Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Sumur di Jogja Mengandung Bakteri E-Coli, Masyarakat Diimbau Olah Air dengan Benar

Kenia Intan oleh Kenia Intan
16 Agustus 2022
A A
bakteri e-coli ada di sumur di Jogja

Ilustrasi - Warga di Dusun Widoro Lor, Desa Bendung, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dikagetkan munculnya sumber mata air yang cukup deras, sehingga dapat mengairi lahan pertanian yang tandus di wilayah ini. Warga berinisiatif memasang pipa ukuran 4 inchi, sehingga dapat dialirkan ke lahan pertanian. (ANTARA/Sutarmi)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kandungan bakteri e-coli di air sumur di Kota Yogyakarta tergolong tinggi. Kepala Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Sutomo mengimbau masyarakat mengolah air dengan benar sebelum dikonsumsi. 

Sutomo menjelaskan, pencemaran bakteri e-coli di air sumur Yogyakarta sebenarnya sudah terjadi cukup lama. Kondisi ini muncul karena pemukiman di Yogyakarta yang padat penduduk.

” Karena kondisi permukiman yang sudah padat dengan penduduk, maka tidak jarang jarak antara sumur dan pengolahan limbah domestik antar rumah tidak memenuhi jarak ideal sehingga terjadi pencemaran bakteri e-coli di sumur warga,” katanya Senin (15/8/2022) seperti yang dikutip dari Antara. Adapun pemeriksaan baku mutu air sumur itu dilakukan di sejumlah kantor kelurahan, pasar, dan beberapa instansi. 

Sebelumnya pada tahun 2021, UPT Laboratorium Lingkungan Hidup DLH Kota Yogyakarta juga melakukan pengukuran kualitas mata air di sembilan lokasi, di antaranya Belik Balirejo, mata air Cokrodiningratan, Umbul Lanang, Belik Wedok, dan Belik Tirta Buana. Hasilnya, hampir semua menunjukkan kandungan bakteri e-coli yang melebihi ambang batas.

Pemeriksaan kualitas air sungai di seluruh sungai di Kota Yogyakarta yang menunjukkan hal serupa. Kandungan bakteri e-coli melebihi ambang batas. Dari hasil pemeriksaan mutu air menunjukan indeks kualitas mutu air sungai pada tahun lalu pada angka 38,44.

Kendati mengandung bakteri e-coli yang tinggi, Sutomo bilang, air sumur masih aman digunakan untuk keperluan mandi, cuci, kakus (MCK). Air sumur juga masih dapat dikonsumsi masyarakat setelah mengolahnya terlebih dahulu. Pengolahannya cukup dengan merebus air hingga mendidih. Saat direbus bakteri e-coli akan mati, sehingga tidak akan menimbulkan permasalahan kesehatan ketika masyarakat mengonsumi. 

Bagi masyarakat yang ingin melakukan baku mutu air sumur, UPT Laboratorium Lingkungan Hidup DLH Kota Yogyakarta juga memberikan layanan pemeriksaan kualitas air sumur warga. Warga cukup mengajukan permohonan pemeriksaan melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS). Nantinya, akan ada petugas yang datang untuk mengambil sampel dan memeriksa kualitasnya. Hasil pemeriksaan laboratorium akan dikirim langsung ke akun JSS dari warga yang bersangkutan. 

“Hasil pemeriksaan laboratorium ini hanya akan disampaikan ke akun pemohon. Tidak untuk dipublikasikan,” pungkasnya. 

Penulis: Kenia Intan
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Air adalah Salah Satu Alasan Islam Ada

Terakhir diperbarui pada 16 Agustus 2022 oleh

Tags: airJogjasumur
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Gudeg, Kuliner Jogja yang Makin Tak Cocok untuk Orang Miskin (Unsplash)
Pojokan

Harga Gudeg Jogja Naik, Berpotensi Menguatkan Sisi Gelap kalau Kuliner Jogja Ini Memang Bukan Makanan Murah Lagi

9 April 2026
Jogja Bisa Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung MOJOK.CO
Esai

Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 

8 April 2026
Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer MOJOK.CO
Catatan

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

7 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO
Urban

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Vera Nur Fadiya, kuliah di jurusan sepi peminat (Matematika) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, jadi jalan wakili mimpi orang tua MOJOK.CO

Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah

11 April 2026
Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living MOJOK.CO

Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

8 April 2026
Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung MOJOK.CO

Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung

6 April 2026
Ribetnya lolos seleksi CPNS dan jadi PNS/ASN di desa: dibayangi standar hidup sukses yang merepotkan MOJOK.CO

Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi

8 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Saya Setuju Orang Jakarta Tajir Tak Betah Slow Living di Desa (Unsplash)

Orang Tajir Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa karena Menolak Srawung Itu Omong Kosong Kebanyakan Gagal Betah karena Ulahnya Sendiri

7 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.