Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Bidikan

Pilu di Balik Atraksi Topeng Monyet Ekor Panjang, Hari-hari Diburu, Disiksa, hingga Terancam Punah

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
15 Desember 2025
A A
Peringatan Hari Monyet Ekor Panjang Sedunia di Jogja. MOJOK.CO

Aksi Peduli Monyet dan Animal Friends Jogja menggelar teatrikal guna memperingati Hari Monyet Sedunia. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Membidik Cerita: Di Jogja, perdagangan monyet ekor panjang masih marak dan dilakukan secara terbuka. Hewan primata yang dianggap lucu saat memakai topeng, mengendarai sepeda, dan membawa payung itu sebenarnya tersiksa hingga terancam punah tanpa perlindungan.

***

teatrikal topeng monyet. MOJOK.CO
Seniman pantomim melakukan atraksi topeng monyet di pinggir jalan. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Hujan yang menyelimuti Kota Jogja pada Minggu (14/12/2025) tak menghentikan tekad sejumlah aktivis dari Aksi Peduli Monyet dan Animal Friends Jogja mendorong regulasi larangan perdagangan monyet. Bagi mereka, buruknya cuaca di Kota Jogja pagi itu tak sebanding dengan ulah manusia yang masih memperdagangkan monyet dan satwa liar.

Alat topeng monyet. MOJOK.CO
Peralatan dari atraksi topeng monyet di Cirebon yang dirampas karena jual-beli monyet. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Hingga hari mulai cerah, Aksi Peduli Monyet dan Animal Friends Jogja tak berhenti mengungkap bahwa masih banyak perdagangan monyet dan satwa liar yang dijual secara terbuka. Praktik itu biasa mereka jumpai saat mengelilingi pasar-pasar hewan di Jogja. Lebih dari itu, proses memperjual-belikan monyet itu pun tak kalah kejam.

Iklan
Poster larangan perdagangan monyet. MOJOK.CO
Poster bertuliskan “Dipisahkan dari ibunya secara paksa dengan membunuh! Dipamerkan publik figur sebagai satwa peliharaan membuat perdagangan satwa liar makin tak terkendali.” (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Padahal, monyet ekor panjang termasuk hewan yang statusnya terancam punah sejak Maret 2022. Daftar Merah Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) menetapkan kondisi hewan tersebut masuk kategori genting akibat perburuan dan hilangnya habitat. Namun, hingga saat ini ia belum terdaftar sebagai satwa yang dilindungi.

Seniman berinteraksi dengan penumpang becak. MOJOK.CO
Berinteraksi dengan warga di jalan yang sedang asyik menikmati Kota Jogja. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Seniman pantomim Wanggi Hoed berujar tubuh monyet ekor panjang mestinya tak pantas dijadikan sebagai objek hiburan hingga mengalami kekerasan. Sebagai seorang seniman yang mempelajari sekaligus mempraktikkan perilaku hewan primata tersebut, Wanggi tahu betul tersiksanya ia saat dipaksa melakukan atraksi topeng monyet. 

“Semasa kecil banyak dari kita mungkin menganggap bahwa atraksi itu lucu, bawa topeng, payung, sepeda motor mini, egrang. Sekilas memang menghibur, tapi saat kelas 5 SD saya baru sadar, di balik topeng tersebut, hewan itu mendapat penyiksaan dari pawangnya. Dia dipecuti hingga ditarik-tarik lehernya,” ucap Wanggi.

gendang
Gendang hasil rampasan aktivis hewan dari pawang monyet di Bandung. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Bahkan saat melakukan atraksi monyet di depan Museum Sonobudoyo dalam rangka memperingati Hari Monyet Sedunia, Wanggi mengaku syok karena masih ada yang memberinya uang dari teatrikal tersebut. Artinya, masyarakat menganggap bahwa tindakan menyiksa dan mengeksploitasi itu adalah hal yang lumrah.

“Aksi teatrikal yang saya dan teman-teman lakukan tadi menunjukkan bahwa ini adalah ujian prikemanusiaan kita, prikebinatangan kita sebagai makhluk hidup.” Ucap Wanggi.

