Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Petinggi King of The King Nyambi PNS Ini Yakin Bisa Lunasi Utang Indonesia

Redaksi oleh Redaksi
31 Januari 2020
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sempat ramai kemunculan Kerajaan King of The King di Karawang, seorang petingginya klaim bakal melunasi utang Indonesia. Ebuseeet.

Namanya Juanda, seorang pria paruh baya berkumis usia 48 tahun. Asli Karawang, pria tulen, ganteng, dan berkumis.

Namanya jadi terkenal karena mengaku sebagai Ketua Indonesia Mercusuar Dunia (IMD), sebuah lembaga di bawah naungan King of The King yang sempat menghebohkan Indonesia berbarengan dengan kemunculan Kerajaan Sunda Empire dan Keraton Agung Sejagat.

Selain sebagai petinggi King of The King, Juanda (bukan nama bandara) juga menyambi pekerjaan sebagai PNS berpangkat biasa di Karawang.

Dengan jabatannya saat ini (bukan jabatan yang di PNS), Juanda mengklaim bisa membantu Republik Indonesia dalam melunasi seluruh utang-utangnya.

“Saya tidak hoaks. IMD berdiri bukan untuk makar, tapi untuk menyelamatkan bangsa dan negara. Untuk melunasi utang Indonesia yang bunganya saja mencapai Rp1 triliun (dalam) satu hari,” kata Juanda yang bukan nama bandara ini.

Menurut Juanda, seluruh utang yang membebani Indonesia tidak bakal bisa dibayar oleh siapapun—tentu saja kecuali dirinya.

“Seluruh utang itu tak akan mampu dibayar oleh Indonesia. Siapapun presidennya. Sampai kiamat pun Indonesia tak bisa lepas dari utang luar negeri,” katanya.

Guna membantu negara yang sangat dicintainya ini, Juanda merasa dirinya dan kerajaan harus turun gunung untuk membantu. Salah satu caranya adalah mencairkan dana yang mereka miliki di The Union Bank of Switzerland (UBS). Dana yang diklaim merupakan peninggalan Presiden Sukarno.

“Bank USB itu merupakan pusat koordinat di seluruh dunia. Segera akan kami cairkan karena proses (pencairan) berlangsung sejak 25 November hingga 30 Desember 2019,” tambah lord alias petinggi King of The King ini.

Soal pencairan yang menurutnya memakan waktu, Juanda memaklumi karena ada banyak lembaga internasional yang terlibat.

Barangkali, pengalamannya sebagai PNS, membuat Juanda paham, kalau urusan birokrasi dalam negeri saja ribet, apalagi birokrasi internasional ya kan?

“Rencana itu, di-back up oleh Bank Dunia, Pemimpin Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Presiden IMF, Mahkamah Internasional,” katanya.

Bank Dunia? Oke deh.

Iklan

PBB? Hm, masih oke.

IMF? Oh, iya. Boleh, boleh.

Mahkamah Internasional? Ini ngapain ikut-ikutan di urusan duit woy?

Masalahnya, Petinggi King of The King yang PNS ini belum mau menyebutkan, berapa kekayaan yang dimiliki oleh kerajaannya. Maklum, jika memang King of The King setajir itu punya uang, tentu saja petinggi mereka seperti Juanda ini tak perlu pula jadi PNS untuk dapat gaji dan tunjangan dari negara.

Pengakuan Juanda ini jadi benar-benar mirip seperti fenomena dukun yang menjual perangkat pesugihan dengan keterangan tambahan…

…BU alias “butuh uang”.

Katanya punya pesugihan, lha kok kere? (DAF)

BACA JUGA Kerajaan Absurd, Cara Panjat Sosial Paling Mutakhir atau tulisan rubrik KILAS lainnya.

Terakhir diperbarui pada 31 Januari 2020 oleh

Tags: keraton agung sejagatking of the kingsunda empire
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Lord Rangga di Podcast Deddy Corbuzier Bukan Sekadar Acara Tahan Tawa bagi Coki-Muslim
Esai

Lord Rangga di Podcast Deddy Corbuzier Bukan Sekadar Acara Tahan Tawa bagi Coki-Muslim

20 Mei 2021
Esai

Jozeph Paul Zhang, Nabi Palsu yang Bikin Malu Umat Kristen dan Umat Manusia

19 April 2021
Esai

Kaleidoskop 2020: Tahun Pandemi dan Musim ‘Prank’ bagi Rakyat Indonesia

27 Desember 2020
raja ratu keraton agung sejagat totok santoso fanni amidia purworejo vonis mojok.co
Kilas

Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Divonis Bersalah Sebarkan Berita Bohong

17 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kucing peliharaan anak kos Jogja

Anak Kos Jogja Pilih Hidup Miskin demi Hidupi Kucing, Lebih dari Setengah Gaji Habis untuk Piaraan

11 Maret 2026
Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa Membuat Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja MOJOK.CO

Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa, Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja

13 Maret 2026
Nasib ratusan juta WNI 10 tahun nanti: terancam tidak punya jaminan sekaligus tabungan di masa pensiun MOJOK.CO

Nasib WNI 10 Tahun Lagi: Terancam Tua Miskin karena Tak Punya Jaminan untuk Tabungan Pensiun dari Negara

11 Maret 2026
Nasib selalu kalah kalau adu pencapaian untuk kejar standar sukses keluarga besar. Orientasinya karier mentereng dan gaji besar, usaha dan kerja mati-matian tidak dihargai MOJOK.CO

Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha

14 Maret 2026
Karjimut di Jogja yang merantau pilih tidak mudik Lebaran. MOJOK.CO

“Bohong” ke Keluarga Saat Mudik Lebaran: Rela Habiskan Uang Berjuta-juta agar Dicap Sukses padahal Cuma Karjimut di Jogja

9 Maret 2026
Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.