Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Konter

Layar OLED Bikin Hape Kelihatan Mewah, tapi Kelemahannya Cukup Fatal

Aris Darmawan oleh Aris Darmawan
28 Agustus 2020
A A
Layar OLED Bikin Hape Kelihatan Mewah, tapi Kelemahannya Cukup Fatal MOJOK.CO

Layar OLED Bikin Hape Kelihatan Mewah, tapi Kelemahannya Cukup Fatal MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Layar OLED memang sering dipakai oleh hape kelas atas. Namun, di balik kecanggihannya, tersimpan beberapa kelemahan yang cukup fatal.

Bagi yang mengikuti perkembangan teknologi, pasti sudah kenal dengan layar OLED, atau Organic Light Emitting Diode. Layar model begini menawarkan berbagai macam keunggulan dibandingkan teknologi layar LCD (Liquid Crystal Display) yang sudah umum untuk hape, TV, komputer, dan laptop.

Perbedaan layar OLED dan LCD adalah layar OLED tidak menggunakan backlight seperti layar LCD. Piksel OLED mampu memancarkan cahaya sendiri tanpa bantuan backlight.

Ketiadaan backlight membuat OLED mampu menampilkan gambar dengan kontras dan saturasi warna yang jauh lebih tinggi dibandingkan LCD. Alasannya, saat menampilkan gambar hitam, piksel OLED bisa benar-benar dimatikan, berbeda dengan LCD yang meskipun pikselnya mati, backlight-nya masih tetap hidup.

Hal ini membuat OLED mampu menampilkan warna hitam yang sempurna. Oleh karena tidak menggunakan backlight, OLED juga jauh lebih hemat energi. Berkat keunggulannya ini, layar OLED banyak digunakan di hape papan atas. Bahkan ketika Apple meluncurkan iPhone 11 dan dijual dengan harga Rp12,8 juta (versi 64 gb), banyak yang mencibir karena layarnya masih LCD. Bisa dibilang, OLED adalah barang wajib bagi hape papan atas.

Namun, di balik segala keunggulannya, layar OLED memiliki kelemahan yang menurut saya lumayan fatal. Pertama, gejala image retention atau gambar yang menetap di layar atau kebaradaan shadow.

Karena layar OLED menggunakan piksel sendiri untuk menerangi layarnya, gejala image retention lebih sering terjadi. Layar ini tidak bisa menampilkan gambar tetap dan dalam waktu yang lama.

Banyak kejadian hape OLED yang mengalami image retention, terutama di bagian notification bar dikarenakan bagian tersebut cenderung menampilkan gambar yang sama. Kekurangan ini membuat layar OLED tidak cocok digunakan untuk televisi, laptop, atau komputer.

Gambar logo stasiun televisi, papan skor pertandingan olahraga, taskbar Windows adalah gambar yang menetap dan cenderung ditampilkan dalam waktu lama. Bahkan Samsung, yang merupakan produsen layar OLED terbesar untuk hape tidak menggunakannya untuk produk TV. Samsung memilih menggunakan teknologi layar QLED (Quantum dot LED).

Kekurangan kedua dari OLED adalah gejala burn in. layar OLED menggunakan material organik dan membakar pikselnya untuk menghasilkan cahaya. Material organik inilah yang membuat layar OLED mudah burn in.

Biasanya, piksel biru lebih mudah burn in dibandingkan merah atau hijau. Apalagi kalau layar sering menampilkan gambar warna putih. Piksel biru akan bekerja lebih keras. Gejala burn in muncul saat piksel di layar OLED mengalami kerusakan atau sudah tidak mampu memancarkan cahaya seperti semestinya.

Sebenarnya, Samsung sudah mendesain layarnya untuk mengurangi gejala burn in. Samsung membuat ukuran piksel biru lebih besar dibandingkan merah dan hijau. Tujuannya, supaya umur piksel biru lebih panjang. Namun, tetap saja, usia pakai layar OLED lebih pendek dibandingkan LCD.

Karena dua di atas, layar ini hanya cocok digunakan di perangkat yang masa pakainya pendek (1 sampai 2 tahun). Ketika lebih dari 2 tahun, biasanya layar OLED mulai memunculkan gejala burn in atau muncul shadow. Tentu saja gejala tersebut bersifat irreversible atau tidak dapat dikembalikan.