Aksi peduli monyet. MOJOK.CO
Aksi Peduli Monyet dan Animal Friends Jogja guna memperingati Hari Monyet Sedunia di kawasan Titik Nol Jogja pada Minggu (14/12/2025) pagi. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Para aktivis hewan sepakat, monyet ekor panjang yang statusnya terancam punah tak boleh diperdagangkan, dieksploitasi, bahkan disiksa. Oleh karena itu, mereka terus mendorong Pemerintah Kota Jogja agar mengeluarkan regulasi pelarangan perdagangan terhadap monyet.

Fotografer: Aisyah Amira Wakang
Redaktur: Muchamad Aly Reza

LIHAT JUGA: Hari-hari Sepi Para Pemilik Kios Buku Bekas di Jalan Kahar Muzakir Yogyakarta atau konten Membidik Cerita (foto jurnalistik) Mojok lainnya di rubrik Bidikan

Terakhir diperbarui pada 15 Desember 2025 oleh

Tags: aksi peduli monyetanimal friends jogjaHari Monyet SeduniaJogjaMonyetmonyet ekor panjangperdagangan monyet
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Artikel Terkait

Orang Madura sudah banyak kena stigma buruk di Surabaya dan Jogja. Terselamatkan berkat dua hal MOJOK.CO
Ragam

2 Hal Sederhana yang Selamatkan Wajah Madura Kami dari Stigma Buruk Maling Besi, Penadah Motor Curian, hingga Tukang Pungli

28 Januari 2026
Sungai Progo, Tragedi Sungai Sempor Tak Perlu Terjadi Jika Manusia Tidak Meremehkan Alam dan Menantang Takdir MOJOK.CO
Aktual

Izin Tambang Sungai Progo Masih Mandek dengan “Aturan Jadul”

28 Januari 2026
Pemuda Solo bergaya meniru Jaksel bikin resah MOJOK.CO
Ragam

Saat Pemuda Solo Sok Meniru Jaksel biar Kalcer, Terlalu Memaksakan dan Mengganggu Solo yang Khas

28 Januari 2026
Menyesal pindah ke Jogja, sama saja dengan Jakarta. MOJOK.CO
Catatan

Kesialan Bertubi yang Bikin Saya Merenung dan Nyaris Menyesal Pindah ke Jogja yang Penuh dengan Kebohongan

27 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

cerita fresh graduate magang di kemkomdigi dapat gaji magang layak. MOJOK.CO

Pengalaman Fresh Graduate Magang di Instansi Pemerintah Kemkomdigi, Dapat Gaji Setara UMP tapi Harus Benar-benar Siap Kerja

23 Januari 2026
Pelatihan kerja untuk calon pekerja migran di Jogja. MOJOK.CO

Skill yang Harus Kamu Kuasai sebagai Pekerja Migran “Elite” agar Nggak Dipandang Sebelah Mata

25 Januari 2026
Potensi Sebenarnya Gudeg Jogja Dibunuh oleh Branding Wisata (Unsplash)

Potensi Besar Gudeg Jogja Mati karena Branding Makanan Khas Jogja yang Cuma Dikenal Sebagai Makanan Serba Manis

23 Januari 2026
main gim daring.MOJOK.CO

Saat Healing Malah Jadi Toxic: Kecanduan Gim Bisa Bikin Mental dan Fisik Anak Muda Awut-awutan

28 Januari 2026
Tidak seluruh pekerja judol di Kamboja adalah korban. MOJOK.CO

Berhenti Meyakini Semua Pekerja Judol di Kamboja Itu Korban. Toh, Sebagian Memang Menikmati Jadi Pelaku

28 Januari 2026
Orang Madura sudah banyak kena stigma buruk di Surabaya dan Jogja. Terselamatkan berkat dua hal MOJOK.CO

2 Hal Sederhana yang Selamatkan Wajah Madura Kami dari Stigma Buruk Maling Besi, Penadah Motor Curian, hingga Tukang Pungli

28 Januari 2026

Video Terbaru

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

28 Januari 2026
Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

27 Januari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Tawa yang Tidak Sepenuhnya Bercanda

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 2): Strategi Biar Bisa Jadi Guru Besar

24 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.