Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

Pernikahan Arwah, Film Horor Segar yang Kental dengan Budaya Tionghoa

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
29 Januari 2025
A A
pernikahan arwah.MOJOK.CO

Pernikahan Arwah, Film Horor Segar yang Kental dengan Budaya Tionghoa (dok. Entelekey Media)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pernikahan Arwah (The Butterfly House) menjadi film horor yang mengangkat tradisi budaya Tionghoa. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 27 Februari 2025 mendatang.

***

Ada angin segar dalam skena film horor lokal. Jika sebelumnya layar perak banyak dihiasi oleh film horor yang kental dengan nuansa Jawa, Pernikahan Arwah (The Butterfly House) hadir dalam kemasan yang berbeda.

Film garapan Entelekey Media Indonesia dan Relate Films hadir dengan menggabungkan elemen tradisi Tionghoa dan nuansa horor. Film ini juga menghadirkan sebuah kisah cinta yang tragis dengan misteri arwah leluhur sebagai latar ceritanya. 

Menjawab keingintahuan penonton akan budaya Tionghoa

Pernikahan Arwah disutradarai oleh  Paul Agusta. Ia merupakan sineas yang mendireksi beberapa film seperti Kisah Dua Jendela (2018) dan Onde Mande (2023).

Sementara unjuk jajaran cast, film ini dibintangi Morgan Oey (sebagai Salim), Zulfa Maharani (Tasya), Jourdy Pranata (Febri), dan jajaran aktor lain seperti Verdi Solaiman hingga Puty Sjahrul.

pernikahan arwah.MOJOK.CO
Morgan Oey menjadi pemeran utama dalam film ini. (dok. Entelekey Media)

Sang sutradara, Paul Agusta, menyebut Pernikahan Arwah siap menjadi salah satu film horor yang paling dinantikan di awal 2025. 

Film ini memusatkan cerita pada tradisi pernikahan arwah dalam budaya Tionghoa. Dalam tradisi Tionghoa, pernikahan arwah disebut “Minghun”, yang mana mempelai dari prosesi pernikahan ini adalah orang yang sama-sama sudah meninggal, atau orang yang sudah meninggal menikah dengan orang yang masih hidup.

“Film ini mengkombinasikan tradisi budaya dengan elemen horor yang sarat akan emosi,” kata Paul Agusta, dalam keterangan tertulis yang diterima Mojok.

Ia berharap cerita ini tidak hanya menyajikan pengalaman menonton yang intens. Tetapi juga menggugah rasa ingin tahu terhadap aspek-aspek budaya Tionghoa yang jarang diangkat. 

Tradisi unik pernikahan arwah

Dalam tradisi Tionghoa, orang-orang percaya bahwa jiwa yang telah meninggal memiliki kebutuhan yang sama dengan manusia yang masih hidup. 

Oleh karenanya, keluarga yang masih hidup akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan leluhur atau kerabat yang meninggal terdahulu. Salah satunya, melalui pernikahan arwah. 

Banyak literatur menyebut, tradisi yang sudah berlangsung selama 3.000 tahun ini awalnya diperuntukkan bagi orang yang sama-sama sudah meninggal. Namun, dalam perkembangannya, pernikahan arwah juga bisa dilakukan antara orang yang sudah meninggal dengan yang masih hidup.

Untuk praktiknya, dalam upacara pernikahan biasanya ada nisan kedua mempelai dan sebuah perjamuan. Keluarga pengantin juga akan meminta mahar seperti perhiasan, pelayan, bahkan rumah mewah. Namun, semuanya dalam bentuk kertas.

Iklan

Bagian yang paling penting dalam prosesi pernikahan arwah adalah menggali tulang-tulang mempelai perempuan dan menempatkannya di dalam kubur sang mempelai pria.

Film ini mengangkat sisi lain dari tradisi ini.

