Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Tujuh Tahun Masalah TPST Piyungan Tak Ada Solusi, Pemda DIY Janji Tingkatkan Kapasitas Lahan

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
11 Mei 2022
A A
pemda diy mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Persoalan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan terus berlanjut. Pasca penutupan akses masuk oleh warga sekitar sejak Sabtu (07/5/2022), Pemda DIY akhirnya mulai bersikap.

Sudah sejak tujuh tahun terakhir, masalah sampah di TPST terus berulang. Warga sudah seringkali mengadukan persoalaan pengelolaan dan pengolahan sampah kepada pemda setempat namun tak kunjung dapat solusi. Warga kini mendesak penutupan permanen TPST Piyungan imbas limbah sampah yang tak pernah diperhatikan pemda.

Wakil Kepala Dinas PU ESDM DIY, Kusno Wibowo di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (10/5/2022) mengungkapkan, Pemda berencana mengembangkan TPST Piyungan. Diantaranya menggunakan pengolahan sampah berdasarkan teknologi menggunakan skema pembiayaan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

“Skema KPBU saat ini sudah masuk dalam tahap penyiapan studi kelayakan Proyek KPBU. Pengembangan direncanakan baru beroperasi di tahun 2026,” paparnya.

Pemda DIY, lanjut Kusno juga merencanakan pembangunan TPST Piyungan sebagai tempat pengolahan sampah baru. Sebab kawasan yang ada saat ini sudah tidak bisa menerima sampah di akhir tahun 2022. Padahal pengembangan dengan skema KPBU baru beroperasi pada 2026 mendatang.

Karenanya pengolahan sampah baru dengan luasan 2,1 Ha direncanakan akan mulai bisa dioperasikan pada Agustus 2022. Pemda tengah menyiapkan tenaga kerja dan peralatan.

“Pengolahan sampah baru ini ntuk memaksimalkan potensi dan partisipasi dari warga setempat di Piyungan,” jelasnya.

Dinas PU ESDM DIY, lanjut Kusno juga melaksanakan pengadaan lahan seluas 5,8 Ha di Dusun Ngablak, Kalurahan Sitimulyo untuk pengembangan TPST Piyungan dengan skema KPBU pada TA 2022 dan TA 2023. Selain itu nantinya akan dibangun drainase permukiman di Dusun Banyakan dan Dusun Ngablak Kalurahan Sitimulyo yang direncanakan mulai jalan pada 2023 mendatang.

“Diperlukan kontribusi kabupaten/kota untuk penanganan dan pengurangan sampah di sumber untuk menekan timbulan sampah yang masuk serta memperpanjang umur teknis baik untuk TPA eksisting maupun rencana TPA Transisi,” ungkapnya.

Sementara Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkuu Buwono X mengungkapkan Pemda membuka dialog dengan warga yang melakukan aksi penutupan akses jalan masuk TPST Piyungan. Dialog tersebut diharapkan dapat mengatasi masalah sampah, tidak hanya di kawasan tersebut namun juga kabupaten/kota lainnya.

“Mereka (warga sekitar) bisa memahami untuk butuh waktu mengatasi (masalah TPST piyungan), supaya punya ruang untuk bisa didialogkan dengan warga,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengungkapkan, untuk mengatasi masalah penuhnya TPST Piyungan bisa dilakukan oleh masing-masing kabupaten/kota. Sleman maupun Pemkot Yogyakarta bisa membuat Tempat Pembuangan Sampah (TPS) secara mandiri dan tidak mengandalkan TPST Piyungan.

“Dengan teknologi maka TPST bisa dikelola dengan muktahir di kabupaten/kota,” ujarnya.

Secara terpisah Secara terpisah Ketua Komisi C DPRD DIY, Gimmy Rusdin Sinaga di Gedung DPRD DIY mengungkapkan, sampah menjadi persoalan klasik yang terus berulang selama tujuh tahun terakhir. Komisi C sebenarnya sudah berbusa-busa meminta Pemda DIY untuk segera mengatasi persoalan tersebut.

