Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Komen Versus

Email yang Aneh: Pengirim Orang Indonesia, Penerima Orang Indonesia, Emailnya Bahasa Inggris

Prima Sulistya oleh Prima Sulistya
14 Juni 2020
A A
cara orang indonesia menulis email surel yang benar baik resmi mojok.co

cara orang indonesia menulis email surel yang benar baik resmi mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Email resmi di Indonesia dari Jakarta sering dibuka dengan “dear” dan ditutup dengan “regards”. Di antara “dear” dan “regards”, isi emailnya utuh dalam bahasa Indonesia. Buset dah. 

Email telah dipadankan dengan kata Indonesia surat elektronik yang disingkat surel, tapi sepertinya dalam kepala banyak orang, surel bukan sekadar “surat” eletronik. Dan ya… sebagaimana sebagian besar penyakit keminggris berasal, adalah orang Jakarta sang juara dalam hal menulis surat yang tidak lumrah.

Bisa dibilang 99 persen surel yang pernah saya terima dari saudara setanah air saya di Jakarta selalu didahului dengan “dear” dan ditutup dengan salam “regards”. Jika isi surelnya memang berbahasa Inggris, siapalah yang hendak protes. Tapi toh suratnya dalam Indonesia, kadang dalam bahasa Indonesia nonformal pula. Terlepas dari siapa yang memulai kebiasaan ini, email keminggris dari orang ber-skor TOEFL 500 kepada orang ber-skor TOEFL 412 jelas kadar nirfaedahnya bikin ketawa.

Maksud saya, toh tak ada juga protokol penulisan bahwa jika tak pakai dear dan regards, si surel akan dibalas Mailer Daemon. Jadi saya duga-duga saja, bahwa dalam kehidupan orang Indonesia, ada sebuah beban bayangan tentang protokol “email yang semestinya”.

Inilah yang saya renungkan semalam, di malam Minggu ketiga belas yang suasananya sudah meleset jauh dari lagu lama Jamal Mirdad, “Malam minggu malam yang panjang. Malam yang asyik buat pacaran.” Sementara email adalah surat, maka surat pun adalah email. Maaf, maksud saya, surat itu ya seperti kita ngomong biasa. Email kita adalah cerminan diri kita. Apabila biasanya kita menyapa kenalan atau klien dengan “Assalamualaikum” atau “Halo”, apa salahnya memakai format serupa di pembuka dan penutup email.

Bahkan, saya pikir, format surel itu bisa sesimpel pakem surat yang kita pelajari di sekolah. Dibuka dengan “Yth.” sudah cukup. Atau kalau mau coba format lainnya, bisa memakai….

Mbak Kalis yang saya hormati,

Halo, Uda Ivan.

Pak Puthut yang baik,

Apa kabar, Pikachu? Pika pika?

Kemudian ditutup dengan….

Terima kasih,
Prima

Salam hangat,
Prima

Jabat erat,
Prima

Iklan

Satu like, dua retweet
Sudah dulu ya, saya pamit.
Prima

Atau apalah. Maksud saya, natural aja bisa kan?

***

Tapi sisi menjengkelkan surel bukan cuma di bagian pembuka dan penutup yang serba-Inggris. Detail-detail lainnya ada pula yang kerap menguji kesabaran.

Surel dengan subjek atau judul yang tidak lugas, misalnya, kadang bikin saya bertanya-tanya, si pengirim cukup berniat surelnya dibaca tidak sih? Mungkin saya masih bisa kompromi jika surel itu masuk ke alamat email pribadi. Tapi model beginian juga kerap mampir di surel kerja.

Mungkin kasus ini memang spesifik hanya menyebalkan ketika si penerima surel menerima ratusan surat tiap harinya, seperti yang terjadi di alamat [email protected]. Masih ada saja yang mengirim surel dengan subjek “Kirim Tulisan”. Ya memangnya mau kirim apa lagi selain tulisan? Kirim misionaris?

Sebagai salah satu kurator surel Mojok, saya akan sangat senang jika pengirim menjuduli surelnya dengan keterangan, misalnya, “[Nama rubrik] – [Judul tulisan]”.