Satu-satunya solusi adalah pergantian layar. Bagi yang hobinya ganti hape, sih, bukan masalah. Namun, bagi yang ganti hapenya 3 sampai 5 tahun sekali, tentu saja layar OLED sangat berisiko. Smartphone dengan layar LCD jauh lebih aman walaupun harus meninggalkan kontras dan saturasi. Jika sudah terlanjur membeli hape dengan layar OLED, yang bisa Anda lakukan adalah menjaga hape seawet mungkin.

Iklan

Caranya, pertama, aktifkan dark mode. Ketika dark mode aktif, kita mematikan piksel OLED yang tidak perlu. Piksel OLED jadi tidak terlalu sering memancarkan cahaya. Diharapkan, usia layar OLED bisa lebih lama.

Kedua, mematikan auto brightness. Fitur ini berguna untuk menyesuaikan kecerahan layar di berbagai situasi. Namun, jika fitur ini dinyalakan, terlebih lagi jika sering pakai hape di luar ruangan atau di bawah cahaya terang, fitur auto brightness akan otomatis memaksimalkan kecerahan layar.

Keadaan ini memaksa piksel OLED bekerja keras ketika harus memancarkan cahaya intensitas tinggi. Masa pakai layar OLED akan berkurang. Ketiga, gunakan dynamic wallpaper. Wallpaper statis akan meningkatkan risiko image retention. Jika lebih sayang layar ketimbang baterai, gunakan dynamic wallpaper.

Jika tidak suka dynamic wallpaper karena dapat menguras baterai, Anda wajib mengganti wallpaper setiap 7 hari supaya tidak terjadi image retention. Keempat, jangan gunakan hape di bawah matahari langsung.

Penggunaan hape di bawah matahari langsung apalagi fitur auto brightness nyala akan memaksa layar bekerja keras. Jika berada di luar ruangan, cari tempat teduh. Kelima, jangan keseringan pakai hape dalam waktu lama, misalnya main game yang bikin hape jadi panas.

Suhu panas bisa merambat ke layar. Layar yang menyala ditambah suhu panas akan mengurangi umur komponen.

Sekian beberapa tips yang bisa saya sampaikan agar layar OLED Anda lebih awet. Apakah Anda masih ingin menggunakan hape dengan layar OLED atau lebih memilih layar IPS LCD? Keputusan tentu saja ada di tangan Anda.

BACA JUGA Panduan Memahami Chipset pada Smartphone Agar Tidak Gaptek atau ulasan gawai di rubrik KONTER.

Terakhir diperbarui pada 28 Agustus 2020 oleh

Tags: baterai hapeiPhoneiPhone 11kenapa hape panaslayar hapelayar OLEDLCDOLEDtips menghemat baterai
Aris Darmawan

Aris Darmawan

Artikel Terkait

iphone 11, jasa sewa iphone jogja.MOJOK.CO
Sehari-hari

User iPhone 11 Dicap Kuno dan Aneh karena Tak Mau Upgrade, Pilih Dihina Miskin daripada Pusing Dikejar Pinjol

14 Maret 2026
Sewa iPhone biar dianggap keren daripada pengguna Android
Sehari-hari

Pakai iPhone Dianggap Keren, Rela Sewa Harian sampai Rp120 Ribu demi Gengsi dan Memberi “Makan Konten” Media Sosial

3 Maret 2026
Pakai hp android Samsung S26 terintimidasi user iPhone. Tapi tak berpaling karena Samsung lebih berguna dari iPhone yang hanya memperdaya pengguna MOJOK.CO
Sehari-hari

Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya

26 Februari 2026
Perbandingan pengguna iPhone vs Android (Infinix dan Samsung)
Catatan

8 Tahun Pakai iPhone, Ternyata Saya Dibutakan Gengsi padahal Android Lebih Praktis dan Nyaman

25 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mudik Gratis dari BUMN 2026. MOJOK.CO

Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

18 Maret 2026
Blok M dan Jakarta Selatan (Jaksel) dilebih-lebihkan, padahal banyak jamet MOJOK.CO

Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina

14 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis Itu Mojok.co

Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis

12 Maret 2026
Belajar Tentang Sejarah Ekonomi Komunis China dari Duanju, Drama Vertikal yang Nagih MOJOK.CO

Belajar Sejarah Ekonomi Komunis China Lewat Kamerad Chang dan Duanju yang Bikin Nagih

16 Maret 2026
Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.