Iklan

Masyarakat, termasuk warga di kawasan TPST Piyungan pun sudah berkali-kali mendatangi DPRD DIY untuk membantu mengatasi masalah sampah. Namun hingga saat ini tidak ada tindakan nyata dari Pemda DIY untuk mengatasi persoalan sampah tersebut.

“Ini tinggal respon pemerintah daerah seperti apa karena tuntutan masyarakat sudah disampaikan ke dinas terkait, tapi hasilnya tidak ada,” ujarnya.

Karena itu dengan munculnya aksi penutupan akses jalan masuk ke TPST Piyungan oleh warga setempat pun, lanjut Jimmy tidak mengherankan. Yang bisa dilakukan Komisi C hanya kembali memanggil dinas-dinas terkait untuk mencari tahu upaya apa yang akan dilakukan Pemda untuk mengatasi aksi penutupan akses jalan ke TPST Piyungan.

Sebab aksi tersebut berdampak besar pada masyarakat Yogyakarta. Sudah empat hari sejak akses jalan ditutup, muncul masalah sampah di tiga kabupaten/kota seperti Sleman, Bantul dan Kota Yogyakarta.

“Bila dibiarkan maka Yogyakarta akan benar-benar mengalami darurat sampah,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Warga Tutup TPST Piyungan, Jogja Darurat Sampah dan kabar terbaru lainnya di KILAS.

Terakhir diperbarui pada 11 Mei 2022 oleh

Tags: sampahTPST PiyunganYogyakarta
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Kos di Jogja
Catatan

Rasanya Tinggal di Kos “Medioker” Jogja: Bayar Mahal, tapi Nggak Dapat Sinar Matahari

19 Februari 2026
Jumanah pedagang jamu parem kendil di pasar jangkang Yogyakarta. MOJOK.CO
Sehari-hari

“Ngopag” ala Lansia: Menikmati Jamu Parem Kendil yang Sudah Berdiri Sejak Tiga Generasi di Pasar Jangkang Yogyakarta

17 Februari 2026
Mahashivaratri, festival tahunan yang dirayakan umat Hindu untuk menghormati Dewa Siwa di Candi Prambanan. MOJOK.CO
Kilas

Hari Suci Terpenting Umat Hindu, Mahashivaratri Perdana Digelar di Candi Prambanan dengan 1008 Dipa Menyala

14 Februari 2026
Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi MOJOK.CO
Jagat

Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi

31 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Honda Scoopy, Motor Busuk yang Bikin Konsumen Setia Kecewa (Wikimedia Commons)

Karena Cinta dan Setia, Rela Membeli 11 Motor Honda tapi Berakhir Kecewa karena Honda Scoopy Hanya Jual Tampang tapi Mesinnya Menyedihkan

25 Februari 2026
Ijazah S1 jurusan Sastra Indonesia dari PTN terbaik di Jawa Timur alami penolakan 150 lamaran kerja. Buat pekerjaan freelance aja tidak bisa hingga jadi beban keluarga MOJOK.CO

Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

21 Februari 2026
Toxic sibling relationship antar saudara kandung karena rebutan sertifikat tanah. Saudara kandung bisa jadi mafia tanah soal warisan MOJOK.CO

Saudara Kandung di Desa Itu Bak Mafia, Justru Jadi Orang Paling Busuk dan Licik demi Sikat Sertifikat Tanah Saudara Sendiri

20 Februari 2026
Mie ayam surabaya untuk quality time. MOJOK.CO

Makan Mie Ayam, “Quality Time” Orang Surabaya dan Balas Dendam Terbaik untuk Melampiaskan Getirnya Hidup

25 Februari 2026
Gagal seleksi CPNS dan tidak tembus beasiswa LPDP untuk kuliah S2 di luar negeri pilih mancing, dicap tidak punya masa depan oleh keluarga MOJOK.CO

Gagal LPDP dan Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Nemu Rasa Tenang meski Dicap Tak Punya Masa Depan

22 Februari 2026
Vokal kritisi kebijakan uin alauddin makassar, berujung fatal. MOJOK.CO

Pahitnya Jadi Mahasiswa Kritis di UIN Makassar: Berujung Skors, Beasiswa Dicabut, hingga Kecewakan Orang Tua yang Seorang Guru Honorer

24 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.