Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Mahasiswa UNY Sulit Menjelaskan ke Tetangga soal Kampusnya karena Kurang Populer, Mengaku Kuliah di UGM Biar Mudah Dipahami

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
19 Mei 2025
A A
Mahasiswa UNY Sulit Menjelaskan ke Tetangga soal Kampusnya karena Kurang Populer, Mengaku Kuliah di UGM.MOJOK.CO

Ilustrasi - Mahasiswa UNY Sulit Menjelaskan ke Tetangga soal Kampusnya karena Kurang Populer, Mengaku Kuliah di UGM (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) adalah kampus populer. Setidaknya terlihat dari banyaknya pendaftar yang meningkat tiap tahunnya. 

Per 2024 saja, ada lebih dari 24 ribu siswa mendaftar ke jalur SNBP. Ini menjadikan UNY masuk ke dalam 20 besar kampus di Indonesia dengan pendaftar terbanyak. Tahun ini jumlah pendaftar diperkirakan mengalami peningkatan.

Tak sampai di situ. Beberapa program studi juga menjadi favorit para pendaftar. Sebut saja prodi Manajemen, Psikologi, sampai Ilmu Komunikasi yang tingkat selektivitasnya amat tinggi–menunjukkan tingginya animo pendaftar.

Sialnya, bagi masyarakat desa, nama kampus ini tak begitu populer. Namanya bahkan kalah populer dengan beberapa kampus swasta di Jogja. Sehingga, tak sedikit mahasiswa UNY yang sulit menjelaskannya ke orang tua maupun tetangga terkait tempat kuliah mereka.

Banyak warga desa tak tahu apa itu UNY

“Oh, jengenan kuliah di UGM ya, Mas,” kata beberapa tetangga ketika mengetahui bahwa saya mulai kuliah di Jogja, beberapa tahun silam.

UGM memang menjadi top of mind warga desa. Maka tak heran, ketika mendengar ada pemuda di sana yang kuliah ke Jogja, di benak mereka “pasti di UGM”.

“Bukan, Mbah. Saya di UNY, tetangganya UGM,” jelas saya, singkat. Saya melihat kebingungan mereka.

“UNY itu negeri ya, Mas,” dan diikuti pertanyaan-pertanyaan lain yang berpangkal pada kesimpulan: masyarakat desa banyak yang awam dengan nama kampus eks IKIP Jogja tersebut.

Sebagai warga desa di Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, saya cukup mewajari mengapa masyarakat di sini asing dengan nama UNY. Salah satunya, penetrasi kampus keguruan tersebut ke desa saya memang masih kurang.

Setidaknya, itu terlihat dari program KKN. Sependek yang saya tahu, jarang ada mahasiswa UNY yang menjalankan program KKN di desa saya. Seringnya malah mahasiswa UMY atau kampus swasta lain di Jogja. Kalau UGM, jangan ditanya lagi.

“Kalau UNY sama UMY itu bagusan mana, Mas?” seketika itu juga saya kesulitan memberi jawaban.

Bahkan, nama UNY kalah populer dengan kampus swasta lain di Jogja

Saya pikir, ketidakpopuleran UNY hanya terjadi di desa saya. Tapi ternyata, ada banyak mahasiswa UNY lain yang mengalami masalah serupa. Salah satunya Ian (23), yang berasal dari Pacitan, Jawa Timur.

“Aku kuliah 2019 lalu, dan jujur rada bingung ketika mau menjelaskan ke tetangga-tetangga tempat kuliahku itu kampus apa,” kata dia, saat dihubungi Mojok, Sabtu (17/5/2025). 

“Mereka malah lebih familiar ketika nyebut UAD atau UII, karena banyak yang kuliah ke sana,” imbuhnya.

Iklan

Ian kuliah di salah satu jurusan keguruan UNY. Dan, kalau boleh jujur, …

Baca halaman selanjutnya…

Susah menjelaskan UNY itu di mana, maka mengaku jadi mahasiswa UGM adalah jawabannya.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 20 Mei 2025 oleh

Tags: kuliah di UGMmahasiswa ugmmahasiswa UNYUGMUniversitas Negeri Yogyakartauny
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Honda Supra X 125
Sehari-hari

Maunya Motor Matic, tapi Terpaksa Pakai Supra buat Kuliah di Fakultas “Elite” di UGM demi Menyenangkan Ayah

24 Februari 2026
PGPAUD, Guru PAUD.MOJOK.CO
Edumojok

Nekat Kuliah di Jurusan PGPAUD UNY demi Wujudkan Mimpi Ibu, Setelah Lulus Harus ‘Kubur Mimpi’ karena Prospek Kerja Suram

19 Februari 2026
Lulusan S1 UGM bikin skripsi soal perumahan rakyat di Belanda. MOJOK.CO
Edumojok

Skripsi tentang Perumahan Rakyat di Belanda vs Indonesia bikin Saya Lulus dari UGM dengan Predikat Cumlaude

18 Februari 2026
GoCar Instant di RSUP Sardjito Anti Ribet: Jawaban Buat Kamu yang Ingin Cepat, Murah, dan Tetap Aman di Jalan.MOJOK.CO
Urban

GoCar Instant di RSUP Sardjito Anti Ribet: Jawaban Buat Kamu yang Ingin Cepat, Murah, dan Tetap Aman di Jalan

12 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pekerja gila Surabaya yang melamun di Danau UNESA. MOJOK.CO

Danau UNESA, Tempat Pelarian Pekerja Surabaya Gaji Pas-pasan dan Gila Kerja. Kuat Bertahan Hanya dengan Melamun

24 Februari 2026
Yamaha Mio Sporty 2011 selalu mogok di Jogja. MOJOK.CO

Salut dengan Ketahanan Yamaha Mio Sporty 2011, tapi Maaf Saya Sudah Tak Betah dan Melirik ke Versi Baru

20 Februari 2026
Ramai, 'Cukup Aku Saja yang WNI': Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia MOJOK.CO

Ramai, ‘Cukup Aku Saja yang WNI’: Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia

20 Februari 2026
Takjil bingka dari Kalimantan

Seloyang Bingka di Jogja: Takjil dari Kalimantan yang Menahan Saya agar Tetap “Hidup” di Perantauan

23 Februari 2026
Makan bersama sia-sia: niat kumpul keluarga, tapi bikin ortu kesepian karena anak-anak sibuk main hp sampai tak nyahut saat diajak bicara MOJOK.CO

Kumpul Keluarga Justru bikin Ortu Makin Kesepian dan Terabaikan, Anak Sibuk sama HP dan Tak Saling Bicara

25 Februari 2026
Ironi bapak kerja habis-habisan 60 jam agar anak tak susah finansial. Tapi peran sebagai ayah dipertanyakan karena anak mengaku fatherless MOJOK.CO

Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

26 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.