Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

Keindahan Semu di Kaki Gunung Semeru

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
21 November 2025
A A
Keindahan Semu di Kaki Gunung Semeru, Lumajang saat erupsi. MOJOK.CO

ilustrasi - erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Keindahan Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur tak bisa ditawar. Ia sering menjadi rujukan wisatawan maupun pendaki terutama saat libur panjang. Namun tak bisa dipungkiri, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu dapat memberikan “luka” selain kebahagiaan, khususnya saat erupsi.

***

Panorama alam Gunung Semeru, Lumajang yang memukau membuat warga lokal maupun pendatang ingin menikmati suasana itu secara langsung. Mulai dari kemegahan puncak Mahameru, Padang Bunga Oro-oro Ombo, keanekargaman hayati di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, serta danau-danau indah seperti Ranu Kumbolo dan Ranu Regulo. 

Namun di balik keindahannya, Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu juga memberikan “luka” terutama saat ia mengeluarkan magma ke permukaan bumi (erupsi). Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Lumajang mencatat sebanyak 807 jiwa terdampak di Pronojiwo dan 156 jiwa di Candipuro akibat erupsi Gunung Semeru per Jumat (21/11/2025). 

Kini, status Gunung Semeru naik menjadi level IV (Awas) di mana aktivitas vulkanik meningkat disertai luncuran material dan asap pekat dari puncak. Akibatnya, 21 rumah di kamar A hilang tersapu lahar, akses jalan tertutup, dan SDN Supiturang 02 mengalamai kerusakan berat.

Erupsi Gunung Semeru menghilangkan mata pencaharian warga

Saat mendengar kabar aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat drastis pada Rabu (19/11/2025), Kuswantoro (39) selaku relawan MDMC langsung bergegas ke berbagai titik terdampak. Ia dan timnya bertugas melakukan assessment, serta berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Sejak saya menjadi relawan Muhammadiyah tahun 2020, bencana ini memang selalu terjadi hampir tiap tahun,” kata Kuswantoro saat dihubungi Mojok, Jumat (21/11/2025).

Menurut Kuswantoro korbannya saat ini pun masih sama, warga Lumajang di wilayah zona merah yang sebetulnya sudah punya hunian tetap di zona aman, dan pernah mengalami kejadian serupa pada tahun 2022. Namun, Kuswantoro tak bisa sekonyong-konyong menyalahkan mereka yang akhirnya kembali menempati zona merah, karena terdesak kondisi ekonomi.

“Kami menyadari bahwa pekerjaan utama mereka ini kan kebanyakan tambang, petani, peternak, yang banyak bekerja di kawasan zona merah. Kadang-kadang, mereka harus memberi pakan hewan seperti sapi dan kambing di kandang. Tidak bisa di hunian tetap mereka,” kata Kuswantoro.

“Nah, mungkin ini tugas pemerintah agar tak hanya memberikan hunian layak tapi juga menjamin mata pencaharian mereka,” lanjutnya.

Menghancurkan sekolah

Selain menerjang rumah-rumah warga, material erupsi Gunung Semeru juga meluluhlantakkan SDN Supiturang 02 di Jalan Sumbersari, Lumajang. Tak satu pun dindingnya tersisa, semuanya tersapu banjir lahar yang membawa batu, pasir, dan material vulkanik panas.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tapi seluruh kegiatan belajar siswa jadi terhambat. Tak hanya itu, Kuswantoro menjelaskan hancurnya SDN Supiturang 02 akibat erupsi Gunung Semeru juga memberikan duka, baik kepada siswa maupun orang tua.

“Oleh karena itu, Muhammadiyah melalui MDMC dan Lazismu akan melakukan terapi psikososial yang sudah kami komunikasikan dengan lembaga daerah terkait, kepada siswa-siswa dan sekolah yang terdampak,” kata Kuswantoro.

“Rencanannya akan kami lakukan segera pada Senin (24/11/2025),” lanjutnya.

Iklan

Sebetulnya, kata Kuswantoro, masyarakat Lumajang saat ini jauh lebih siap dalam menghadapi bencana, sebab mau tidak mau mereka tinggal di wilayah rawan. Lewat berbagai sosialisasi tentang edukasi bencana, mereka sudah lebih sigap dalam melakukan mitigasi.

