Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

5 Fakta Terkait Persepsi Remaja Perempuan Terhadap Politik

Kenia Intan oleh Kenia Intan
16 Maret 2023
A A
remaja perempuan ngomongin politik

Ilustrasi remaja perempuan ngomongin politik (Mojok.co).

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Siapa bilang remaja perempuan tidak peduli dengan dunia politik? Laporan State of the World Girls Report (SOTWG) 2022 yang dilakukan oleh Plan International dan Plan Indonesia mencatat, 94 persen remaja perempuan di Indonesia percaya bahwa partisipasi di dunia politik adalah hal yang penting. 

Riset tersebut dilakukan pada 29.000 responden remaja perempuan dari 29 negara, termasuk Indonesia, pada Februari hingga Maret 2022. Ada kurang lebih 1.000 responden Indonesia yang terlibat dengan rentang usia 15-24 tahun.  

“Isu sebenarnya sudah (yang dianggap penting remaja perempuan sudah terwakili), tapi mereka kurang percaya bahwa para pemimpin betul-betul memperjuangkan,” jelas Direktur Eksekutif Plan Indonesia Dini Widiastuti dalam Dialog Antargenerasi yang diselenggarakan Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) bekerja sama dengan Yayasan Jurnal Perempuan dan Australian Volunteer Program pada Rabu (15/3) di Universitas Indonesia. Hasil riset itu juga mencatat hal-hal lain, seperti berikut: 

Optimistis, tapi punya banyak hambatan

Sebagian besar remaja perempuan memang menganggap penting partisipasi di dunia politik, angkanya mencapai 94 persen. Namun tidak sedikit pula remaja perempuan yang merasa ada hambatan dalam proses partisipasi politik, angkanya mencapai 97 persen. 

Mereka merasa adanya hambatan secara struktural dan interseksional karena usia dan gender mereka. Masyarakat kerap menilai remaja perempuan belum dewasa dan berbagai stereotipe gender lainnya. 

Selain itu, remaja perempuan merasa kurang akses dalam pengambilan keputusan. Hal ini membuat mereka tidak terlibat pada berbagai keputusan di rumah, sekolah, komunitas, dan berbagai ruang lain. Padahal keputusan-keputusan itu kerap kali berkaitan atau berdampak dengan hidup mereka. 

Minim kepercayaan terhadap pemimpin politik saat ini

Remaja perempuan di seluruh dunia, termasuk Indonesia, mayoritas kehilangan kepercayaan pada pemimpin politik saat ini. Angkanya mencapai 54 persen di Indonesia, dan 56 persen secara global. Temuan ini selaras dengan catatan hasil lain yang menunjukkan remaja perempuan kurang percaya diri dalam menyerukan aspirasinya. 

Isu yang dianggap prioritas

Lalu isu politik apa saja yang dianggap prioritas oleh remaja perempuan Indonesia? Survei menunjukkan lima isu politik prioritas yang paling penting adalah kemiskinan dan pengangguran (69 persen); Konflik dan perdamaian, kekerasan dan kriminalitas (64%);  Akses terhadap pendidikan (47%); Kesehatan mental dan fisik termasuk hak dan kesehatan seksual dan reproduksi (42%); dan Respon penanganan COVID-19 (42%).

Beberapa isu itu selaras dengan penemuan global seperti kemiskinan dan pengangguran yang dianggap paling penting oleh 55 persen remaja perempuan di seluruh dunia. 

Kebanyakan partisipasi politik lewat medsos

Remaja perempuan cenderung memilih bentuk partisipasi politik melalui pemanfaatan media sosial, angkanya mencapai 63 persen. Selain itu mereka juga berpartisipasi langsung lewat pemilu/pilkada (61 persen), dan melalui berbagai saluran/media komunikasi lainnya (57 persen). 

Temuan itu tidak mengherankan apabila melihat sumber pengetahuan tentang isu politik yang banyak digunakan remaja perempuan. Sebesar 84 persen menjawab sumber online dari media sosial, setelahnya 42 persen dari website.

Mereka kurang menyukai bentuk-bentuk partisipasi politik yang memiliki risiko tinggi mengalami gesekan politik fisik di lapangan, seperti menggalang dukungan/tanda tangan petisi politik, menghadiri kegiatan politik di kantor parpol, dan sebagainya.

Partisipasi di masa mendatang

Remaja perempuan Indonesia lebih tertarik terlibat atau berpartisipasi lebih banyak di politik di masa mendatang (30 persen) dibanding rata-rata global (21 persen). Bentuk partisipasi politik yang mereka minati adalah diskusi online, menjadi bagian dari gerakan politik secara online, dan terlibat gerakan politik secara langsung. 

Walau terlibat langsung dalam gerakan politik adalah salah satu bentuk yang paling diminati, mereka cenderung memiliki tingkat kepercayaan yang relatif rendah jika kelak dapat menjadi pemimpin politik. Hanya 20 persen remaja perempuan yang percaya bahwa masyarakat bisa menerima perempuan jadi pemimpin di level nasional. Angka ini lebih kecil dibanding catatan global yang mencapai 53 persen. 

Iklan

Sementara untuk memimpin di tingkat lokal atau provinsi, remaja perempuan Indonesia mencatatkan tingkat kepercayaan hingga 22%. Temuan ini menandakan, kecenderungan pandangan remaja perempuan semakin pesimistis terhadap kesempatan menjadi pemimpin politik di tingkat yang semakin tinggi.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Amanatia Junda

BACA JUGA Alasan Perempuan Muda Jarang Muncul di Ruang Politik

Terakhir diperbarui pada 16 Maret 2023 oleh

Tags: partisipasi politik perempuanPemilu 2024persepsi politikPlan Indonesiaremaja perempuan dan politiksurvei perempuan dan politik
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul 15.00 MOJOK.CO
Aktual

Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul Tiga Sore

14 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Penjual kue putu di Jogja. MOJOK.CO

Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa

14 Januari 2026
InJourney salurkan bantuan pascabencana Sumatra. MOJOK.CO

Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM

17 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026
Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026
Jombang itu kota serba nanggung MOJOK.CO

Jombang Kota Serba Nanggung yang Bikin Perantau Bingung: Menggoda karena Tenteram, Tapi Terlalu Seret buat Hidup

12 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.