Pengalaman baru para pemeran

Pemeran utama film ini, Zulfa Maharani, bercerita tentang tantangan emosional yang ia alami dalam menghidupkan karakter Tasya. Baginya, Tasya adalah karakter yang tidak hanya menghadapi teror fisik, tetapi juga batin. 

Alhasil, peran Tasya memberinya kesempatan untuk mengeksplorasi sisi emosional yang lebih dalam. 

“Terutama dalam menghadapi sesuatu yang tak terlihat namun sangat terasa. Saya harap penonton bisa merasakan ketegangan dan kompleksitas emosi yang Tasya alami,” ujarnya.

pernikahan arwah.MOJOK.CO
Zulfa Maharani bercerita tentang tantangan emosional yang ia alami dalam menghidupkan karakter Tasya. (dok. Entelekey Media)

Sementara Morgan Oey, yang berperan sebagai Salim, mengungkapkan kedekatannya dengan para pemain lain selama proses produksi. Menurutnya, kerja sama selama syuting membuat dia menjadi lebih sehingga chemistry yang tercipta pun lebih cepat.

“Dan itu sangat membantu saya dalam menciptakan chemistry yang natural di layar.”  

Ada pula Jourdy Pranata turut berbagi pengalamannya selama proses syuting dan refleksinya terhadap budaya yang diangkat dalam film ini. 

“Peran ini membuka pandangan baru bagi saya tentang bagaimana tradisi lama tetap hidup dalam keluarga modern. Saya merasa beruntung bisa terlibat dalam sebuah karya yang membawa unsur budaya dengan cara yang unik,” kata Jourdy.

Tayang 27 Februari 2025

Teaser trailer Pernikahan Arwah kini sudah dapat disaksikan di kanal YouTube Entelekey Media Indonesia dan Instagram resmi @entelekeymediaid. 

Dalam teaser trailer berdurasi kurang dari semenit, penonton diajak untuk melihat gambaran sebuah rumah tua penuh misteri. 

Tempat itu menjadi latar dari teror supranatural yang mengancam keselamatan para karakter. 

Visual gelap dan musik intens yang mengiringi teaser ini, membangkitkan rasa penasaran mengenai rahasia kelam yang tersembunyi di dalam rumah tersebut. 

Pernikahan Arwah mulai tayang di bioskop pada 27 Februari 2025 mendatang.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Film dan Series Indonesia Isinya Selalu Adegan Panas nan Erotis, Tapi Itu Bukan Berarti Mesum atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 29 Januari 2025 oleh

Tags: film barufilm horor. pernikahan arwah
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

No Content Available
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali

27 Februari 2026
User bus ekonomi Sumber selamat pertama kali makan di kantin kereta api. Termakan ekspektasi sendiri MOJOK.CO

User Bus Sumber Selamat Pertama Kali Makan di Kantin Kereta, Niat buat Gaya dan Berekspektasi Tinggi malah Berakhir Meratapi

25 Februari 2026
Parijoto, pecel pakis, hingga lalapan kelor. Khazanah kuliner di Desa Colo yang erat dengan dakwah Sunan Muria MOJOK.CO

Rasa Sanga (2): Sajian Parijoto, Pecel Pakis, dan Lalapan Kelor di Desa Colo yang Erat dengan “Syiar Alam” Sunan Muria

27 Februari 2026
Mudik ke desa pakai motor setelah bertahun-tahun merantau di kota seperti Jakarta jadi simbol perantau gagal MOJOK.CO

Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga

26 Februari 2026
Gagal seleksi CPNS dan tidak tembus beasiswa LPDP untuk kuliah S2 di luar negeri pilih mancing, dicap tidak punya masa depan oleh keluarga MOJOK.CO

Gagal LPDP dan Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Nemu Rasa Tenang meski Dicap Tak Punya Masa Depan

22 Februari 2026
lulusan LPDP, susah cari kerja.MOJOK.CO

Curhatan Alumni LPDP yang Merasa “Downgrade” Ketika Balik ke Indonesia, Susah Cari Kerja Hingga Banting Setir demi Bertahan Hidup

23 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.