Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Komen Status

Adakah yang Lebih Indah dari Paduan Owi-Butet?

Redaksi oleh Redaksi
22 Juni 2017
A A
owi-butet-mojok

owi-butet-mojok

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kabar gembira datang lagi dari duet ganda campuran bulutangkis Indonesia, Tontowi “Owi” Ahmad dan Liliyana “Butet” Natsir. Berhasil membuat rakyat Indonesia berurai air mata bangga setelah berhasil memboyong medali emas di Olimpiade Rio tahun lalu tepat pada peringatan hari kemerdekaan Indonesia, 18 Juni lalu mereka kembali berhasil menjadi juara. Kali ini pada turnamen BCA Indonesia Open 2017 di kategori ganda campuran.

Kemenangan Owi-Butet membuat Indonesia memiliki perwakilan di podium. Selain ganda campuran, kategori lain semuanya disabet perwakilan dari negara lain, yakni India (tunggal putra), Jepang (tunggal putri), dan Tiongkok (ganda putra).

Nada yang dilontarkan netizen sebagian besar menyoroti indahnya paduan duet Owi dan Butet yang mewakili harmoni perbedaan agama, wilayah, suku, dan gender di Indonesia. Perbedaan itu alih-alih menciptakan ketegangan, justru menjadi kerja sama yang menghasilkan kebanggaan bagi orang Indonesia.

Ngomong-ngomong, Ci Butet ini cuma lulusan SD lo. Ia memutuskan fokus di dunia bulutangkis sejak usia dini. Hayo, Pak Presiden dan Pak Menteri, pendidikan di luar sekolah itu juga penting kan ….

Berikut status-status netizen tentang laga dan kemenangan Owi dan Butet kemarin.

Tomi Lebang: Partai final tunggal putri turnamen bulutangkis superseries Indonesia Open 2017 sedang berlangsung di Jakarta Convention Centre, petang kemarin, ketika waktu berbuka puasa tiba. Saya beranjak ke belakang, ke ruang pemain Indonesia.

Di ruangan itulah pasangan ganda campuran Indonesia — Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir — menanti saat berlaga melawan pasangan China Zheng Siwei/Chen Qingchen.

Saat maghrib tiba, saya melihat Tontowi salat sendirian di sudut ruangan, dengan kaos merah yang akan dipakainya di lapangan. Sementara di meja besar dua meter darinya, Butet membuka iPad dan tekun menyimak video pertemuan lamanya dengan calon lawannya itu.

owi-butet-mojok
Facebook Tomi Lebang

Begitulah. Dua jam kemudian, pasangan ini memecahkan paceklik gelar superseries di rumah sendiri dengan memenangi gelar ganda campuran Indonesia Open 2017, dua set langsung. Mereka memenangi hadiah turnamen sekitar Satu Miliar Rupiah — buah dari kerja keras, kekompakan, kematangan dalam mengatasi perbedaan.

Dulu, saya pernah bercerita tentang pasangan ini sebagai wajah Indonesia. Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir adalah padu-padan Indonesia dalam arti sebenar-benarnya.

Tontowi berasal dari Banyumas, Jawa Tengah, sementara Liliyana Natsir dari Manado, Sulawesi Utara. Owi lahir dan besar di keluarga muslim dan mulai senang bermain bulutangkis saat belajar di pesantren, sementara Butet dari keluarga Katolik yang taat. Setiap kali memenangi sebuah laga, Owi menengadahkan tangan dan mengucap syukur, di sebelahnya Butet menyilangkan isyarat salib di dadanya.

Seperti yang saya saksikan menjelang pertandingan petang kemarin: Tontowi tampak khusyuk dalam salatnya, di sampingnya Butet duduk dengan tekun mengira-ngira kekuatan lawan.

Adakah yang lebih indah dari paduan ganda campuran kebanggaan Indonesia ini? Perbedaan yang tak pernah meletup jadi sengketa tapi melebur jadi anugerah: gelar juara di mana-mana?

Selamat untuk Owi dan Butet!

Iklan

Arief Rizqillah: Kamu terlalu sibuk mengeluh dengan kondisi bangsa dan debat sana sini kalo ga tau Indonesia baru saja juara lewat Owi-Butet dan Timnas U-16.

Timnas U-16 bahkan merebut juga gelar Pemain terbaik, pencetak gol terbanyak, dan tim terfair play.

Btw, di usia 16 tahun saya boro-boro berprestasi. Pulang naik elf dari SMA aja suka kebablasan karena ketiduran :/ .

Sekarang? Prestasi saya paling ikut berpartisipasi ngenalin Indonesia sebagai Wkwkwk Land dan Telolet Country. Keren kan?

Sidrotun Naim: Duet Pahlawan bulutangkis kebanggaan Indonesia. Umat Katolik yang taat asal Indonesia Timur, dan alumni pesantren yang taat dari Indonesia Barat. Perempuan dan laki-laki.

Terakhir diperbarui pada 22 Juni 2017 oleh

Tags: bulutangkisbutetindonesia open 2017liliyana natsirowitontowi ahmad
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Atlet PB Djarum Mojok.co
Kilas

Mimpi Jadi Nyata, Sembilan Atlet Resmi Bergabung dengan PB Djarum

16 Oktober 2025
BUTET KARTAREDJASA, URIP MUNG MAMPIR NGGUYU: DARI AGUS NOOR, SUSILO NUGROHO, HINGGA PUTHUT EA
Video

Butet Kartaredjasa, Urip Mung Mampir Ngguyu: dari Agus Noor, Susilo Nugroho, Hingga Puthut EA

14 Januari 2022
Marcus Gideon/Kevin Sanjaya Juara Ganda Putra, Kado untuk Herry IP
Penjaskes

Marcus Gideon/Kevin Sanjaya Juara Ganda Putra, Kado untuk Herry IP

28 Agustus 2018
Penjaskes

Bulutangkis Asian Games 2018 Seru! Fajar Alfian dan Rian Ardianto Tak Bisa Dibendung Ganda China Li Junhui/Liu Yuchen

27 Agustus 2018
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sewakan kos bebas ke teman sesama mahasiswa Malang yang ingin enak-enak tapi tak punya modal MOJOK.CO

Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

14 Januari 2026
Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi "Konsumsi Wajib" Saat Sidang Skripsi

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi

17 Januari 2026
Jombang itu kota serba nanggung MOJOK.CO

Jombang Kota Serba Nanggung yang Bikin Perantau Bingung: Menggoda karena Tenteram, Tapi Terlalu Seret buat Hidup

12 Januari 2026
Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026
Film Suka Duka Tawa mengangkat panggung stand-up comedy. MOJOK.CO

“Suka Duka Tawa”: Getirnya Kehidupan Orang Lucu Mengeksploitasi Cerita Personal di Panggung Komedi demi Mendulang Tawa

13 Januari 2026
Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang MOJOK.CO

Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

16 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.