Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Melacak Sejak Kapan Profesi Tukang Parkir yang Nyebelin itu Ada di Indonesia

Iradat Ungkai oleh Iradat Ungkai
21 September 2023
A A
Melacak Sejak Kapan Profesi Tukang Parkir Ada di Indonesia MOJOK.CO

Tukang parkir (commons.wikimedia.org)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tukang parkir menjadi profesi yang sering bikin sebel orang belakangan ini. Penyebabnya mulai dari kejutekannya saat menagih, tidak membantu mengeluarkan kendaraan, hingga mematok tarif mahal.

Fakta lain yang semakin bikin orang sebel ialah sekarang tukang parkir telah merambah ke mana-mana. Bukan hanya di mal dan restoran saja, profesi ini kini telah hadir di minimarket, warung soto, hingga ATM. Bujet pengeluaran jadi membengkak.

Keresahan ini memunculkan pertanyaan, sejak kapan sih profesi ini ada? Bagaimana sejarah parkir? Sejak kapan di Indonesia ada?

Perjalanan dunia parkir dari masa ke masa

Keberadaan tukang parkir kemungkinan besar mulai ada berbarengan dengan munculnya kebutuhan orang akan parkir. Kebutuhan tersebut nampaknya telah ada sejak era 1400-an atau zaman koboi di Amerika Serikat.

Melansir laman Kompas.id, kala itu orang memakai kereta kuda dan kuda sebagai transportasi umum. Mereka butuh lahan untuk menautkan tali kekang kuda. Kuda-kuda mereka parkirkan berjejer seperti susunan parkir kendaraan hari ini.

Kemunculan kendaraan bermotor di akhir abad 1800-an membuat kebutuhan lahan parkir pun meningkat. Lalu pada 1935, konsep meteran parkir diperkenalkan di Oklohama. Waktu menitipkan kendaraan pun terbatasi dan alat parkir akan menunjukkan siapa saja yang telah melewati batas waktu.

Pada 1950-an di Amerika, terjadi pembangunan besar-besaran lahan/kontruksi bangunan untuk parkir. Lalu pada 1980, mesin digital penanda waktu parkir mulai marak. Mesin ini memungkinkan tarif menitipkan kendaraan terhitung berdasarkan jam dan hari seperti yang sering kamu lihat hari ini.

Sejak kapan tukang parkir ada di Indonesia?

Cukup tricky menemukan data pasti sejak kapan sejarah parkir di Indonesia bermula. Menurut laporan penelitian yang termuat dalam Politik Perparkiran Jakarta (2006), profesi ini sudah ada di Jakarta sejak era awal Kemerdekaan Indonesia. Sejak 1950-an, telah ada pihak atau kelompok yang mengelola penitipan kendaraan di jalanan.

Kendati demikian, kala itu istilah parkir belum ada. Para penjaga lahan parkir itu dulu populer dengan sebutan “jaga otto”. Istilah “otto” di sini merujuk kendaraan atau mobil. Lahan jaaga otto tersebut biasanya berada di daerah pemukiman orang-orang Tionghoa atau Belanda. Dua etnis yang tergolong kaya sehingga memiliki mobil.

Lahan jaga otto di masa itu terbatas di daerah Pasar Baru, Jakarta Kota, Harmoni, Glodok, Jalan Thamrin, dan Sudirman. Kawasan tersebut sejak dulu menjadi pusat niaga dan terdapat banyak kantor peninggalan zaman kolonial.

Ali Sadikin dan upaya merapikan perparkiran liar

Perparkiran Jakarta bertambah ramai kala Jakarta pertama kali menjadi tuan rumah Asian Games 1962. Jagoan-jagoan setempat memegang pengelolaan parkirnya.

Gubernur Ali Sadikin lalu membenahi sistem lahan parkir atas kepemilikan perseorangan ini. Pemda DKI Jakarta Raya pun mendirikan PT Parkir Jaya, sebagai satu-satunya pengelola parkir di Jakarta.

Melansir laman Tirto.id, waktu itu terdapat sekitar 100.000 mobil yang dititipkan tiap harinya. Tarif parkir kala itu Rp25. Kendati menyumbang banyak pendapatan untuk pemerintah, upaya tersebut pengelolaan parkir satu pintu tersebut mendapat tentangan dari kanan dan kiri.

“Parkir Jaya sebagai pengelola tunggal parkir di Jakarta, mulai kegiatan dengan banyak timbul tantangan. Terutama dari para bekas ‘boss parkir’,”  tulis Ekspres.

Iklan

Ribut-ribut dengan tukang parkir sudah sering terjadi sejak awal 1970-an. Masalah parkir yang semula sepele, begitu jumlah kendaraan bertambah menjadi rumit. Para tukang parkir kala itu menarik uang begitu saja. Ada pula yang sama sekali bukan juru parkir tapi ikut meminta duit. Semua bermula dari makin banyaknya mobil di Jakarta.

“Dikasih Rp100 tidak ada kembaliannya, dikasih Rp15 tukang parkir marah-marah. Maunya dikasih Rp25. Maka terjadilah ribut-ribut,” ujar Ali Sadikin dikutip dari Bang Ali Demi Jakarta 1966-1977.

Penulis: Iradat Ungkai
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Tukang Parkir ATM, Jenis Tukang Paling Menyebalkan Sepanjang Sejarah parkir
Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 24 September 2023 oleh

Tags: parkirsejarah parkirsejarah tukang parkirtukang parkir
Iradat Ungkai

Iradat Ungkai

Kadang penulis, kadang sutradara, kadang aktor.

Artikel Terkait

parkir jogja dan bali.MOJOK.CO
Ragam

Eksperimen Menghitung Penghasilan Tukang Parkir Kafe Estetik di Jogja: 2 Kali Gaji Karyawan Kafe Itu Sendiri

17 Oktober 2025
Nikmatnya Jadi Tukang Parkir di Jogja, Dapat Cuan Besar (Pixabay)
Pojokan

Iseng Jadi Tukang Parkir di Jogja Saat Pertandingan PSIM Jogja, Kerja Enteng Cuma Beberapa Jam Dapat Cuan lebih dari UMR Buat Jajan dan Beli Rokok Enak

14 Juli 2025
tukang parkir ilehal di jogja.MOJOK.CO
Ragam

Eksperimen Seminggu Jadi Tukang Parkir Ilegal di Jogja, Penghasilannya Bisa Kebeli Apa Aja?

13 April 2025
Parkir Alternatif GOR Amongrogo Sediakan Shuttle Bus ke Malioboro Selama Libur Lebaran
Aktual

Parkir Alternatif GOR Amongrogo Sediakan Shuttle Bus ke Malioboro Selama Libur Lebaran

30 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Sewakan kos bebas ke teman sesama mahasiswa Malang yang ingin enak-enak tapi tak punya modal MOJOK.CO

Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

14 Januari 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
Ilustrasi Mie Ayam di Jogja, Penawar Kesepian dan Siksaan Kemiskinan (Unsplash)

Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam

19 Januari 2026
Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026
Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.