“Mereka sudah paham kalau mau lari ke mana, lalu mencari tempat tinggal yang bisa dihuni sementara ke mana? Misalnya ada yang ke rumah saudara jauh atau ke posko-posko yang sudah tersedia. Bahkan siang ini tadi posko kami terbilang sepi, nggak banyak yang datang,” tuturnya.

Belajar dari bencana

Sebagai warga asli Lumajang yang sejak kecil tinggal di panti asuhan Muhammadiyah, Kuswantoro setidaknya ingin bemanfaat untuk orang-orang di sekitarnya. Dalam pekerjaannya menjadi relawan, ia bisa membantu mengevakuasi warga, memberikan layanan kesahatan lewat program sosial Muhammadiyah, hingga berdonasi.

“Seperti yang tertuang dalam Surat Al-Ma’un (salah satu surat terpopuler di Al-Qur’an bagi kalangan warga Muhammadiyah) dan sering diajarkan oleh Kiai Dahlan. Bahwa hidup manusia harus berbuat tauhid dan bermasyarakat,” kata Kuswantoro.

Dari bencana erupsi Gunung Semeru ini, Kuswantoro pun makin menyadari tugas penting manusia sebagai  khalifah fil ardh atau pemimpin di muka bumi. Bencana ini, kata dia, mengingatkan manusia agar terus mengelola dan memelihara alam semesta.

“Gunung Semeru memang indah, tapi ia juga mengajarkan kita agar tidak serakah dan tak lupa menjaga alam agar kebaikan semesta juga berdampak pada kita,” ujar Kuswantoro. 

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Gunung Marapi hingga Merapi, Pendaki Nekat di Gunung Berstatus Waspada hingga Siaga Masih Terus Terjadi atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 21 November 2025 oleh

Tags: bencana alamErupsi SemeruGunung Semerugunung tertinggi di JawalumajangMDMCMuhammadiyah
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Artikel Terkait

Muhammadiyah larang pakai AI berlebihan. MOJOK.CO
Ragam

AI Mengancam Orang Malas Berpikir, Tak Sesuai dengan Ajaran Muhammadiyah

29 Januari 2026
Pesan Muhammadiyah untuk perbaiki salat. MOJOK.CO
Catatan

Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan

29 Januari 2026
Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO
Kampus

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026
Bahayanya Cadangan Pangan Beras Jika Tak Dikelola Saat Bencana Sumatra. MOJOK.CO
Ragam

Pentingnya Cadangan Pangan Beras di Daerah agar Para Pimpinannya Nggak Cengeng Saat Darurat Bencana

8 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

250 orang ikuti operasi katarak gratis di RS Visindo Jakarta. MOJOK.CO

Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis

31 Januari 2026
Operasi Modifikasi Cuaca dari BMKG Difitnah Jadi Pemicu Banjir. MOJOK.CO

Operasi Modifikasi Cuaca Mustahil Bikin Banjir, Teknologi Manusia Saja Belum Mampu Mengatasi Semesta Bekerja

28 Januari 2026
Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

27 Januari 2026
5 Motor Honda yang Sebaiknya Tidak Diproduksi dan Tidak Pernah Ada, Kepikiran pun Harusnya Tidak

5 Motor Honda yang Sebaiknya Tidak Diproduksi dan Tidak Pernah Ada, Kepikiran pun Harusnya Tidak

25 Januari 2026
KA Airlangga, KA Taksaka, Pengalaman 22 Jam Naik Kereta Api Membelah Pulau Jawa MOJOK.CO

Sebagai “Alumni” KA Airlangga, Naik KA Taksaka Ibarat “Pengkhianatan Kelas” yang Sesekali Wajib Dicoba Untuk Kesehatan Mental dan Tulang Punggung 

30 Januari 2026
Users kereta api ekonomi Sri Tanjung kaget saat pertama kali naik KA Jaka Tingkir New Generation dalam perjalanan Jogja-Jakarta MOJOK.CO

Users Sri Tanjung Kaget saat Pertama Kali Naik KA Jaka Tingkir: Kereta Api Ekonomi Nggak Kayak Ekonomi, Malu karena Jadi Kampungan

27 Januari 2026

Video Terbaru

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

28 Januari 2026
Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

27 Januari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Tawa yang Tidak Sepenuhnya Bercanda

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 2): Strategi Biar Bisa Jadi Guru Besar

24 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.