Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Setan Malioboro Tak Dibelenggu di Bulan Puasa, Malah Saking Seramnya Bikin Atheis Nyebut Nama Tuhan

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
3 Maret 2025
A A
malioboro, rumah hantu.MOJOK.CO

Ilustrasi - Setan Malioboro Tak Dibelenggu di Bulan Puasa, Malah Saking Seramnya Bikin Atheis Nyebut Nama Tuhan (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Konon, saat Bulan Ramadan setan-setan dibelenggu. Sayangnya, hal tersebut tak berlaku di Malioboro. Di kawasan wisata paling populer di Jogja ini, para demit bebas bergentayangan. 

Memang mereka tak mengejar, menggigit, apalagi mencelakai. Namun, ia berhasil bikin orang yang “mengaku atheis” pun nyebut nama Tuhan beberapa kali–saking seramnya.

Ya, setidaknya itu yang terjadi di Jogja Horor Museum. Sama seperti “tetangganya”, Rumah Hantu Malioboro, wahana ini juga memberikan pengalaman menyeramkan bagi para pengunjung.

Bedanya, Jogja Horor Museum menyajikan nuansa mencekam melalui “benda-benda mistikal” yang dipamerkan. Tak ada talent atau orang yang berperan menjadi kuntilanak, genderuwo, atau pocong.

Adanya cuma manekin, suara creepy, dan barang-barang aneh yang barangkali sukar kalian jumpai di tempat lain. Biar saya spoiler salah satunya: jenglot.

rumah hantu, benda antik.MOJOK.CO
Salah satu yang ditawarkan di Jogja Horror Museum adalah pameran benda-benda antik dan penuh klenik. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Dikejar-kejar setan di Rumah Hantu Malioboro memang bikin dag-dig-dug-ser! Tapi percayalah, memasuki Jogja Horor Museum, tanpa dikejar setan sekalipun, menjadi pengalaman tak terlupakan.

Sejak kecil belum pernah masuk rumah hantu

Sebenarnya, saya sendiri malas mengunjungi wahana yang sifatnya menakut-nakuti, seperti rumah hantu. Bukan karena takut. Namun, sensasinya kurang lebih sama seperti saat saya menyaksikan film horor bertema dedemitan: udah merasa nggak ada nuansa seram lagi.

Namun, pada hari pertama bulan puasa, Sabtu (1/3/2025), saya terpaksa menuruti kemauan seorang kawan, Abdul namanya. Jauh-jauh dari luar kota, kata dia: “nggak afdol datang ke Jogja kalau nggak ke Malioboro”.

“Jarang-jarang juga ‘kan aku main ke Jogja,” sambungnya, sedikit memaksa.

Pukul 16.00 WIB kami berangkat. Sepanjang jalan, vibes Ramadan amat terasa. Pedagang takjil ada di mana-mana yang bikin lapar mata. 

Sesampainya di Malioboro, nyaris tak ada hal lain yang bisa kami lakukan selain jalan-jalan menyusuri pedestrian. “Napak tilas Jogja membara,” kalau kata Abdul. Wajar, terakhir kali dia ke Jogja, khususnya Malioboro, adalah saat demo Tolak Omnibus Law di Kantor DPRD DIY yang berujung ricuh.

Karena gabut, tak banyak tempat yang bisa dikunjungi, Abdul pun mengajak saya buat masuk rumah hantu. Alasan dia, sih, karena seumur hidup belum pernah masuk ke wahana rumah hantu. Bahkan di pasar malam sekalipun.

Sebagai informasi, di Malioboro ada dua wahana rumah hantu yang lokasinya berada di Gedung Merah, Jalan Malioboro Nomor 11A. Rumah Hantu Malioboro dan Jogja Horor Museum.

jogja horror museum.MOJOK.CO
Harga tiket masuk Jogja Horror Museum hanya Rp25 ribu. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Pengelola berbeda, sensasi yang ditawarkan pun juga berbeda. Konon Rumah Horor Malioboro lebih seram karena terdapat talent alias orang yang berperan sebagai hantu. Harga tiketnya juga lebih mahal, Rp35 ribu per pengunjung.

