Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Pendukung Anies Baswedan Beramai-Ramai Kecam Anies Karena Terbitkan Izin Reklamasi Teluk Jakarta

Redaksi oleh Redaksi
6 Juli 2020
A A
anies baswedan
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Penerbitan izin reklamasi teluk Jakarta membuat Anies Baswedan dikecam banyak organisasi, termasuk organisasi-organisasi yang dulu mendukungnya. 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya mengeluarkan izin pembangunan Pulau Reklamasi Teluk Jakarta. Anies Baswedan meneken Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 237 Tahun 2020 yang berisi tentang Izin Pelaksanaan Perluasan Kawasan Rekreasi Dunia Fantasi seluas 35 hektare dan Perluasan Kawasan Rekreasi Taman Impian Jaya Ancol Timur Seluas 120 hektare.

Keputusan tersebut tentu saja membuat banyak pendukung dan para pemilih Anies terpukul setengah mati.

Maklum saja, salah satu alasan terbesar orang mau memilih Anies dan Sandiaga dulu sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta salah satunya adalah karena komitmen yang dulu dijanjikan Anies untuk menghentikan proyek reklamasi teluk Jakarta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berdalih bahwa pemberian izin tersebut diambil karena tanah hasil perluasan nantinya bakal banyak dipakai untuk kepentingan publik, termasuk pembangunan tempat bermain anak dan pembangunan Museum Internasional Sejarah Rasulullah SAW dan Peradaban Islam.

Kendati demikian, hal tersebut tak menutup kekecewaan para pendukung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang di masa lalu mendukung mereka berdua.

Satu per satu, suara-suara kekecewaan pun bermunculan.

Relawan Jaringan Warga (Jawara) Anies-Sandi, misalnya, secara tegas menyatakan kekecewaan mereka atas keputusan Anies terbitkan izin reklamasi.

“Kami pada saat awal Pilkada DKI Jakarta memilih mendukung Anies-Sandi daripada pasangan yang lain, dikarenakan komitmen dan kegigihan Anies yang tetap menolak kegiatan reklamasi dalam bentuk apa pun, seperti yang tertuang di poin keempat dari 23 janji kampanye Anies-Sandi yang berbunyi menghentikan reklamasi,” terang Koordinator Jawara Anies Sandi Sanny A Irsan kepada Kompas. “Kalau saja beliau tidak mencabut kepgub tersebut maka kami akan terus melawan beliau.”

Setali tiga uang, protes serupa juga dilayangkan oleh Badan Musyawarah Masyarakat Betawi (Bamus Betawi).

“Saya hanya mengingatkan. Anies-Sandi miliki jargon, tolak reklamasi saat kampanye. Saya ingat betul, Anies menyampaikan ‘Reklamasi tak lebih hanya membawa kemudaratan’. Kalau kata orang Betawi, ilokan ah, eh sekarang malah dilanjutkan itu barang,” terang Ketua Bamus Betawi Zainuddin.

“Saya sebagai ketua Bamus Betawi jelas menolak Kepgub Nomor 237 Tahun 2020.”

Kecaman juga datang dari Forum Komunikasi Nelayan Jakarta. Mereka merasa sebagai pihak yang bakal paling dirugikan dengan adanya protek reklamasi teluk Jakarta tersebut.

“Reklamasi yang dikeluarkan izinnya oleh Gubernur DKI ini adalah sinyal untuk mematikan masyarakat nelayan di Teluk Jakarta khususnya. Karena kenapa? Saya lihat bilamana ini benar-benar dilaksanakan, artinya 17 pulau yang sudah direncanakan itu akan berjalan jadi kami masyarakat nelayan se-teluk Jakarta menolak keras kebijakan yang dikeluarkan oleh gubernur kita,” terang Ketua Forum Komunikasi Nelayan Jakarta Tahir kepada para wartawan.

Iklan

Ah, memanglah di dunia ini, ada banyak hal yang susah buat dipegang. Dan salah satu dari yang sekian banyak itu, tentu saja adalah janji politisi.

Ibarat humor politik, caleg atau calon pemimpin daerah itu sama kayak kondom, bedanya, kondom itu kalau lupa bisa jadi. Tapi kalau caleg atau calon pemimpin daerah, kalau jadi, bisa lupa.

Terakhir diperbarui pada 6 Juli 2020 oleh

Tags: Anies Baswedanreklamasi
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Prabowo Itu Pura-pura Goblok dan Anies Masuk Perangkap MOJOK.CO
Aktual

Prabowo Itu Pura-pura Goblok dan Anies Masuk Perangkap

8 Januari 2024
Anies Baswedan.MOJOK.CO
Aktual

Teka-teki Kematian Harun Al-Rasyid yang Jadi Sorotan Anies Baswedan saat Debat Capres

12 Desember 2023
Debat Capres 2024 11 Panelis dari UIN, UGM, dan Universitas Terkemuka Lainnya Siap Uji Ketangkasan Capres
Politik

Debat Capres 2024: 11 Panelis dari UIN, UGM, dan Universitas Terkemuka Lainnya Siap Uji Ketangkasan Capres

12 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Upaya 1 tahun Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kerja untuk warga, apa hasilnya? MOJOK.CO

Upaya 1 Tahun Pemkot Semarang Bekerja untuk Warga di Tengah Ragam Tantangan dan Keterbatasan, Apa Hasilnya?

23 Februari 2026
Tarawih di masjid Jogja

Berburu Lokasi Tarawih sesuai Ajaran Nahdlatul Ulama di Jogja, Jadi Obat Kerinduan Kampung Halaman di Pasuruan

18 Februari 2026
Sarjana nganggur diteror info loker di grup WA keluarga. MOJOK.CO

Grup WhatsApp Keluarga Besar Isinya “Teror” bagi Sarjana Nganggur, Sehari-hari Dikasih Info Loker Aneh-aneh

18 Februari 2026
Mekanisme beasiswa LPDP untuk kuliah di luar negeri masih silang sengkarut, awardee cemas jadi "WNI" MOJOK.CO

Mekanisme dalam Beasiswa LPDP (Masih) Silang Sengkarut: Awardee Cemas Jadi WNI, Negara Punya PR yang Harus Diberesi

23 Februari 2026
Penerima beasiswa LPDP prasejahtera asal Ngawi lolos S2 di UGM Jogja (Mojok.co/Ega Fansuri)

Pernah Hidup dari Belas Kasih Tetangga, Anak Muda Asal Ngawi Lolos Beasiswa S2 LPDP UGM padahal Merasa “Tidak Pantas”

23 Februari 2026
Motor Vespa Matic Primavera 150 warna hijau toska

Beli Vespa Mahal-mahal sampai Rp50 Juta, tapi Tak Paham Fungsinya, Dibeli karena Warnanya Lucu

19 Februari 2026

Video Terbaru

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

19 Februari 2026
Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.