Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Peneliti BRIN: Ketimbang PDIP, Demokrat Lebih Mungkin Gabung Koalisi Prabowo

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
12 September 2023
A A
partai demokrat mojok.co

Ilustrasi kader Partai Demokrat (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Hubungan PDIP dengan Partai Demokrat kabarnya mulai mencair. Kemungkinan terjadinya koalisi antara kedua partai tersebut diklaim sangat terbuka lebar.

Kendati demikian, peneliti Ahli Utama BRIN Siti Zuhro menilai, Partai Demokrat lebih masuk akal gabung ke Koalisi Indonesia Maju. Berkoalisi bersama Gerindra dan Golkar, ketimbang ikut PDIP.

“Dari perspektif publik, opsi bergabung dengan Partai Gerindra yang lebih oke dan masuk akal,” kata Siti Zuhro, mengutip dari Antara, Minggu (10/9/2023).

Hubungan Partai Demokrat dengan PDIP kurang baik

Sejak keluar dari Koalisi Perubahan, partai pimpinan AHY ini belum menentukan arah koalisi mereka. AHY dalam pernyataan resminya minggu lalu menyebut hanya akan bergabung ke koalisi yang membawa semangat perubahan.

Beberapa pengamat pun menilai, ada tiga opsi bagi Partai Demokrat. Pertama, masuk koalisi PDIP untuk mengusung Ganjar Pranowo; kedua, gabung Koalisi Indonesia Maju mendukung Prabowo Subianto; atau ketiga, bikin poros sendiri—meski kemungkinannya amat kecil.

Terkait tiga opsi ini, Zuhro yakin Partai Demokrat sudah memiliki kalkulasi politik terkait dengan poros mana yang menguntungkan partai berlambang bintang mercy ini.

Peneliti ahli politik BRIN ini juga menilai, keputusan parpol untuk berkoalisi biasanya terjadi ketika chemistry antara ketua umum masing-masing partai sudah terhubung.

“Akan sulit dibayangkan koalisi bisa dibangun bila hubungan antara ketua umum tidak baik,” ujarnya.

Sementara yang kita tahu, dalam sejarahnya hubungan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Partai Demokrat era SBY bisa dibilang sangat buruk.

Mungkin, tapi sulit

Lebih lanjut, Siti menilai kemungkinan merapatnya Demokrat ke koalisi PDIP bisa saja terjadi. Dinamika politik belakangan ini juga sering menunjukkan kejutan.

Namun menurut dia, hal itu akan sulit. Sebab, semuanya pasti membutuhkan proses untuk melakukan komunikasi politik dan berbagai penyesuaian. Sementara waktu untuk memutuskan pun sangat terkesan singkat.

Beda halnya jika Partai Demokrat merapat ke Gerindra. Kata Siti, Demokrat tidak terlalu memerlukan waktu yang lama dalam melakukan komunikasi politik dan penyesuaian dengan Prabowo.

“Apalagi komunikasi politik Demokrat dan Gerindra yang sudah terjalin lama, dan pengalaman kedua partai yang pernah berkoalisi di pemilu 2019 lalu,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

Iklan

BACA JUGA Pakar Politik UGM: Peluang AHY Jadi Cawapres Masih Ada
Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 12 September 2023 oleh

Tags: demokratPartai DemokratpdipPemilu 2024
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Pakar UGM nilai, ikap Megawati atas retret: menjaga kewibawaan PDIP MOJOK.CO
Aktual

Ketundukan Kepala Daerah pada Megawati: Marwah PDIP hingga Efek Retret yang Belum Tampak Hasilnya

22 Februari 2025
Hasto Wardoyo pilih urus sampah di Kota Jogja di tengah ketidakpastian instruksi retret Megawati untuk kader PDIP MOJOK.CO
Aktual

Urus 1.600 Ton Sampah Kota Jogja di Tengah “Drama”

21 Februari 2025
Menanti keputusan Megawati yang belum pasti di DPD PDIP Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) MOJOK.CO
Aktual

Suasana Serba Tak Pasti di Kantor DPD PDIP DIY Menanti Kepastian Megawati

21 Februari 2025
Solo Fighter PDIP vs Keroyokan di Kandang Banteng, Pilkada 2024.MOJOK.CO
Aktual

Solo Fighter vs Keroyokan di Kandang Banteng, Benarkah Jateng Tak “Merah” Lagi? 

29 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah.MOJOK.CO

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah

5 April 2026
Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026
Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran” MOJOK.CO

Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”

7 April 2026
Gen Z mana bisa slow living, harus side hustle

Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

8 April 2026
Kerja WFH untuk ASN bukan solusi. MOJOK.CO

WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?

6 April 2026
Gagal seleksi CPNS (PNS ASN) pilih nikmati hidup dengan mancing MOJOK.CO

Gagal Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Dicap Tak Punya Masa Depan tapi Malah Hidup Tenang

9 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.