Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

Jika Kualitas Susu Sapi Boyolali Dianggap Tak Bagus, Harusnya Peternak Didampingi Bukan Malah Impor

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
14 November 2024
A A
Jika susu sapi lokal seperti di Boyolali dianggap tidak berkualitas, harusnya pemerintah kasih kasih solusi bukannya impor MOJOK.CO

Ilustrasi - Jika susu sapi lokal seperti di Boyolali dianggap tidak berkualitas, harusnya pemerintah kasih kasih solusi bukannya impor. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bicara kualitas

Trias dan juga banyak peternak-pengepul susu sapi di Boyolali menduga, ada dua alasan kenapa IPS terkesan ogah-ogahan dalam menyerap susu lokal. Satu, harga susu impor dianggap lebih murah. Dua, kualitas susu lokal dianggap kalah jauh dari susu impor.

Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Pengolahan Susu (AIPS), Sonny Effendhi, mengamini poin yang kedua. Dia menyebut, harga justru tak menjadi isu dalam polemik pembatasan kuota susu lokal. Yang jadi pertimbangan IPS adalah dari segi kualitas. Menurut Sonny, susu lokal mengandung bahan-bahan tertentu yang tidak aman dikonsumsi.

“Sehingga nggak sesuai standar food safety (keamanan pangan). Sehingga nggak bisa diterima,” kata Sonny kepada awak media pada, Senin (11/11/2024).

Lebih lanjut, Sonny menjabarkan hal-hal yang membuat susu lokal dianggap tidak memenuhi standar food safety. Antara lain, susu lokal mengandung air, minyak goreng, sirup gula, karbonat, hingga hidrogen peroksida yang dilarang ada di dalam kandungan produk susu oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Itu (susu dengan kandungan di atas) kalau diloloskan, yang menjadi korban kan masyarakat. Sementara ami wajib menjaga karna standarnya BPOM enggak boleh ada ingredient ini dalam susu,” imbu Sonny.

Kasih solusi, dong!

Jika sudah jelas masalahnya, yakni persoalan kualitas, kenapa langsung menjadikan impor sebagai solusi tunggal hingga mengabaikan nasib industri susu lokal? Kira-kira begitu lah pertanyaan yang menggumpal di kepala Trias.

“Harusnya Pemerintah bantu kami. Kalau dianggap kualitasnya kurang bagus, ya berarti perlu ada upaya mendampingi peternak agar bisa menghasilkan susu berkualitas dan berdaya saing dengan susu-susu impor,” ungkap Trias.

Karena menjadi ironi memang. Ketika Pemerintah mengadakan program makan bergizi dengan susu gratis, industri sapi dalam negeri justru tak dilibatkan. Sementara, tak cuma Boyolali, Indonesia punya banyak daerah sebagai penghasil susu sapi segar.

Nasib yang masih abu-abu

Pada Senin (11/11/2024) itu pula, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memberi respons atas polemik IPS yang enggan menyerap susu lokal.

Dia lantas menangguhkan izin impor lima perusahaan susu imbas pembatasan penyerapan susu dalam negeri  tersebut (Amran tak mau membeber nama lima perusahaan itu).

“Ada lima perusahaan impornya kami tahan dulu izinnya sampai semua kondusif seluruh Indonesia,” katanya dalam konferensi pers di kantor Kementan, Jakarta Selatan.

Amran menegaskan, jika dari lima perusahaan tersebut masih enggan menyerap susu sapi lokal, maka izin impornya akan dicabut secara permanen alias tidak boleh impor lagi.

“Itu ketegasan kami dari Kementerian. Karena kami tidak ingin antara peternak dengan industri tidak bergandengan tangan,” tegas Amran.

Pertanyaannya, seberapa besar persentase perusahaan bakal menyerap susu lokal? Nasib peternak sapi perah-pengepul susu di Indonesia tetap saja abu-abu.

Iklan

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Kisah Lulusan Sekolah Penerbangan yang Sukses Jadi Peternak Sapi Perah di Boyolali

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

 

 

 

 

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 15 November 2024 oleh

Tags: boyolaliimpor susumandi susu boyolalisusu boyolalisusu sapi boyolali
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Jihad Warga Kecamatan Selo Boyolali Mempertahankan Tanah MOJOK.CO
Esai

Warga Kecamatan Selo Boyolali “Jihad” Mempertahankan Tanah, Enggan Menjualnya ke Investor Luar, Menolak Membuka Destinasi Wisata Secara Ugal-ugalan karena Bertani Adalah Prioritas

1 Juni 2025
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi bantu perbaiki rumah Wagiman dan Samiyem di Boyolali MOJOK.CO
Kilas

Kisah Sepasang Lansia di Boyolali Puluhan Tahun Tinggal di Rumah Mungil dan Reyot, Kini akan Diperbaiki Gubernur Jateng

16 Mei 2025
makam keramat tergusur tol jogja solo.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Makam Keramat yang Tergusur Tol Jogja Solo: Ada di Sleman, Kulon Progo, hingga Boyolali

28 Januari 2024
peternak sapi boyolali ingatkan program susu gratis prabowo susah.MOJOK.CO
Aktual

Peternak Boyolali: Rawat Sapi Impor Sulit, Program Susu Gratis Belum Tentu Untungkan Peternak Lokal

7 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi MOJOK.CO

Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi

26 Februari 2026
Wawancara beasiswa LPDP

Niat Daftar LPDP Berujung Kena Mental, Malah Diserang Personal oleh Pewawancara dan Tak Diberi Kesempatan Bicara

20 Februari 2026
Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali

27 Februari 2026
Pemuda Jakarta kerja di Jepang untuk bayar utang keluarga. MOJOK.CO

Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga

26 Februari 2026
Ijazah S1 jurusan Sastra Indonesia dari PTN terbaik di Jawa Timur alami penolakan 150 lamaran kerja. Buat pekerjaan freelance aja tidak bisa hingga jadi beban keluarga MOJOK.CO

Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

21 Februari 2026
Honda Scoopy membawa maut saat dipakai mudik Surabaya ke Lumajang. MOJOK.CO

Alasan Saya Bertahan Pakai Honda Scoopy untuk Mudik Surabaya-Lumajang, meski Tertipu dengan Tampang dan “Fitur” Biasa Saja yang Menyiksa

25 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.