Iklan

“Kita pilih yang Jogja Horor Museum,” kata Abdul, saat mengetahui harga tiketnya Rp25 ribu.

Membangun nuansa horor di Malioboro lewat atmosfer yang mencekam

Kami pun membeli tiket seharga Rp50 ribu untuk dua orang. Menurut Julian, salah seorang petugas Jogja Horor Museum yang memandu kami, aturan di sini lebih lentur ketimbang Rumah Hantu Malioboro.

Misalnya, pengunjung diperbolehkan mengambil foto asal tanpa flash. Sementara di Rumah Hantu Malioboro, pengunjung tak diperbolehkan mengambil foto karena berbagai alasan.

Julian pun memandu kami ke ruangan lantai satu yang berisi koleksi benda-benda bersejarah. Termasuk barang-barang antik dan benda yang punya nuansa klenik. Salah satunya ada jenglot yang dipajang bawah anak tangga.

“Rahasia perusahaan. Kami nggak mau klaim ini jenglot asli atau palsu. Percaya atau nggak percaya kami kembalikan ke masing-masing. Tapi yang ini jangan difoto ya,” guraunya.

rumah hantu malioboro.MOJOK.CO
Julian yang merupakan lulusan ISI Jogja juga turut menyumbangkan lukisan horor di Jogja Horror Museum, Malioboro. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Sementara lantai dua adalah rumah hantu. Julian bilang, pengunjung tak perlu takut karena tak ada hantu yang bakal mengejar. Sebab, klaimnya, “timnya ingin menciptakan nuansa horor melalui atmosfer yang dibangun.”

“Kami cuma memajang lukisan-lukisan horor. Hantunya pun cuma manekin. Horor yang kami bangun itu dari atmosfernya,” jelasnya.

Julian pun menunggu di lantai satu. Sementara saya dan Abdul, berdua menyusuri wahana rumah hantu di lantai dua.

Atheis… kok takut hantu?

Sebagai informasi, Abdul adalah orang yang skeptis. Ia cukup rasional dan menolak percaya hal-hal yang berbau klenik. Bagi kawan-kawan yang mengenalnya secara dekat, Abdul dianggap “tak percaya tuhan, apalagi demit”.

Namun, ada hal lucu ketika kami mulai memasuki ruangan gelap, yang mana hanya ada lampu-lampu berwarna merah yang menerangi. Langkah Abdul tak seyakin saat awal kami datang. Perlahan ia ragu antara ingin lanjut berjalan ke ruangan lain, atau tidak.

“Ini ada jumpscare-nya nggak ya?,” ujarnya dengan nada ketakutan ketika memasuki ruangan pertama. Ruangan itu hanya berisi satu meja dan dua kursi yang dibiarkan kosong. Tak ada apa-apa.

rumah hantu malioboro.MOJOK.CO
Satu per satu manekin berwujud sosok hantu mulai dijumpai di Jogja Horor Museum, Malioboro. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Pada ruangan kedua, manekin hantu satu per satu kami jumpai. Mulai dari sosok perempuan berdaster putih yang menempel di dinding, kuntilanak merah, hingga sesosok pria dengan muka berantakan yang duduk di kursi pada ruangan ketiga.

Memasuki ruangan keempat, ruangan semakin gelap. Tak ada satupun sumber cahaya. Berjarak dua meter dari tempat kami berdiri, samar-samar terlihat sosok berwarna putih. Menyerupai guling. 

Tiba-tiba, duar! Terdengar suara petir dan lampu mulai berkedip beberapa kali. Sosok samar di hadapan kami terlihat semakin jelas. Orang-orang menyebutnya pocong.

