Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Sedihnya SGPC Bu Wiryo Kalau Presiden Indonesia Datang ke Warungnya, Saksi Suksesnya Alumni UGM

Agung Purwandono oleh Agung Purwandono
18 Februari 2024
A A
Sedihnya SGPC Bu Wiryo Kalau Presiden Indonesia Datang ke Warungnya dan Saksi Suksesnya Alumni UGM MOJOK.CO

Ilustrasi Sedihnya SGPC Bu Wiryo Kalau Presiden Indonesia Datang ke Warungnya dan Saksi Suksesnya Alumni UGM. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Cerita Kelik yang sedih kalau presiden dan wapres datang ke warungnya

Biasanya kalau warung dikunjungi presiden akan bangga dan senang. Namun, Kelik Indarto justru sedih. Kalau sekelas menteri, bupati, hingga gubernur menurutnya nggak masalah. Hanya kalau sudah kelasnya wakil presiden apalagi presiden ia pusing tujuh keliling. 

“Protokolernya itu kan harus menutup jalan di depan warung selama 4 jam. Saya untung, tapi yang jualan di sepanjang jalan ini kan bukan saya saja,” katanya. 

SGPC Bu Wiryo di pinggir Selokan Mataram. Ada di lokasi ini mulai 1988 MOJOK.CO

“Jujur ya saya sebenarnya nggak senang kalau presiden atau wakil presiden itu datang. Alasannya karena jalan di depan warung itu ditutup selama 4 jam. Saya memang untung, tapi yang jualan di sepanjang jalan ini kan bukan saya saja, yang lainnya bagaimana?” imbuh Kelik.

Presiden Joko Widodo yang alumnus UGM, sudah berkali-kali ingin mampir ke SGPC Bu Wiryo. Aparat keamanan juga sudah disebar ke kampung-kampung. Polisi juga seliweran di sekitar warung. Ini juga yang tidak membuat nyaman Kelik. “Akhirnya protokol memang melarang Jokowi ke sini. Tapi beliau berkali-kali sudah pesan tempat di sini,” kata Kelik.

Kelik merasakan sendiri bagaimana ketika Wakil Presiden Boediono makan di tempatnya. Sebelum jadi wapres, Boediono biasa saja datang ke warungnya untuk makan. Namun, saat sudah jadi wapres, protokoler berlaku. 

Akhirnya, melihat keruwetan yang terjadi jika ia datang, Wapres Boediono akhirnya menghubungi Kelik agar pecel pesanannya diantar ke rumah. 

Jadi rumah alumni UGM dan alumni Jogja

Dua capres yang kemarin berlaga di Pilpres 2024, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan juga tampak beberapa kali makan di tempat ini. Begitu juga dengan calon wakil presidennya, Cak Imin dan Mahfud MD. 

Meski tidak begitu update, Instagram Sego Pecel Bu Wiryo memposting tokoh-tokoh yang datang ke warungnya. Mulai dari Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono, menteri, pejabat hingga mantan pejabat. 

Warung ini seperti jadi saksi suksesnya alumni UGM yang berkiprah baik di instansi pemerintah maupun swasta. Menteri Kabinet Indonesia Maju saat ini yang punya latar belakang UGM hampir pasti pernah mampir ke warung ini. Di Instagram SGPC Bu Wiryo tampak beberapa menteri yang tidak hanya sekali datang ke warung ini seperti Mahfud MD, Menteri PUPR Basuki Hadimulyono, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Desa Abdul Halim Iskandar, dan lainnya.

Seperti yang Kelik Indarto sampaikan ke Mojok, meski punya tagline Melayani UGM Sejak 1959, SGPC Bu Wiryo memposisikan diri bukan hanya sebagai rumah alumni UGM, bahkan lebih luas lagi, alumni Jogja. 

Penulis: Agung Purwandono
Editor: Hammam Izzuddin

BACA JUGA Kisah di Balik Sate Pak Dakir yang Menghidupi 13 Anak dengan Satu Kambing, Anak Jadi Guru Besar di ITS

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 18 Februari 2024 oleh

Tags: alumni UGMmahasiswa ugmnasi pecelSGPC Bu WiryoUGM
Agung Purwandono

Agung Purwandono

Jurnalis di Mojok.co, suka bercocok tanam.

Artikel Terkait

Mahasiswa berkuliah S2 UGM. PTN terbaik, tapi pakai AI
Edumojok

Mahasiswa S2 UGM Nggak Menjamin Mutu, Kuliahnya Malas Mikir dan Ketergantungan AI

15 April 2026
Mahasiswa keperawatan UGM Jogja lulus berkat ibu
Edumojok

Malas dan Lelah Kuliah, Telepon Ibu Selamatkan Mahasiswa Keperawatan UGM hingga Lulus dengan IPK Sempurna

12 April 2026
Alfath, mahasiswa berprestasi UGM Jogja lulusan SMK di Klaten
Edumojok

Sempat Banting Tulang Jadi Kuli Bangunan saat SMK, Kini Pemuda Asal Klaten Dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi UGM

11 April 2026
Jurusan Antropologi Unair selamatkan saya usai ditolak UGM. MOJOK.CO
Edumojok

Ditolak UGM Jalur Undangan, Antropologi Unair Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi dan Kerja di Bali

6 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jurusan Antropologi Unair kerap diremehkan. MOJOK.CO

Antropologi Unair Diremehkan dan Dianggap “Gampangan”, padahal Kuliahnya Nggak Main-main dan Prospek Kerjanya Luas

9 April 2026
kuliah, wisua, sarjana di desa.MOJOK.CO

Jadi Sarjana di Desa, Bangga sekaligus Menderita: Dituntut Bisa Segalanya, tapi Juga Tak Dihargai Tetangga dan Dicap “Beban Keluarga”

15 April 2026
Alfath, mahasiswa berprestasi UGM Jogja lulusan SMK di Klaten

Sempat Banting Tulang Jadi Kuli Bangunan saat SMK, Kini Pemuda Asal Klaten Dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi UGM

11 April 2026
Mahasiswa KKN di desa

KKN Itu Menyenangkan, yang Bikin Muak adalah Teman yang Jadi Beban Kelompok dan Warga Desa yang “Toxic”

9 April 2026
Mahasiswa muak dengan KKN di desa. Mending magang saja MOJOK.CO

Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu dan Tak Dibutuhkan Warga

9 April 2026
Gen Z kerja di desa untuk merawat ibu. MOJOK.CO

Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia

10 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.