Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Tawuran Pecah di Manggarai Diduga Dipicu oleh Aksi Saling Lempar Air Kencing

Redaksi oleh Redaksi
19 Januari 2021
A A
air kencing
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Di Jakarta, aksi tawuran bisa terjadi karena apa saja, tak terkecuali gara-gara aksi saling lempar air kencing.

Bagi beberapa daerah di Jakarta, tawuran memang sudah menjadi semacam hal yang biasa. Tidak spesial lagi. Manggarai salah satunya. Di daerah ini, sudah tak terhitung berapa kali tawuran terjadi. Seperti halnya pada Senin, 18 Januari 2021 lalu, di mana tawuran antarwarga pecah di bilangan Jalan Manggarai Utara II.

Tawuran yang terjadi pada sore hari tersebut merupakan tawuran lanjutan dari aksi tawuran yang terjadi satu hari sebelumnya di dekat pintu air Manggarai.

Tawuran antarwarga tersebut tak pelak membuat arus lalu lintas di sekitaran lokasi menjadi lumpuh total karena kendaraan tak bisa melintas. Kendaraan tak berani menerobos jalan karena takut terkena lemparan batu.

Polisi akhirnya harus membubarkan aksi tawuran tersebut dengan menyemprotkan gas air mata kepada para “kombatan” tawuran. Dalam aksi pembubaran tawuran tersebut, setidaknya dua polisi terluka karena terkena lemparan batu dari para pelaku tawuran.

“Mungkin ada dua orang (anggota), dua orang kena lemparan batu. Kita sedang upaya penyelidikan dan penyidikan ya,” terang Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Azis Andriansyah seperti dikutip dari Detik.

Aksi tawuran antarwarga di Manggarai tersebut boleh jadi merupakan aksi tawuran yang cukup ironis, sebab pemicunya bukanlah hal-hal prinsipil atau hal lain yang sifatnya ideologis, melainkan perkara yang sangat sepele, bahkan kelewat sepele, yakni air kencing.

Kombes Pol Azis Andriansyah menyatakan bahwa tawuran tersebut diduga memang dipicu oleh aksi saling lempar air kencing.

“Kemarin awalnya ada saling lempar petasan, hari ini saling lempar air yang diduga air kencing. Itu yang memicu tawuran.”

Bayangkan, kalau tawuran karena rebutan akses air bersih, itu masih agak masuk nalar. Tapi kalau tawuran karena saling “memberi” air kencing? Itu baru Manggarai punya.

Polisi pun menyatakan akan mengambil tindakan tegas, bahkan represif kepada para pelaku yang terbukti ikut terlibat dalam aksi tawuran tersebut.

“Kita mengambil langkah-langkah preventif dan komprehensif. Jadi kita melakukan pertemuan terhadap tokoh-tokoh, kita juga akan melakukan tindakan represif kepada para pelaku tawuran,” ujar Kombes Pol Azis.

Nah, kan. Gara-gara air kencing, arus lalu lintas jadi macet, dua polisi terluka, dan polisi sampai harus menembakkan gas air mata.

Benar-benar air seni dibalas dengan air mata. Kencing pangkal chaos.

Iklan

kencing

BACA JUGA Pengalaman Saya Ikut Geng dan Tawuran di Masa Sekolah dan artikel KILAS lainnya. 

Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2021 oleh

Tags: air kencingtawuran
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Hidup Cemas di Manggarai Jakarta Selatan karena Tawuran MOJOK.CO
Esai

Merantau di Manggarai Jakarta Selatan Artinya Hidup Sambil Memelihara Ketakutan, Hidup Susah, dan Terancam Tawuran yang Bisa Terjadi Kapan Saja

18 Mei 2025
Polisi menutup akses jalan menuju Jalan Taman Siswa buntut bentrok PSHT dengan Brajamusti. MOJOK.CO
Kilas

Polisi Sudah Tangkap Tiga Tersangka, PSHT dan Brajamusti Diminta Tahan Diri

5 Juni 2023
Jogja Bawah Tanah

Sisi Lain dari Klitih Anak Sekolah di Yogyakarta

29 Juli 2021
Jogja Darurat Klitih MOJOK.CO
Pojokan

Klitih di Jogja Ramai Berkat Ojol: Cepat Dilupakan, Baru Ingat Ketika Jatuh Korban Lagi

4 Februari 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
Merayakan Sofistikasi Djent ala Bless The Knights yang Keras Kepala.MOJOK.CO

Merayakan Sofistikasi Djent ala Bless The Knights yang Keras Kepala

13 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyerahkan hibah daerah ke ormas, tempat ibadah, dan para seniman MOJOK.CO

Hibah Pemkab Sleman untuk Ormas, Tempat Ibadah, dan Seniman: Serahkan Ratusan-Miliaran Juta untuk Dioptimalkan

10 Juli 2026
Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring.MOJOK.CO

Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring

12 Juli 2026
Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda MOJOK.CO

Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda

10 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.