Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Survei LSI: Jokowi-Ma’ruf Unggul di Kalangan NU dan Muhammadiyah, Prabowo-Sandiaga di Kalangan Alumni 212

Redaksi oleh Redaksi
25 Agustus 2018
A A
jokowi ma'ruf prabowo sandiaga
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dalam survei elektabilitas capres-cawapres yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA beberapa waktu yang lewat, kita bisa mengetahui perkiraan elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga.

Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin saat ini adalah sebesar 52.2 persen, unggul jauh dibandingkan dengan elektabilitas Prabowo-Sandiaga yang berada di angka 29,5 persen (buat pendukung Prabowo-Sandiaga, tetap sabar, tetap tabah, tetap optimis, ya).

Selain soal elektabilitas secara umum, survei yang disajikan oleh LSI ternyata juga menyajikan beberapa hasil yang menarik terkait elektabilitas dua pasangan capres-cawapres ini. Salah satunya adalah elektabilitas capres-cawapres di kalangan masyarakat yang berafiliasi dengan organisasi kemasyarakatan keagamaan tertentu.

Nah, dalam survei LSI tersebut, tiga ormas keagamaan yang dijadikan klasifikasi kategori pemilih ada 3, yakni Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan Persaudaraan Alumni 212.

Hasilnya ternyata tak terlalu jauh dari dugaan banyak orang. Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin punya elektabilitas lebih tinggi pada segmen pemilih yang berafiliasi dengan NU dan Muhammadiyah, sedangkan Prabowo-Sandiaga unggul pada segmen pemilih yang berafiliasi dengan Persaudaraan Alumni 212.

“Untuk kategori ormas, pasangan Jokowi-Ma’ruf unggul di segmen NU, Muhammadiyah, dan beberapa ormas lainnya, sementara lawannya Prabowo-Sandi hanya unggul di kalangan PA 212,” ujar Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar.

Dari seluruh responden survei yang mengaku berafiliasi dengan NU, 54,7 persen mengaku memilih Jokowi-Ma’ruf, sedangkan yang memilih Prabowo-Sandi sebesar 27 persen.

Tak berbeda jauh dengan pemilih dari kalangan NU, segmentasi pemilih yang mengaku berafiliasi dengan Muhammadiyah juga lebih banyak memilih Jokowi-Ma’ruf, persentasenya sebesar 50 persen, sementara yang memilih Prabowo-Sandiaga sebesar 35,7 persen.

Nah, untuk kategori pemilih yang mengaku berafiliasi dengan Persaudaraan Alumni (PA) 212, Pasangan Prabowo-Sandiaga unggul jauh. Prabowo-Sandiaga unggul dengan jumlah pemilih sebesar 61,1 persen, sedangkan yang memilih Jokowi-Ma’ruf hanya sebesar 27,8 persen.

Wah, kalau pakai hitungan kasar, pasangan Jokowi kelihatannya bakal menang besar, sebab warga NU konon katanya mencapai lebih dari lima puluh juta, warga Muhammadiyah lebih dari dua puluh juta, sedangkan Alumni 212 maksimal adalah tujuh juta.

Tapi, yah, namanya juga politik, mudah berubah-ubah begitu saja. Jumlah Alumni 212 memang hanya tujuh juta, namun siapa yang bakal menyangka jika setelah pemutaran film Wiro Sableng nanti, jumlah alumni 212 mendadak naik berkali-kali lipat.

Bukan begitu, Mas Wiro? (A/M)

elektabilitas capres-cawapres

Terakhir diperbarui pada 6 Oktober 2018 oleh

Tags: elektabilitasjokowiMuhammadiyahnuprabowo
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan yang Sama MOJOK.CO
Esai

Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan

9 Maret 2026
Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO
Sehari-hari

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026
Tarawih di masjid Jogja
Ragam

Berburu Lokasi Tarawih sesuai Ajaran Nahdlatul Ulama di Jogja, Jadi Obat Kerinduan Kampung Halaman di Pasuruan

18 Februari 2026
Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua MOJOK.CO
Esai

Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua

18 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perantau Minang di kantin kereta api Indonesia (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran

Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”

13 Maret 2026
iphone 11, jasa sewa iphone jogja.MOJOK.CO

User iPhone 11 Dicap Kuno dan Aneh karena Tak Mau Upgrade, Pilih Dihina Miskin daripada Pusing Dikejar Pinjol

14 Maret 2026
Orang Jombang iri dengan Tuban, daerah tetangga sesama plat S yang semakin gemerlap dan banyak wisata alam buat healing MOJOK.CO

Sebagai Orang Jombang Saya Iri sama Kehidupan di Tuban, Padahal Tetangga tapi Terasa Jomplang

12 Maret 2026
Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026
Saya Orang Jogja yang Iri pada Klaten yang Keberadaannya Makin Diperhitungkan Mojok.co

Klaten Daerah Tertinggal yang Perlahan Berubah Menjadi Surga, Dulu Diremehkan dan Dianggap Kecil Kini Sukses Bikin Iri Warga Jogja

11 Maret 2026
merantau, karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO

Kebahagiaan Semu Gaji 5 Juta di Jakarta: Dianggap “Sultan” di Desa, Padahal Kelaparan dan Menderita di Kota

15 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.