Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

Upaya-upaya Mencegah Ramalan “Selat Muria Muncul Lagi” Setelah Menghilang 300 Tahun, Banjir Demak dan Bencana Lain pun akan Berkurang di Masa Mendatang

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
27 Maret 2024
A A
Selat Muria Mustahil Muncul Lagi MOJOK.CO

Ilustrasi - Banjir Demak mustahil sebabkan kemunculan Selat Muria. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Banjir dahsyat yang nyaris menenggelamkan Demak, Jawa Tengah dan sekitarnya dalam dua pekan terakhir di Maret 2024 ini memang menjadi momok tersendiri. Lebih-lebih ketika ada yang menghubung-hubungkannya dengan kembalinya Selat Muria.

Merinding, ngeri, dan putus asa adalah perasaan-perasaan yang menyeruak pada orang-orang Demak dan sekitarnya. Pasalnya, jika memang Selat Muria kelak akan muncul lagi, maka otomatis mereka akan “terusir” dari rumah yang telah mereka tempati selama bertahun-tahun.

Ketakutan tersebut tentu beralasan. Sebab, banjir Demak pada Maret 2024 ini memang terbilang dahsyat. Tercatat sebanyak 13.027 jiwa yang terdampak banjir Demak, 230 rumah ibadah, tiga pasar, 143 fasilitas pendidikan, 15 sarana kesehatan, dan masih banyak lagi kerugian lainnya. Data tersebut sebagaimana merujuk pada laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 24 Maret 2024.

Selat Muria sendiri konon merupakan selat yang memisahkan antara daratan utara Jawa Tengah dengan Gunung Muria pada masa 300 tahun silam. Selat Muria disebut-sebut muncul lagi menyusul potret satelit banjir Demak 2024 yang polanya menyerupai citra satelit Selat Muria pada abad 7 M dan abad 16 M.

Belum lagi narasi-narasi mistik yang mengaitkan antara banjir Demak, Selat Muria, dan Ramalan Jayabaya. Bertambah ngeri lah korban banjir Demak membayangkan hari depan.  Namun, sejumlah pakar dan akademisi membantah prediksi bahwa Selat Muria bakal muncul lagi di masa mendatang.

Selat Muria kecil kemungkinan muncul lagi

Pengamat lingkungan sekaligus dosen Teknik Lingkungan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Wahid Dianbudiyanto menyebut bahwa banjir Demak terjadi lantaran dua masalah utama.

Pertama, jelas karena curah hujan yang tinggi, Kemudian yang kedua adalah masalah drainase yang membuat tanggul Sungai Wulan jebol. Jika dilihat dari kacamata tersebut (tidak dari kacamata mistis), tentu ada solusi logis untuk mencegahnya agar tak terulang di masa mendatang.

“Kemungkinan Selat Muria muncul lagi itu sangat kecil. Sebab, proses geologi yang masih berlangsung hingga saat ini,” jelas Wahid mengutip dari website resmi UNAIR Surabaya, Rabu (27/3/2024).

“Seperti erosi dari lajur Perbukitan Kendeng dan Perbukitan Rembang yang membawa sedimen yang tinggi,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Dosen Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM, Salahuddin Husein.

Melengkapi penjelasan Wahid, Husein menyebut bahwa banjir yang berulang di Demak dan sekitarnya malah akan menjadikannya sebagai wilayah dataran rendah. Hal tersebut tidak lepas dari proses sedimentasi yang pada umumnya berlangsung saat banjir.

Hasil sedimentasi tersebut menghasilkan endapan sedimen yang kemudian mengumpul sebagai dataran limpasan banjir.

Wilayah Demak dan sekitarnya, kata Husein, pada dasarnya merupakan dataran rendah hasil dari sedimentasi banjir dari Sungai Tuntang, Sungai Serang, dan Sungai Juwana. Dengan kata lain, Selat Muria menghilang dan menjadi dataran rendah seperti saat ini karena banjir di ketiga sungai tersebut.

“Secara geologis tidak usah khawatir Demak dan sekitarnya akan jadi laut lagi karena banjir yang berulang ini membawa sedimen yang membentuk dataran rendah,” beber Husein melalui keterangan tertulis di website resmi UGM.

Iklan

Upaya mencegah munculnya “Selat Muria”

Seperti yang Wahid singgung sebelumnya, setidaknya ada dua faktor yang ia soroti terkait penyebab banjir Demak. Yakni curah hujan tinggi dan buruknya sistem drainase, di samping faktor-faktor penyebab banjir Demak yang lain.

“Untuk mencegah banjir terus terjadi ada beberapa langkah yang perlu diperbaiki. Langkah tersebut utamanya adalah perbaikan sistem drainase, pengelolaan sampah, pertimbangan pembangunan berkelanjutan, dan upaya penghijauan,” jelas Wahid.

