Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Sosial

20 Nama Kampung di Jogja yang Berasal dari Tugas Abdi Dalem Kraton

Kenia Intan oleh Kenia Intan
20 Mei 2023
A A
nama kampung di jogja mojok.co

Kampung di Jogja (Photo by Farhan Abas on Unsplash)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Berbagai macam tugas abdi dalem Kraton Yogyakarta masih lestari dalam nama-nama kampung.  Ada apa saja ya? 

Kampung-kampung di Yogyakarta memiliki penamaan yang unik. Ada yang berdasarkan tumbuhan-tumbuhan, sosok ternama di kampung tersebut, hingga jenis pekerjaan abdi dalem kraton yang dahulu bermukim di kampung tersebut. Mulai dari abdi dalem yang bertugas sebagai tukang jagal hingga abdi dalem yang bekerja khusus untuk membuat teh. 

Iklan

Melansir buku “Toponim Kota Yogyakarta” yang ditulis Nur Aini Sulistyowati dan Heri Priyatmoko pada 2019, Mojok sudah merangkum beberapa kampung di Yogyakarta  yang penamaannya terinspirasi dari tugas abdi dalem kraton.

Gemblakan Bawah dan Gemblakan Atas

Tugas abdi dalem Kraton Yogyakarta sebagai tukang kuningan menginspirasi penamaan kampung ini. Gemblakan berasal dari kata “Gemblak” yang artinya tukang kuningan. Pada zaman dahulu, abdi dalem yang pandai mengolah bahan kuningan dibutuhkan untuk pemasangan kuningan pada perabotan keluarga kerajaaan. Gemblak biasanya memasang kuningan untuk gagang pintu, lemari, alat musik, paku kayu, dan barang hiasan lainnya.

Sitisewu

Kampung yang terletak di sisi selatan Kampung Gowongan itu berkaitan dengan tugas abdi dalem dalam menyediakan tenaga kerja (bau suku). Biasanya tenaga kerja ini diperlukan untuk proyek pembangunan. Tenaga kerja itu biasanya dicari dari Sungai Bagawanta ke arah barat laut.

Pajeksan

Penamaan pajeksan berasal dari omah (kantor) jeksa atau jaksa. Kampung Pajeksan yang berada di wilayah Kecamatan Gedongtengen itu dahulu memang terkenal sebagai pemukiman abdi dalem jaksa atau pengadilan.

Jlagran

Tugas abdi dalem kraton untuk menata batu menjadi asal-usul nama kampung ini. “Jlagra” berarti tukang menata batu untuk tumpuan. Jlagra banyak dibutuhkan untuk mengerjakan proyek pembangunan berskala besar maupun kecil. Kesetiaan para jlagra melayani permintaan istana berbuah hadiah sepetak tanah untuk bermukim.

Gandekan Lor

Kata “Gandek” merupakan asal-usul kampung Gandekan Lor. Gandek adalah sebutan bagi abdi dalem yang menyalurkan perintah dari majikan. Dalam struktur birokrasi kerajaan, memang ada petugas khusus yang bertanggung jawab untuk memanggil seseorang menghadap kraton. 

Demangan

Kampung Demangan berasal dari kata “Demang” yang berarti orang yang diberi tugas mengatur suatu desa. Kawasan ini dahulunya memang ditinggali oleh orang-orang yang punya kaitan dengan keberlangsungan pemerintahan pada zaman itu

Gendeng

Kawasan yang terletak di sisi  menjadi tempat bermukim abdi dalem yang mahir memainkan tembang jawa atau “gending”. Lambat laun, warga mengucapkan gending menjadi gendeng. Oleh karena itu, kawasan seluas 45 ha itu disebut dengan Kampung Gendeng hingga saat ini.

Kauman

Penamaan Kampung Kauman tidak terlepas dari Masjid Gedhe yang terletak di sebelah barat Alun-Alun Utara. Kampung ini terletak di belakang Masjid Gedhe. Kauman memiliki arti kampung tempat orang yang sungguh-sungguh menjalankan agama Islam. 

Mereka yang bertanggung jawab mengelola masjid dan memimpin upacara keagamaan disebut abdi dalem pengolah. Abdi dalem ini terdiri atas para tokoh ulama yang taat beragama. Mereka diberi tempat tinggal di sisi barat Masjid Gedhe yang kemudian berkembang menjadi Kampung Kauman.

Bumijo

Kata Bumijo memiliki arti bumi sing rejo atau tanah yang makmur dengan segala tanaman tumbuh di atasnya. Dahulu, kampung di yogyakarta ini dulu dihuni oleh abdi dalem yang mengurus perkara tanah sawah alias juru sabin. Tidak hanya itu, juru bendung, juru taman, tukang tanam pohon, dan tukang menguas dengan tanaman juga tinggal di kawasan ini.

Gowongan

Kampung Gowongan berasal dari kata “Gowong” yang berarti abdi dalem tukang kayu. Mereka mendapat tanah untuk ditinggali secara berkelompok berkat pengabdian kepada raja dan perannya bagi lingkungan kraton. Pada zaman itu pembesar kerajaan memang memerlukan abdi dalem tukang kayu ini untuk terlibat dalam pembangunan. 

Prenggana

Ada beberapa asal usul Kampung Prenggana. Salah satunya, kampung ini adalah tempat tinggal para abdi dalem yang bertugas menghias kraton ketika ada acara. Prenggana berasal sari kata “di-rengga” yang artinya dipajang/dipamerkan agar tampak indah.

Patehan

Abdi dalem yang bertugas menyajikan teh untuk keraton dahulu tinggal di kawasan khusus. Patehan memiliki arti bintang, teko, dan perabot minum teh. Kata ini juga memiliki arti tempat menyediakan minuman teh. 