Di lain waktu, ada surel yang dikirim oleh orang yang papan ketiknya rusak. Kalau nggak semua teks dibikin kecil, ya malah besar semua. Dalam hati saya bilang, “Sori ya, di sini ada polisi bahasa, email-mu aku lewati.” Sementara di kesempatan berbeda, ada yang menaruh isi surel di judul, lalu badan surel malah… kosong.

Itu belum termasuk surel yang tak ada nama pengirimnya.

Tapi eh tapi, kejadian paling konyol nomor tiga di dunia persurelan tentulah kasus pengirim surel berisi tulisan untuk dimuat di Mojok, yang mana si tulisan berbentuk fail Word (yang seharusnya) terlampir, tetapi pengirimnya lupa dan keburu mengeklik “Kirim”.

Dalam kasus demikian, berselang 5-10 detik kemudian pasti dia akan mengirim surel susulan yang berisi permohonan maaf, “Maaf, tadi lampirannya ketinggalan.”

Peringkat kedua ditempati oleh para pengirim email yang tidak teliti saat mengirim surat template. Untuk hal satu ini, mahasiswa adalah pelaku setianya. Contohnya begini:

Yth. Redaksi Mojok.co
di tempat

Dengan email ini saya bermaksud mengirimkan naskah berjudul “ABCDEFGH” untuk dimuat di rubrik Esai. Besar harapan saya tulisan tersebut bisa dimuat di Basabasi.co. 

Astaga….

Dan jika Anda mengira praktik demikian sudah sangat fatal, ternyata ada yang lebih mengerikan. Yakni orang yang mengirim email, bisa lowongan kerja, naskah untuk dimuat, atau proposal sponsorship, yang langsung ditujukan ke banyak sekali email.

Khusus untuk pelaku praktik terakhir ini, saya hendak usul: daripada kirim surel, mendingan pesannya dicetak di kertas terus ditempel di tiang listrik dan lampu merah.

Konkret.

BACA JUGA Musabab Kita Kerap Gagal Menggunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar dan esai Prima Sulistya lainnya di VERSUS.

Terakhir diperbarui pada 22 Juni 2020 oleh

Tags: bahasa inggrisEmail AnehPengirim Email
Prima Sulistya

Prima Sulistya

Penulis dan penyunting, tinggal di Yogyakarta

Artikel Terkait

Belajar Bahasa Inggris Cocok untuk Atlet Brain Rot kayak Kamu MOJOK.CO
Esai

Belajar Bahasa Inggris Adalah Tahap Awal untuk Memanusiakan Diri bagi Atlet Brain Rot seperti Saya

10 Juni 2025
Kosakata Bahasa Indonesia Tidak Miskin, Bahasa Inggris Perampok MOJOK.CO
Esai

Bahasa Indonesia Miskin Kosakata Adalah Pandangan yang Terlalu Jauh di Tengah Pemujaan Bahasa Inggris yang “Merampok” Bahasa Lain

7 April 2024
Bahasa Campuran, Kemunculan dan Bentuk Kekerasan Simbolik Mojok.co
Kilas

Kemunculan Bahasa Campuran dan Bentuk Kekerasan Simbolik

6 September 2022
Menertawakan Kesalahan Ejaan Bahasa Inggris Orang Indonesia
Esai

Menertawakan Kesalahan Ejaan Bahasa Inggris Orang Indonesia

24 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis MOJOK.CO

Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis

31 Januari 2026
Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh” MOJOK.CO

Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”

31 Januari 2026
Tinggal di perumahan lebih bisa slow living dan frugal living ketimbang di desa MOJOK.CO

Salah Kaprah Soal Tinggal di Perumahan, Padahal Lebih Slow Living-Frugal Living Tanpa Dibebani Tetangga ketimbang di Desa

30 Januari 2026
Cara Pamit Megadeth Agak Cringe, Tapi Jadi Eulogi Manis Buat Menutup Perjalanan Empat Dekade di Skena Thrash Metal.MOJOK.CO

Album “Pamitan” Megadeth Jadi Eulogi Manis dan Tetap Agresif, Meskipun Agak Cringe

30 Januari 2026
bencana.MOJOK.CO

Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana

4 Februari 2026
Sasar Sekolah, Ratusan Pelajar di Bantul Digembleng Kesiagaan Hadapi Gempa Besar.MOJOK.CO

Sasar Sekolah, Ratusan Pelajar di Bantul Digembleng Kesiagaan Hadapi Gempa Besar

30 Januari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.