Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Pertanda Apa Bu Risma Masuk Pengurus Baru Elite PDIP?

Redaksi oleh Redaksi
14 Agustus 2019
A A
Risma masuk DPP PDIP MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Siapa yang bisa menerka politik zigzag Megawati? Memasukkan nama Ibu Risma ke dalam jajaran DPP PDIP mengandung banyak misteri.

Kongres ke-V PDIP di Bali sudah mengukuhkan nama-nama yang masuk ke dalam struktur pengurus untuk DPP periode 2019-2022. Ketua Umum yang baru saja dipilih secara aklamasi (mufakat, tanpa voting), Megawati Soekarnoputri sendiri yang mengumumkan nama-nama tersebut. Jumlah pengurus baru elite PDIP ini tetap berjumlah 27 orang.

Iklan

Nama-nama lama masih ada di dalam kepengurusan DPP PDIP. Puan Maharani dan Prananda Prabowo, dua anak kandung Megawati, masih ada.

Puan Maharani memegang jabatan Ketua Bidang Politik dan Keamanan. Sementara itu, Prananda Prabowo masih tetap menjabat Ketua Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital. Untuk pos Sekretaris Jenderal (Sekjen) masih diisi orang lama, yaitu Hasto Kristiyanto.

Kejutan terasa ketika nama Tri Rismaharini masih ke dalam jajaran kepengurusan DPP. Ibu Risma memegang jabatan Ketua Bidang Kebudayaan. Keputusan ini menjadi kejutan karena Ibu Risma sendiri mengaku tak tahu bakal ditunjuk masuk ke dalam jajaran DPP PDIP, sementara Megawati pun heran Ibu Risma mau menerima tugas tersebut.

Megawati mengaku baru menghubungi Ibu Risma pada Jumat (9/8. Ibu Risma bersedia, tetapi saat pelantikan tidak bisa hadir karena sedang menjalankan tugasnya sebagai Wali Kota Surabaya.

“Saya pikir ajaib juga, kok mau? Mohon maaf, karena (Risma) lagi bongkar-bongkar sekolah katanya,” ujar Megawati seperti dikutip oleh merdeka.com. Kata “ajaib” yang digunakan oleh Megawati ini mengandung banyak misteri.

Surokim Abdusalam, peneliti Surabaya Survey Center (SSC), menilai masuknya Ibu Risma dalam jajaran DPP PDI Perjuangan kian membuat Pilwali Surabaya 2020 semakin dinamis. “Bu Megawati memang selalu mengagetkan, zigzag dan sulit diterka. Dinamika di daerah dan pusat bisa berbeda-beda polanya.”

Masih menurut Surokim, Ibu Risma yang akan lebih sering ketemu dengan Megawati akan menguatkan posisi calon yang ingin diajukan sebagai calon wali kota Surabaya.

“Masing-masing faksi akan menguatkan posisinya. Selain faksi Risma yang menguat di DPP, maka saya pikir faksi Bambang DH (mantan Ketua Bappilu DPP PDI Perjuangan dan mantan Wali Kota Surabaya) akan bertumpu pada kekuatan DPC dan kekuatan ranting di Surabaya,” jelas Surokim.

Suko Widodo, pengamat Komunikasi Politik Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, memandang Masuknya Ibu Risma ke DPP PDIP karena kualitasnya ketika memimpin Surabaya. “Dari sisi expert punya keberhasilan dalam mengelola kebudayaan, khususnya arsitektur kota,” ujar Suko seperti dilansir oleh liputan6.com.

Ibu Risma sendiri punya hubungan yang dekat dengan Megawati. Ibu Risma bercerita bahwa dirinya banyak belajar dari putri Proklamator RI tersebut.

“Sering kali kalau saya tidak ngerti belajar ke Beliau, seperti tentang manajemen bencana. Sewaktu menjabat Wapres, Beliau diserahi Gus Dur menangani bencana. Beberapa sudah saya lakukan di sini semisal pemisahan antara bencana basah dan kering,” jelasnya.

Jadi, apakah penunjukkan Wali Kota Surabaya masuk ke DPP PDIP hanya akan berpengaruh di Pilwali 2020? Mungkinkah Megawati yang sulit ditebak itu tengah menyiapkan langkah “ajaib” selanjutnya? Misalnya, beliau sudah memandang jauh ke depan, ke Pilkada DKI 2022. Politik zigzag Megawati, siapa yang bisa menerka?

Iklan

(yms)

Terakhir diperbarui pada 14 Agustus 2019 oleh

Tags: MegawatipdipPilkada DKIRisma
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Pakar UGM nilai, ikap Megawati atas retret: menjaga kewibawaan PDIP MOJOK.CO
Kabar

Ketundukan Kepala Daerah pada Megawati: Marwah PDIP hingga Efek Retret yang Belum Tampak Hasilnya

22 Februari 2025
Hasto Wardoyo pilih urus sampah di Kota Jogja di tengah ketidakpastian instruksi retret Megawati untuk kader PDIP MOJOK.CO
Kabar

Urus 1.600 Ton Sampah Kota Jogja di Tengah “Drama”

21 Februari 2025
Menanti keputusan Megawati yang belum pasti di DPD PDIP Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) MOJOK.CO
Kabar

Suasana Serba Tak Pasti di Kantor DPD PDIP DIY Menanti Kepastian Megawati

21 Februari 2025
Solo Fighter PDIP vs Keroyokan di Kandang Banteng, Pilkada 2024.MOJOK.CO
Kabar

Solo Fighter vs Keroyokan di Kandang Banteng, Benarkah Jateng Tak “Merah” Lagi? 

29 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Caruban—sebagai ibu kota dari Madiun—barangkali terkesan tidak bagus-bagus amat. Tapi bikin jatuh hati lewat hal-hal sederhana MOJOK.CO

Caruban Madiun Memang Tidak Bagus-bagus Amat, Tapi bikin Jatuh Hati Lewat Hal-hal Sederhana

13 Juli 2026
Setiabudi Jakarta Selatan, Work Life Balance.MOJOK.CO

Kawasan Setiabudi Strategis buat Ngekos, tapi Menyimpan Masalah yang Menyiksa Perantau Gen Z Jakarta

7 Juli 2026
Vario 160 adalah motor Honda paling buruk rupa tapi malah laris MOJOK.CO

Berdasarkan pengamatan saya, Vario 160 adalah motor Honda paling buruk rupa, tapi malah laris kebangetan dasar aneh

7 Juli 2026
Pertama kali beli mesin cuci di rumah desa, kena julid tetangga MOJOK.CO

Pertama Kali Beli Mesin Cuci di Rumah Desa: Terharu Ringankan Beban Ibu hingga Dianggap Buang Duit oleh Tetangga Julid

10 Juli 2026
Selain ke petugas Sensus Ekonomi, warga desa juga jengah dengan program sensus dari mahasiswa KKN MOJOK.CO

Warga Desa Juga Jengah dengan Sensus dari Mahasiswa KKN: Tak Nemu Gunanya, Tak Srawung tapi Korek Privasi Orang

8 Juli 2026
Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.