Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

PKS Luncurkan Logo Baru, Kali Ini Bentuknya Bulat dan Dominan Warna Oranye

Redaksi oleh Redaksi
30 November 2020
A A
logo pks
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – PKS meluncurkan logo baru yang diklaim tampak lebih elegan dan tidak jadul.

Setelah sekian lama logonya identik dengan perpaduan warna kuning dan hitam seperti ular lare angon, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya secara resmi mengganti logo mereka yang kuning-hitam itu.

Iklan

Dalam Musyawarah Nasional (Munas) V PKS yang digelar di Bandung Jawa Barat, Minggu, 29 November 2020 lalu, selain mengumumkan susunan daftar kepengurusan PKS masa jabatan 2020-2025, PKS juga secara resmi memperkenalkan mars, hymne, dan logo baru mereka.

Logo baru PKS ini memang masih tetap menggunakan ornamen dua bulan sabit yang mengapit kapas tegak lurus (yang kalau kapasnya dihilangin bisa jadi logo Hurley itu). Hanya saja, dominasi bentuk dasar dan warnanya yang berbeda. Jika pada logo lama, bentuk dasar logo PKS berbentuk persegi, maka kini pada logo barunya, bentuk dasarnya berubah menjadi lingkaran. Pun warna dominannya yang sebelumnya hitam dan kuning, kini berubah menjadi oranye dan putih.

Sekjen PKS Aboe Bakar Alhabsy menyatakan bahwa perubahan logo PKS memiliki filosofi PKS tampil sebagai partai yang lebih segar dan terbuka untuk semua kalangan.

“Perubahan lambang, mars dan hymne sudah dirumuskan sejak kepengurusan sebelumnya. Esensi perubahan ini adalah PKS harus tampil lebih segar, lebih dekat dan terbuka untuk semua kalangan,” terang Aboe dalam keterangan resmi seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Dalam keterangan resmi, dua perubahan utama pada logo PKS (warna oranye dan bentuk bulat) punya filosofi tersendiri. Bentuk bulat yang kini menjadi bentuk dasar logo PKS melambangkan kesetaraan, keteraturan, keserasian, persatuan dan kesatuan arah demi memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan rakyat di bumi Indonesia yang berlandaskan Pancasila.

Sementara warna oranye yang kini menjadi warna dominan pada logo partai melambangkan kehangatan, harapan, semangat kehidupan yang selalu optimis dan juga semangat muda.

“Intinya, oranye itu pesan. Bersemangat melayani rakyat, lebih terbuka lebih hangat. Pesannya itu,” terang Ketua DPW PKS Jawa Barat, Haru Suandharu, seperti dikutip dari Merdeka.

Dengan unsur warna oranye ini, kini PKS menemani Nasdem dan Hanura sebagai partai yang sebelumnya sudah lebih dulu memakai warna tersebut dalam logo partainya.

Bukan tak mungkin, kesamaan warna itu membuat ketiganya bisa berkoalisi di masa depan. Maklum, kalau partai berkoalisi karena kesamaan visi, tentu itu sudah biasa, tapi kalau berkoalisi karena kesamaan warna logo, itu baru luar biasa.

Siapa tahu nanti bisa bikin nama koalisi yang keren: Koreng. Koalisi Partai Orange.

logo pks

BACA JUGA Salah Kaprah Citra Liqo atau Pembinaan Agama ala PKS dan artikel KILAS lainnya. 

Terakhir diperbarui pada 15 Maret 2021 oleh

Tags: logopartaiPKS
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Wacana Koalisi PDIP dan PKS di Putaran Kedua Pilpres, Siapkah Lawan Kubu Prabowo?
Video

Wacana Koalisi PDIP dan PKS di Putaran Kedua Pilpres, Siapkah Lawan Kubu Prabowo?

20 Januari 2024
kasus kdrt mojok.co
Kotak Suara

Anggota DPR dari PKS Terseret Kasus KDRT, Sudah Mundur, Gimana Kelanjutan Kasusnya?

26 Mei 2023
khonsa taqiya caleg muda pks mojok.co
Podium

Khonsa Taqiya, Mahasiswa UNY yang Nyaleg lewat PKS: ‘Jika Politik Itu Kotor, Harus Dibersihkan, Bukan Ditinggalkan’

19 Mei 2023
pks diy mojok.co
Kotak Suara

PKS Daftarkan 55 Bacaleg ke KPU DIY, Usung Keterwakilan Perempuan

11 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026
Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Pertama kali beli mesin cuci di rumah desa, kena julid tetangga MOJOK.CO

Pertama Kali Beli Mesin Cuci di Rumah Desa: Terharu Ringankan Beban Ibu hingga Dianggap Buang Duit oleh Tetangga Julid

10 Juli 2026
Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan MOJOK.CO

Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan

14 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.