Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Dicelurit hingga Meninggal akibat Kelelahan, Beratnya Jadi Petugas Pantarlih Pemilu

Kenia Intan oleh Kenia Intan
1 Maret 2023
A A
petugas pantarlih pemilu

Ilustrasi petugas pantarlih bekerja menjelang Pemilu 2024 (Mojok.co).

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Petugas Pemutakhiran Data Pemilih atau yang biasa disebut Pantarlih menjadi ujung tombak Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam melakukan pemutakhiran dan pendaftaran pemilih. Tugasnya terlihat mudah, tapi pelaksanaannya di lapangan menghadapi banyak tantangan. 

Petugas Pantarlih memiliki peran krusial dalam kesuksesan Pemilu 2024. Tahapan pemilu selanjutnya bergantung dari hasil dari pencocokan dan penelitian (coklit) petugas Pantarlih, seperti jumlah TPS, alokasi logistik, pola sosialisasi pemilu, kampanye, rekapitulasi hasil suara, dan lain sebagainya. Apabila prosesnya tidak berjalan dengan baik, maka dapat dipastikan tahapan pemilu selanjutnya akan terganggu.

“Pantarlih dalam melakukan proses pemutakhiran dan pendaftaran pemilih mengemban tugas yang sangat penting yaitu melayani hak konstitusional warga negara dalam menggunakan hak pilihnya,” seperti dikutip dari KPU.go.id.

Petugas harus mendatangi setiap rumah untuk melaksanakan coklit. Oleh karenanya, warga diharapkan bisa bekerja sama saat Pantarlih mendatangi rumah pemilih dengan menyiapkan KTP dan KK. Walau terdengar mudah, tanggung jawab ini nyatanya menemui banyak kesulitan. Bahkan, tidak sedikit yang terluka dalam memenuhi tugasnya. Mulai dari tantangan administrasi seperti tidak lengkapnya data alamat warga hingga kesulitan di lapangan yang mengancam nyawanya.

Ditolak di kawasan perumahan elite

Komisioner KPU Makassar Endang Sari menjelaskan, ada beberapa tantangan terkait administratif di wilayahnya. Salah satunya banyak alamat tidak jelas, karena tidak disertai dengan nomor RT dan RW yang jelas. Selain itu terdapat beberapa kelurahan pemekaran. Kondisi-kondisi ini membuat petugas Pantarlih mengalami kesulitan di lapangan.

Tantangan lain yang dihadapi, beberapa warga komplek perumahan elite sulit untuk ditemui. Bahkan, petugas Pantarlih sempat ditolak saat masuk ke kawasan elite. Menanggapi hal ini, KPU Makassar akan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan supaya bisa melakukan coklit di kompleks elite itu.

“Kendala terakhir, hasil restrukturisasi TPS masih belum akurat memosisikan lokasi coklit pemilih,” jelasnya seperti dikutip dari Tribunnews.com, Senin (27/2/2023).

Terluka saat melakukan coklit

Petugas Pantarlih mengalami luka fisik saat melakukan coklit di Jepara, Jawa Tengah. Dilansir dari Jawapos, kejadian bermula saat Muhammad Nurfuad akan melakukan coklit di sebuah rumah di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang pada hari Kamis (23/2/2023) menjelang sore hari. Seorang anak keluar dari rumah yang ia datangi dan mengingatkan bahwa ada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) membawa celurit tepat di belakangnya.

Nurfuad yang kaget kemudian langsung masuk ke rumah tersebut. Di dalam rumah itu terdapat empat penghuni yang ikut khawatir. Sayangnya pintu tersebut tidak bisa dikunci, Nurfuad hanya menahan dengan tangannya. Sementara pembawa senjata tadi mengayunkan celuritnya di sela-sela pintu hingga akhirnya terkena tangan Nurfuad.

Kecelakaan hingga ada yang meninggal dunia

KPU Sulawesi Selatan melaporkan dalam rentang waktu 10 hari pelaksanaan coklit, terdapat satu petugas Pantarlih meninggal dunia. Petugas Pantarlih di Kelurahan Maccorawalie, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan bernama Syamsul (47) meninggal dunia setelah mendapat perawatan intensif dari Rumah Sakit Lasinrang Pinrang, Sulsel, Kamis (23/2/2023).

Syamsul diduga meninggal dunia karena kelelahan saat bertugas keliling mencocokkan data pemilih untuk Pemilu 2024. Hari sebelum kejadian, dia melakukan pencocokan dan penelitian atau coklit data pemilih dari pintu ke pintu di wilayah kerjanya.

“Beliau mendata pada hari Minggu, pada saat itu dia merasa tidak enak dan pulang ke rumah. Setelah di rumah kondisinya memburuk hingga tidak sadarkan diri di ICU dan meninggal dunia,” jelas Ketua Divisi SDM Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Kabupaten Pinrang Muhammad Ali Djodding dalam rakyatsulsel.fajar.co.id, Sabtu (25/2/2023).

Selain meninggal dunia, KPU Sulawesi Selatan mengungkapkan dalam 10 hari pelaksanaan coklit terdapat 13 petugas yang sakit, satu di antaranya keguguran. Di sisi lain ada 26 Pantarlih yang mengalami kecelakaan kerja.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Amanatia Junda

BACA JUGA 52 Persen Petugas Pemutakhiran Data Pemilih di Riau adalah Perempuan

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2026 oleh

Tags: coklitkpupantarlihPemilu 2024pemutakhiran data
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul 15.00 MOJOK.CO
Aktual

Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul Tiga Sore

14 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mudik Gratis dari BUMN 2026. MOJOK.CO

Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

18 Maret 2026
Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku Mojok,co

Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku

19 Maret 2026
Burger Aldi Taher Juicy Lucy Mahalini Rizky Febian DUAR CUAN! MOJOK.CO

Memahami Bagaimana Aldi Taher dan Jualan Burgernya yang Cuan Mampus dan Berhasil Menampar Ilmu Marketing Ndakik-Ndakik

17 Maret 2026
Ironi silaturahmi Lebaran bersama keluarga

Sisi Gelap Lebaran: Melelahkan karena Harus Tampak Bahagia, padahal Menderita Bersikap “Baik” dan Kehabisan Energi Sosial

23 Maret 2026
Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026
Pengendara motor plat S di jalanan Jombang tidak kalah ngawur dari plat K MOJOK.CO

Pengendara Motor Plat S di Jawa Timur Tak Kalah Ngawur dari Plat K: Grasak-grusuk Tidak Sabaran, Bikin Rusuh Aja di Jalan

23 Maret 2026

Video Terbaru

Catatan Tan Malaka tentang Perburuan Aktivis 1926 yang Terlupakan

100 Tahun Naar De Republiek: Catatan Gelap Tan Malaka

20 Maret 2026
Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

20 Maret 2026
Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.