Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Polda Metro Jaya Diduga Sebar Hoaks Ambulans Bawa Batu

Redaksi oleh Redaksi
26 September 2019
A A
Polda Metro Jaya Diduga Sebar Hoaks Ambulans Bawa Batu MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kata akun Twitter Polda Metro Jaya, ambulans Pemprov DKI Jakarta bawa batu. Tapi setelah diamat-amati di videonya, kok nggak kelihatan, ya?

“…Ini ambulans pembawa batu. …Ini ambulans penyuplai batu. Penyuplai batu.”

Salah satu kalimat yang terdengar jelas dari video yang sempat diunggah oleh akun Twitter dan Instagram @TMCPoldaMetro. Polda Metro Jaya mengunggahnya disertai caption yang sama di kedua platform-nya, “02:14 Polri amankan 5 kendaraan ambulans milik Pemprov DKI Jakarta yang digunakan untuk mengangkut batu dan bensin yang diduga untuk molotov di dekat Gardu Tol Pejompongan Jl. Gatot Subroto.”

 

https://twitter.com/DukeCondet/status/1176955989326647297?s=20

Dalam video tersebut, tampak polisi mengepung ambulans yang tertuduh tersebut. Mereka juga membuka pintu ambulans dan di dalamnya terdapat beberapa orang yang tampaknya adalah petugas kesehatan.

Selain akun @TMCPoldaMetro, beberapa akun lain pun juga nge-share video ini. Di antaranya, @MurtadhaOne pada pukul 23:53, @P3nj3l4j4h pada 00:39, @Dennysiregar7 pada 01:24, dan @TMCPoldaMetro pada 02:16.

Yang menjadi aneh adalah, kok bisa-bisanya @TMCPoldaMetro bilang bahwa mereka mengamankan ambulans tersebut pukul 02:14. Eh, akun-akun yang lain udah update sekitar dua jam lebih dulu sebelum waktu kejadian yang disebut sama Polda Metro Jaya. Apakah selain buzzer mereka ini ternyata cenayang?

Kalaupun ternyata @TMCPoldaMetro salah ngasih informasi terkait waktu kejadian. Tapi tetap saja, video itu susah untuk dipercayai mentah-mentah dan memunculkan tanda tanya bagi netizen. Pasalnya, entah mereka ini nggak ngelihat dengan detail gambar yang disajikan. Atau kita yang memang nggak bisa menangkap benda dengan baik karena rekaman videonya tersebut memiliki pencahayaan yang buruk sekali. Atau sebetulnya, mereka punya kekuatan lain yang tak dimiliki orang kebanyakan: Bisa melihat batu tersebut ada di dalam mobil.

Sebab, setelah diamat-amati dengan pelan-pelan dan seksama sekalipun. Sama sekali tidak tampak ada batu di mobil ambulans milik Pemprov DKI Jakarta seperti yang dituduhkan seseorang dalam video. Jadi, di mana batu yang dimaksudkan?

Maksudnya begini, kami-kami yang awam saja mudah menilai bahwa info yang “di-cangkem-kan” oleh seseorang di video itu ternyata tidak sinkron dengan kenyataan yang ada dalam tayangan videonya. Lantas, bagaimana bisa sekelas Polda Metro Jaya alih-alih mengklarifikasi atau berhati-hati dengan info tersebut (yang sebetulnya sudah tersebar sebelumnya), eh malah langsung main upload aja. Kan nganu banget, yak~

Mungkin, karena banyak netizen yang mempertanyakan video tersebut dan menganggap bahwa yang dilakukan akun Polda Metro Jaya adalah menyebarkan hoaks. Akhirnya, Polda Metro Jaya menghapus postingan tersebut. Meski sebetulnya sih, nggak ngaruh-ngaruh amat juga. Lha wong, yang nyimpen juga nggak sedikit.

Tapi kalau ternyata memang betul akun Twitter Polda Metro Jaya menyebarkan hoaks. Apakah itu artinya mereka bisa dijadikan tersangka seperti mereka menjadikan Veronica Koman sebagai tersangka? Hehehe. Cuma tanya saja saya, mah. (A/L)

Update: Setelah berita ini diturunkan, pihak Polda Metro Jaya mengklarifikasi bahwa ambulans Pemprov DKI tidak membawa batu untuk digunakan para pendemo. Selengkapnya bisa dibaca di sini.

Iklan

BACA JUGA Veronica Koman Dijadiin Tersangka Karena Nyebarin Hoaks, Kok Kominfo dan Puspen TNI Nggak? dan artikel KILAS lainnya.

Terakhir diperbarui pada 26 September 2019 oleh

Tags: ambulans bawa batuDemohoakspolda metro jaya
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

darurat militer.MOJOK.CO
Mendalam

Belajar dari Sejarah: Darurat Militer Cuma Bikin Negara Menjadi Neraka, Rakyat Makin Menderita

4 September 2025
Demo Dilindas Pemerintah yang Lebih Busuk dibanding Orde Baru MOJOK.CO
Esai

Negara Melindas dengan Beringas: Ketika Menghadapi Demo dan Rakyat, Nyatanya Pemerintah Sekarang Lebih Kejam dari Orde Baru dan Zionis!

2 September 2025
Polisi gelontorkan uang banyak untuk gas air mata yang digunakan dalam demo. MOJOK.CO
Aktual

Saat Duit Rakyat Hanya Dipakai buat Membeli Gas Air Mata Kadaluwarsa oleh Polisi

31 Agustus 2025
psht, demo.MOJOK.CO
Ragam

Memahami Alasan PSHT Jarang Kelihatan di Demo Mahasiswa, Meskipun Aslinya Mereka Ingin Ikut

25 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026
Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026
Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan Mojok.co

Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan

15 Maret 2026
Gen Z dapat THR saat Lebaran

3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

18 Maret 2026
Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar.MOJOK.CO

Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar

16 Maret 2026
Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran

Saya Kapok Mudik dengan Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

15 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.