Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Persiapan Sumbu Filosofi jadi Warisan Dunia, DIY Tambah Rute Bus Jogja Heritage Track 

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
2 Februari 2023
A A
rute jogja heritage track mojok.co

Bus JHT mengangkut warga untuk mengenal Sumbu Filosofi dari Sonobudoyo, Rabu (01/02/2023). (yvesta ayu/mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Rute Bus Jogja Heritage Track kini jadi lebih banyak. Hal ini dilakukan Pemda DIY untuk lebih mengenalkan kepada masyarakat tentang cagar budaya yang ada di sekitar kawasan Sumbu Filosofi.

Pemda DIY tengah menyiapkan berbagai variabel dalam rangka pengusulan Sumbu Filosofi Yogyakarta sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda ke UNESCO. Selain persiapan kawasan pedestrian di Malioboro, Pemda melalui Dinas Kebudayaan (disbud) menambah rute bus Jogja Heritage Track (JHT) selain rute yang sudah ada seperti Panggung Krapyak, Kraton Yogyakarta, dan Tugu Pal Putih.

Dua bus disiapkan bagi masyarakat untuk mengenal sumbu filosofi DIY. Edukasi ini jadi salah satu syarat yang ditetapkan UNESCO terkait sosialisasi pengenalan kawasan Sumbu Filosofi.

“Tema sumbu filosofis kami pilih sebagai awal, mengeksplore bagian-bagian menarik dari Yogyakarta. Tema dan destinasi akan terus diperbaharui secara terus-menerus dengan menambah rute agar masyarakat bisa ikut serta aktif terlibat dalam pelestarian budaya di DIY,” ungkap Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Warisan Budaya Dinas Kebudayaan DIY, Rully Andriadi di Museum Sonobudoyo, Rabu (01/02/2023).

Fokus cagar budaya

Rully mengungkapkan, penambahan rute bus Jogja Heritage Track akan difokuskan pada bangunan-bangunan heritage atau cagar budaya yang ada di kawasan pendukung Sumbu Filosofi. Dengan tema perjuangan, pendidikan dan religi, sejumlah sekolah, rumah ibadah seperti masjid, gereja, klenteng dan lainnya yang memiliki nilai sejarah jadi titik rute baru.

Dua armada yang disediakan seperti bus Kraton dan bus Malioboro bisa dimanfaatkan masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas tersebut untuk berkeliling Yogyakarta dengan sepuluh rute yang disediakan. Fasilitas  bus bisa dinikmati secara gratis.

“Ada sepuluh tema baru dan kita jajaki peluangnya. Kami survei tracknya juga. Akan ada berbagai pilihan layanan agar masyarakat bisa memilih, secara gratis,” jelasnya.

Masyarakat bisa lebih mengenal sejarah Sumbu Filosofi Yogyakarta selama perjalanan rute-rute cagar budaya. Di setiap bus disediakan pendamping yang akan memberikan penjelasan tentang sejarah Sumbu Filosofi selama perjalanan.

Melalui edukasi tersebut diharapkan upaya pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan warisan budaya bisa  terwujud. Kesadaran pada masyarakat, terutama generasi muda akan pentingnya Sumbu Filosofi sebagai Warisan Dunia pun bisa meningkat.

Rully mentargetkan dua bus tersebut bisa dimanfaatkan lebih dari 8.000 penumpang pada tahun ini. Hal tersebut memungkinkan karena antusias warga untuk menggunakan bus JHT cukup tinggi pada 2022 lalu.

“Kita evaluasi apa yang perlu ditambahkan dalam bus nanti,” jelasnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Skuter Listrik Dilarang Masuk Sumbu Filosofi

Terakhir diperbarui pada 2 Februari 2023 oleh

Tags: bus jogja heritage tracksumbu filosofiUNESCOYogyakarta
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Kos di Jogja
Catatan

Rasanya Tinggal di Kos “Medioker” Jogja: Bayar Mahal, tapi Nggak Dapat Sinar Matahari

19 Februari 2026
Jumanah pedagang jamu parem kendil di pasar jangkang Yogyakarta. MOJOK.CO
Sehari-hari

“Ngopag” ala Lansia: Menikmati Jamu Parem Kendil yang Sudah Berdiri Sejak Tiga Generasi di Pasar Jangkang Yogyakarta

17 Februari 2026
Mahashivaratri, festival tahunan yang dirayakan umat Hindu untuk menghormati Dewa Siwa di Candi Prambanan. MOJOK.CO
Kilas

Hari Suci Terpenting Umat Hindu, Mahashivaratri Perdana Digelar di Candi Prambanan dengan 1008 Dipa Menyala

14 Februari 2026
Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi MOJOK.CO
Jagat

Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi

31 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perasaan duka

Duka Dianggap Hanya Terjadi saat Menangis, padahal Perasaan Sedih Bisa Muncul secara Random dan Absurd

10 Maret 2026
Pendidikan karakter Sunan Ampel di Pesantren Ampeldenta Surabaya melalui halal food dan halal living MOJOK.CO

Rasa Sanga (6): Melalui Halal Food dan Halal Living, Sunan Ampel Membentuk Karakter Generasi Islam Berkualitas

13 Maret 2026
Mudik Lebaran naik bus murah berujung menyesal. MOJOK.CO

Habiskan Waktu 78 Jam di Bus untuk Mudik Berujung Kapok dan Frustrasi: Harus Tahan Bau Badan, BAB, hingga “Ditakuti” Teman Sebangku

11 Maret 2026
Derita anak punya warisan utang dari orang tua MOJOK.CO

Derita Anak Punya Warisan Banyak dari Ortu tapi Warisan Utang, Hidup Berantakan buat Melunasi

11 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Ini Bukan Perkara Sunni vs Syiah, PKI Belapati dengan Iran karena Senasib sebagai Negeri Anti-imperialisme Amerika MOJOK.CO

Ini Bukan Perkara Sunni vs Syiah, PKI Belapati dengan Iran karena Senasib sebagai Negeri Anti-imperialisme Amerika

11 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.