Selain itu, yang tak kalah penting dalam upaya mencegah terulangnya banjir Demak menurut Wahid adalah pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Bagian ini, kata Wahid, harus menjadi komitmen utama para pemangku kebijakan dan juga masyarakat.

Sebab, jika pengelolaan lingkungan berjalan dengan baik dan memperhatikan aspek keberlanjutan. maka tak hanya banjir, bencana-bencana lain seperti tanah longsor, erosi, hingga kekeringan pun akan sangat berkurang. Dengan begitu, masyarakat Demak dan sekitarnya tak perlu khawatir soal spekulasi munculnya “Selat Muria” lagi.

Mendesain ulang tanggul sungai Demak

Curah hujan yang tinggi dan terus-menerus berpotensi meningkatkan debit air di wilayah hulu sungai. Hal tersebut sudah barangtentu akan menimbulkan banjir ekstrem dan butuh waktu berhari-hari untuk surut. Ini adalah bagian yang, kata Husein, harus dipahami lebih dulu.

Untuk mengatasinya, Husein memandang pemerintah perlu mengkaji ulang kapasitas tanggul sungai di Demak dan sekitarnya. Menurut Husein, harus ada penyesuaian kapasitas tanggul dengan asumsi terjadinya banjir ekstrem seperti di Demak.

Dengan begitu, harapannya sungai-sungai tersebut mampu membawa lebih banyak lagi debit air hujan tanpa harus menyebabkan banjir.

“Upaya normalisasi sungai memang sudah dilakukan, tetapi kedepan perlu dilakukan redesain dengan menyesuaikan kondisi saat ini,” ujar Husein.

Dan yang tak kalah penting, lanjut Husein, adalah adanya upaya pengawasan dan perawatan secara berkala terhadap tanggul. Langkah ini bertujuan untuk mencegah tanggul longsor di sejumlah titik yang bisa menyebabkan pendangkalan sungai. Sebab, pendangkalan sungai akan mengakibatkan kapsitas tanggul menjadi berkurang.

Reporter: Muchamad Aly Reza
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Kos di Surabaya Mengerikan, Maling Motor “Dipersilakan” Nyolong Begitu Saja

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

 

 

 

 

 

 

 

 

Terakhir diperbarui pada 28 Maret 2024 oleh

Tags: banjir demakdemakjawa tengahpilihan redaksiselat muria
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Parijoto, pecel pakis, hingga lalapan kelor. Khazanah kuliner di Desa Colo yang erat dengan dakwah Sunan Muria MOJOK.CO
Lipsus

Rasa Sanga (2): Sajian Parijoto, Pecel Pakis, dan Lalapan Kelor di Desa Colo yang Erat dengan “Syiar Alam” Sunan Muria

27 Februari 2026
Gen Z photobox di Tugu Jogja
Urban

Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO

27 Februari 2026
KIP Kuliah di Jogja.MOJOK.CO
Edumojok

Ironi Penerima KIP Kuliah di Jogja: Uang Beasiswa Habis Buat Bayar Utang Keluarga, Rela Makan Rp20 Ribu per Hari Demi Tak Putus Kuliah

27 Februari 2026
UMR Jakarta, merantau ke jakarta, kerja di jakarta.MOJOK.CO
Urban

Modal Ijazah S1, Nekat Adu Nasib ke Jakarta: Sudah Bikin Syukuran karena Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Pertama Belum Turun

26 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Makan bersama sia-sia: niat kumpul keluarga, tapi bikin ortu kesepian karena anak-anak sibuk main hp sampai tak nyahut saat diajak bicara MOJOK.CO

Kumpul Keluarga Justru bikin Ortu Makin Kesepian dan Terabaikan, Anak Sibuk sama HP dan Tak Saling Bicara

25 Februari 2026
MBG untuk sahur dan berbuka di bulan Ramadan

Sahur dengan MBG, Nilai Gizinya Lebih Cocok untuk Mahasiswa ketimbang Anak Sekolah

24 Februari 2026
Honda Scoopy, Motor Busuk yang Bikin Konsumen Setia Kecewa (Wikimedia Commons)

Karena Cinta dan Setia, Rela Membeli 11 Motor Honda tapi Berakhir Kecewa karena Honda Scoopy Hanya Jual Tampang tapi Mesinnya Menyedihkan

25 Februari 2026
Curhat Jadi Ketua RT: Pekerjaan Kuli yang Dibalut Keikhlasan MOJOK.CO

Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya

27 Februari 2026
Mie ayam surabaya untuk quality time. MOJOK.CO

Makan Mie Ayam, “Quality Time” Orang Surabaya dan Balas Dendam Terbaik untuk Melampiaskan Getirnya Hidup

25 Februari 2026
Takjil bingka dari Kalimantan

Seloyang Bingka di Jogja: Takjil dari Kalimantan yang Menahan Saya agar Tetap “Hidup” di Perantauan

23 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.