, Tidak Ada Habisnya

11 Februari 2026
Ulfi Rahmawati, penerima beasiswa LPDP alumnus UNY. MOJOK.CO
Kampus

Tak Melihat Masa Depan Cerah sebagai Guru Honorer di Ponorogo, Pilih Kuliah S2 dengan LPDP hingga Kerja di Perusahaan Internasional

21 Januari 2026
5 Esai Terpopuler Mojok 2025 (Mojok.co/Ega Fansuri)
Esai

5 Esai Terpopuler Mojok 2025: Sebuah Rekaman Zaman dan Keresahan Lintas Generasi

1 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tempat kerja, Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

3 Juni 2026
Uang recehan di dasbor motor Honda Genio ibu jadi berkah dan penyelamat bagi anak-anaknya dan orang-orang di lampu merah MOJOK.CO

Kebiasaan Ibu Taruh Uang Receh di Dasbor Motor: Jadi Berkah dan Penyelamat bagi Anaknya serta Orang-orang di Lampu Merah

9 Juni 2026
Rooftop kos kerap jadi tempat blangkrah, tapi jadi ruang healing terbaik bagi anak kos overthinking MOJOK.CO

Tinggal di Kos dengan Rooftop, Meski Kemproh tapi Jadi Tempat Healing Terbaik dari Tekanan Hidup yang Bisa bikin Gila

3 Juni 2026
pabrik semen, pracimantoro, wonogiri.MOJOK.CO

Babak Baru Perlawanan Warga Wonogiri Tolak Pabrik Semen di Pracimantoro, Bawa Ancaman Karst Gunungsewu ke Markas UNESCO

9 Juni 2026
Usai lulus SMA jadi fotografer di Kota Lama Surabaya. MOJOK.CO

Jadi Fotografer Lepas di Kota Lama Surabaya usai Lulus SMA, Gaji Tak Seberapa asal Bisa Menabung untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

4 Juni 2026
Dompet digital selamatkan pedagang UMKM. MOJOK.CO

4 Kiat Pedagang Es Campur dan Roti Kukus yang Tetap Laris di Tengah Situasi Pelik

3 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.