Kampung khusus untuk para pembuat teh diperlukan untuk melayani para tamu dari kerajaan lain. Hingga saat ini Kampung Patehan masih dihuni oleh abdi dalem yang setia meneruskan tradisi membuat teh untuk kraton.

Nagan

Terdapat beberapa versi asal-usul penamaan kampubg ini. Pertama, Kampung Nagan merupakan kampung bagi para abdi dalem yang bertanggung jawab memelihara ular. Kitab  Katrangan Côndrasangkala menunjukan bahwa istilah naga sama dengan ula gedhe atau ular besar. Kedua, Kampung Nagan merupakan kampung bari para abdi dalem yang menabuh gamelan. Penabuh gamelan disebut dengan niyaga, ada juga yang menyebut nayaga. 

Iklan

Mergangsang Lor dan Mergangsan Kidul

Mergangsan berasal dari kata “Mergansa” yang berarti kalang, tukang kayu, blandong. Pada saat awal kraton berdiri, kawasan ini memang dihuni oleh orang-orang yang bergelut dengan dunia perkayuan. Tidak sembarang mengolah kayu, abdi dalem mergangsa sebenarnya memiliki tugas khusus dalam bidang perkayuan, yakni membuat gawang-gawang dan pintu masuk bangunan rumah.

Keparakan Lor dan Keparakan Kidul

Keparakan bersumber dari kata “Keparak” yang berarti pelayan yang bertugas mendampingi penguasa beserta keluarganya apabila memerlukan bantuan. Jumlah abdi dalem keparak cukup banyak, oleh sebab itu mereka disediakan tanah yang luas untuk tempat tinggal. Lambat laun tanah ini menjadi tempat tinggal.

Ngampilan

Ngampilan merupakan tempat tinggal bagi para ampilan. Arti ampilan adalah upacara dan sebagainya. Selain itu ampilan juga bermakna sebagai barang bawaan pembesar ketika pergi. Tugas abdi dalem ini membawa ampilan dalem dan ampilan keprabon ke Bangsa Manguntur Tangkil sebelum Sri Sultan duduk di singgasana.

Margoyasan

Kampung  Margoyasan merupakan pemukiman bagi abdi dalem pembuatan jalan. “Marga” berarti dalan atau jalan. Sementara “yasan” artinya gegawen atau pekerjaan. Berbeda dengan kebanyakan kampung yang terletak di dalam benteng,  kampung ini terletak di luar benteng karena sifat pekerjaannya lebih banyak melayani masyarakat.

Jagalan Beji

Terlihat dari namanya, Kampung Jagalan Beji dulunya tempat tinggal orang-orang yang bekerja sebagai tukang jagal atau menyembelih hewan. Kawasan ini ditinggali oleh para tukang gajal biasa maupun abdi dalem Miji. Abdi dalem Miji adalah golongan jagal yang berada di wilayah Pakualaman. Mereka punya peran penting dalam upacara-upacara yang diadakan Keraton. Sementara “Beji” memiliki arti tempat suci.

Pandeyan

Kampung yang secara administratif terletak di Kecamatan Umbulharjo itu berasal dari kata “Pande” artinya profesi tukang yang membuat peralatan dari bahan besi. Di zaman dahulu, kawasan ini adalah tempat bermukim para pande atau tukang besi.

Pakuncen

Penamaan Kampung Pakuncen erat kaitannya dengan wilayahnya yang sebagian besar merupakan pemakaman. Ada beberapa versi penamaan kampung ini. Salah satunya menjelaskan, kampung ini merupakan makam yang dijaga oleh seorang juru kunci. Warga kemudian menamai kawasan itu menjadi Pakuncen yang berarti juru kunci atau penjaga makam leluhur pembesar istana Kasultanan Yogyakarta. 

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA 12 Kampung di Jogja yang Berasal dari Nama Pohon

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 20 Mei 2023 oleh

Tags: abdi dalemkampungkampung di jogjaKraton YogyakartaYogyakarta
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta. MOJOK.CO

Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA: Masjid sebagai Mercusuar Peradaban dan Konservasi Lingkungan

22 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi. MOJOK.CO

Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi

21 Agustus 2026
ilustrasi ketua pemuda

Jabatan Ketua Pemuda di Kampung itu Gagah, Tapi Ngenes Karena Dianggap Bisa Menyelesaikan Semua Masalah

20 Agustus 2026
Lansia menjual aksesori kemerdekaan di Malioboro, Yogyakarta. MOJOK.CO

Kisah Istri Pensiunan BPN Turun ke Jalanan untuk Jual Aksesori Kemerdekaan di Masa Tua demi Hadiahkan Cucu

18 Agustus 2026
Pameran foto dalam Pesta Rakyat Jogja guna memeriahkan acara HUT ke-81 RI. MOJOK.CO

Potret Warga Jogja: Asyik “Pesta” Saat Pejabat sedang Upacara HUT ke-81 RI di Gedung Agung

17 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran .MOJOK.CO

Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran

20 Agustus 2026
pegawai BPO

Lulusan Magister Biologi Rela jadi Pegawai BPO di Tanah Rantau Agar Tidak Dianggap Pengangguran dan Bikin Orang Tua Menderita

26 Agustus 2026
GVD Resmi Rilis Single Perdana "VII", Bawa Konsep Post-Black Berbalut Visual Kei Cerah.MOJOK.CO

GVD Resmi Rilis Single Perdana “VII”, Bawa Konsep Post-Black Berbalut Visual Kei Cerah

23 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026
14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

25 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.