“Astagfirullah. Astagfirullah.”

rumah hantu malioboro.MOJOK.CO
Sosok pocong pertama di Jogja Horor Museum, Malioboro, yang bikin Abdul nyebut nama Tuhan. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Abdul mengucapkannya tanpa henti. Dalam ketakutannya, saya hanya tertawa dan sesekali berbicara dalam hati: “ternyata, bisa juga orang yang mengaku tak percaya Tuhan tapi takut setan”. Abdul tak tahu apa yang saya pikirkan saat itu sampai ia membaca tulisan ini.

Baru permulaan, horor di Malioboro masih akan terus berlanjut

Sejak adanya jumpscare pertama itu, Abdul mempercepat langkahnya. Ia tak memperhatikan ragam sosok di ruangan lain yang lebih seram. Ada nenek-nenek yang sedang mandi di bak kecil, perempuan yang tengah bercermin, hingga perempuan berkebaya yang hanya duduk sambil menatap lukisan.

rumah hantu malioboro.MOJOK.CO
Salah satu sosok yang kami temui di Jogja Horror Museum, Malioboro. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Saya menghitung, setidaknya ada tujuh ruangan yang kami lewati sebelum akhirnya bertemu pintu keluar.

“Bagaimana, udah ketemu poci?,” tanya Julian ketika menjemput kami di pintu keluar. Saya hanya tertawa, sementara Abdul misuh-misuh tanpa henti. Isi buku Sam Harris yang baru ia selesaikan baru-baru ini, buyar seketika di hadapan Jogja Horor Museum Malioboro.

“Ini sebenarnya baru dummy. Masih dalam tahap pengembangan. Perlahan kami bakal kembangin konsep, menaruh robot-robot buat bikin manekinnya tampak hidup sama pakai teknologi tambahan biar makin kerasa aura mencekamnya,” jelas Julian.

Ia juga menjamin, setelah lebaran nanti, ketika kami (mau) datang lagi, Jogja Horor Museum di Malioboro ini bakal dua kali lebih seram. Tertarik mencoba?

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Kengerian Rumah Hantu Trinil di Gamplong Jogja, Wisata Horor dengan Teror Mencekam Bikin Jantungan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 5 Maret 2025 oleh

Tags: hantu malioboroJogjamaliobororumah hantusetan
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Bisnis coffe shop, rumah dekat kafe, jogja.MOJOK.CO
Urban

Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur

26 Februari 2026
5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau Mojok.co
Pojokan

5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau 

25 Februari 2026
Pertama kali merantau ke Jogja: kerja palugada di coffee shop dengan gaji Rp10 ribu MOJOK.CO
Urban

Pertama Kali Merantau ke Jogja: Kerja di Coffee Shop 12 Jam Gaji Rp10 Ribu Perhari, Capek tapi Tolak Pulang karena Gengsi

24 Februari 2026
Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia MOJOK.CO
Esai

Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia

23 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

orang tua.MOJOK.CO

35 Tahun Bekerja Keras demi Anak, tapi Kesepian di Masa Tua karena Dianggap Tak Pernah Hadir untuk Keluarga

24 Februari 2026
kerja di jepang, merantau.MOJOK.CO

Ironi Kerja di Jepang: Banting Tulang Hingga 5 Kali Lebaran Tak Pulang, tapi Setelah Sukses Hasilnya Tak Bisa Dinikmati

23 Februari 2026
Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi MOJOK.CO

Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi

26 Februari 2026
Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala 'Big Tech' MOJOK.CO

Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala ‘Big Tech’

25 Februari 2026
Penerima beasiswa LPDP serba salah, penerima beasiswa LPDP dalam negeri dan LPDP luar negeri diburu

Penerima LPDP Dalam Negeri Terkena Getah Awardee Luar Negeri yang “Diburu” Seantero Negeri, padahal Tak Ikut Bikin Dosa

25 Februari 2026
Tes Kompetensi Akademik, TKA, Stres, orang tua.MOJOK.CO

3 Cara Sukses Hadapi TKA Tanpa Banyak Drama, Orang Tua Wajib Tahu Biar Anak Nggak Stres

25 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.