Sebagai anak kos yang malas masak nasi saat sahur, saya tertarik membeli beras porang instan produk Indomaret. Sayangnya, saya menyesal karena tak sesuai dengan ekspektasi.
***
Di bulan puasa ini, saya selalu menyempatkan diri untuk masak karena saya termasuk picky eater alias suka pilih-pilih makanan. Beberapa hari terakhir, saya suka masak sayur dan menghindari junk food.
Agar tak loyo saat puasa, saya tetap memaksa diri untuk makan karbohidrat setidaknya nasi atau mie. Sialnya, saya selalu menjadikan mie sebagai prioritas utama kalau tidak nafsu makan, walaupun saya sepakat makan mie terus-terusan juga tidak baik. Sementara saya juga malas masak nasi.
Di tengah kebimbangan saya mau sahur apa hari ini? Saya tak sengaja menemukan beras porang instan saat belanja di Indomaret. Namun, rasanya terasa aneh dan masaknya ternyata juga tidak sepraktis itu.
Umbi porang asli Indonesia yang jadi kesukaan orang Jepang
Beras porang berasal dari umbi porang yang merupakan tanaman asli Indonesia. Biasanya, ia tumbuh liar di hutan-hutan Pulau Jawa. Saat zaman penjajahan Jepang tahun 1942, bahan baku ini begitu populer karena mirip dengan tumbuhan A. Konjac yang kini terkenal sebagai makanan diet.
Melansir dari laman resmi Perhutani, Jepang memanfaatkan beras porang sebagai bahan baku logistik terutama sumber makanan selama perang. Bahkan mereka juga mengembangbiakkan porang di sekitar kawasan hutan sebagai sumber penghasilan tambahan untuk petani. Cara menanamnya pun cukup mudah dan tidak membutuhkan banyak peralatan khusus.
Lambat laun, beras porang semakin diminati oleh China dan Jepang sebagai pengganti konjac. Sebab sekitar 2006-2007, China dan Jepang sempat terserang virus yang menyebabkan sulit memproduksi konjac.
Kini, beras porang kembali populer untuk diet dan diproduksi oleh berbagai perusahaan makanan nasional. Contoh, merk Tropicana Slim dari Nutrifood, Fukumi dari PT Asia Prima Konjac, bahkan Indomaret dari PT GITA.
Percobaan memasak Indomaret Beras Porang Instan
Kemasan Indomaret Beras Porang Instan sendiri berwarna hijau dengan logo umbi yang lucu. Di sana juga tertera informasi soal cara memasaknya yang praktis.
“Cukup tuang air panas!” perintahnya dalam kemasan. Karena perintah yang tampak sederhana ini pula saya yang malas memasak nasi jadi tergiur untuk membeli.
Baca Halaman Selanjutnya
Cara memasak beras porang Indomaret ternyata tidak praktis













