Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Perempuan dalam Politik: Butuh Lebih dari Sekadar Afirmasi 30 Persen

Kenia Intan oleh Kenia Intan
10 Agustus 2023
A A
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DIY Erlina Hidayati (Dok: Mojok)

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DIY, Erlina Hidayati, dalam Launching "Kanal Suara Politik perempuan: Seri Daerah Istimewa Yogyakarta" yang berlangsung di Auditorium FISIP UGM, Kamis (10/8/2023)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Keluarga adil gender

Dukungan dari keluarga menjadi salah satu faktor yang menentukan keterlibatan perempuan dalam berpolitik maupun dalam menjadi pemimpin. Pengamatan dan pengalaman Erlina selama ini, politisi perempuan yang berlaga di ranah politik biasanya tumbuh dari keluarga yang adil gender. Baik dari keluarga perempuannya sendiri maupun keluarga pasangan.

Itu mengapa, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY menjadikan pola asuh dalam keluarga sebagai salah satu fokus program. Mereka berupaya membentuk keluarga berkualitas melalui pola asuh yang berkeadilan gender.

“Itu mengapa kita dorong terus di DIY pola pengasuhan dalam keluarga,” jelas dia dalam Launching “Kanal Suara Politik Perempuan: Seri Daerah Istimewa Yogyakarta” yang berlangsung di Auditorium FISIP UGM, Kamis (10/8/2023). Harapannya, dengan adanya perhatian terhadap keluarga yang berkualitas ini tercipta individu-individu yang lebih berdaya di masa mendatang.

“Mari berjuang bersama-sama dari sisi politik, agar siapapun yang terpilih nanti bisa mewakili atau menyempurnakan kondisi masyarakat yang bisa lebih adil gender melalui pola parenting maupun program-program lain,” imbuh dia.

Perempuan dalam politik: Tetap optimistis

Melihat kondisi saat ini, perjalanan mewujudkan keterwakilan perempuan secara ideal memang masih panjang. Tantangan struktural dan kultural masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Namun, hal ini bukan berarti peluang perempuan berkarya di dunia politik tidak ada harapan sama sekali.

Sosiolog dan Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni UGM Fina Itriyati menerangkan, di tengah tantangan-tantangan di atas, banyak perempuan potensial bermunculan.

“Perempuan-perempuan itu tinggal ditingkatkan kapasitasnya, sangat mampu dan kapabel maju legislatif dan menduduki jabatan publik yang lebih luas.

Ketua Program Studi Sarjana Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Mada Sukmajati, menambahkan, apabila dilihat dari sisi regulasinya, sebenarnya pemerintah sudah menyediakan alat berupa kebijakan afirmatif yang sudah tertuang dalam bentuk undang-undang demi mendorong keterwakilan perempuan. Hanya memang, penerapannya perlu menjadi pekerjaan rumah bersama.

Sambil memastikan terpenuhinya keterwakilan itu, para politisi perempuan perlu terus meningkatkan kapasitas diri. Jangan sekadar berangkat dengan sebuah klaim bahwa dirinya perempuan yang menyuarakan isu-isu berkaitan dengan perempuan. Lebih dari politisi deskriptif, caleg perlu bisa mengidentifikasi isu-isu yang ada di sekitarnya. Setelah itu didorong untuk memiliki pemaknaan terhadap isu-isu tersebut dengan perspektif gender.

“Jangan-jangan problemnya selama ini adalah kemampuan mereka untuk memahami pemaknaan terhadap isu-isu,” pungkas Mada.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Sentimen Gender Masih Kuat, Perempuan Punya Tantangan Lebih untuk Maju sebagai Presiden

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 10 Agustus 2023 oleh

Tags: Pemilu 2024SuaraPolitikPerempuan
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul 15.00 MOJOK.CO
Aktual

Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul Tiga Sore

14 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Anak muda alias gen z dan milenial kini tolak kejar jabatan. MOJOK.CO

Anak Muda Tolak Karier Elite dengan Jabatan Tinggi, Pilih Side Job yang Jamin Gaji Stabil di Masa Kini

19 Mei 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO

Mahasiswa Pura-Pura Miskin demi Dapat KIP Kuliah Memang Ada, Uang Beasiswa Habis buat Hedon agar Diakui di Tongkrongan

14 Mei 2026
Ironi jadi orang tunawicara (bisu) di desa, disamakan seperti orang gila MOJOK.CO

Ironi Orang Tunawicara (Bisu) di Desa: Dianggap Gila, Punya Otak Cerdas Tetap Dianggap Tak Bisa Mikir Hanya karena Sulit Bicara

15 Mei 2026
Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi MOJOK.CO

Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi

13 Mei 2026
buku remy sylado.MOJOK.CO

Mendobrak Fiksi Sejarah Jawa-sentris lewat Inani Keke dan Trabar Batalla, Harta Karun yang Sempat dianggap “Budaya Rendah”

15 Mei 2026
Anak Jakarta vs Anak Kabupaten.MOJOK.CO

4 Tahun Merantau di Jakarta Bikin Sadar, “Orang Kabupaten” Jauh Lebih Toksik dari Anak Jaksel: Sialnya, Susah di-Cut Off

19 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.