Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Pendidikan

Kehilangan Guru-guru Terbaik, Muhammadiyah Protes Pemerintah

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
15 Mei 2023
A A
Kehilangan Guru-guru Terbaik, Muhammadiyah Protes Pemerintah MOJOK.CO

PDM Kota Yogyakarta menanggapi guru guru Muhammadiyah yang ikut P3K di Yogyakarta, Minggu (14/05/2023). (Yvesta Ayu/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Muhammadiyah memprotes Program Perjanjian Kerja (P3K) yang digulirkan pemerintah. Program perekrutan guru-guru swasta menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut dinilai merugikan organisasi masyarakat (ormas) tersebut.

Program yang bergulir berdasarkan Undang-Undang Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen P3K membuat Muhammadiyah kehilangan guru-guru terbaiknya. Termasuk guru-guru di sekolah-sekolah kecil dan kekurangan tenaga pendidik.

Di DIY misalnya, berdasarkan data Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, ada lebih dari 200 guru di sekolah-sekolah Muhammadiyah yang direkrut pemerintah menjadi P3K. Mereka yang selama ini mengajar di berbagai sekolah Muhammadiyah akhirnya memilih jadi ASN.

“Ada program P3K yang bagi swasta ada masalah. Bukan kita tidak siap tapi kan kita punya pandangan pendidikan kan tidak mengenal fragmentasi,” ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir di UAD, Yogyakarta, Minggu (14/05/2023).

Padahal selama ini Muhammadiyah ikut berperan penting di sektor pendidikan. Bahkan sebelum Indonesia merdeka, Muhammadiyah dalam gerakannya sudah berkiprah mendidik Sumber Daya Manusia (SDM) bagi bangsa ini melalui guru mereka.

Menurut Haedar, dengan banyaknya guru yang pergi untuk menjadi ASN, Muhammadiyah harus kerja keras menghasilkan SDM-SDM guru di sekolah-sekolah yang kekurangan guru. Salah satunya melalui program sinergi antara lembaga pendidikan. Sekolah Muhammadiyah yang sudah maju dalam sektor pendidikan diminta membantu sekolah-sekolah lain yang masih menengah dan di bawah kualitasnya.

“Insyaallah Muhammadiyah bisa ke situ karena kuncinya kemajuan pendidikan di guru dan riset,” tandasnya.

Regulasi yang integratif dan holistik

Haedar berharap, pemerintah bisa mengubah regulasi, terutama dalam mencari SDM tenaga pendidik. Ke depan regulasi pemerintah mestinya bisa integratif dan holistik alih-alih membelah antara sekolah negeri dan swasta karena hal itu justru akan merugikan Indonesia kedepannya.

Desain kebijakan negara di bidang pendidikan pun mestinya tidak linier. Hanya demi mendapatkan guru-guru bagi sekolah negeri, pemerintah membuka program P3K yang akhirnya justru merugikan sekolah-sekolah swasta.

“Desain kebijakan negara di bidang pendidikan mestinya tidak linier, tidak bersikap fragmentasi memisah-misahkan atau terutama membelah antara negeri dan swasta,” tandasnya.

Kalau yang persolannya masalah anggaran pendidikan, pemerintah seharusnya bisa mengatur kebijakan sedemikian rupa. Mereka tidak tidak perlu takut untuk membantu sekolah swasta lalu anggaran negara kemudian hilang. Toh anggaran pendidikan yang digulirkan untuk mencerdaskan dan membangun bangsa.

“Lebih-lebih di saat kita banyak kebobolan karena korupsi, inefisiensi, hal ini tidak jadi alasan. Dalam konstruksi negara demokrasi, pajak itu kan dari warga negara, dan Muhammadiyah merupakan penyumbang pajak. Jadi kalau negara ikut [memakai] APBN untuk swasta dengan porsi yang sedemikian rupa, itu kan secara demokratif sebagai usaha mengembalikan anggaran untuk rakyat,” paparnya.

Sekitar 200 guru Muhammadiyah ikut P3K

Secara terpisah Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta periode 2015-2022, Akhid Widi Rahmanto dalam Musyawarah Daerah (musda) PDM Kota Yogyakarta di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta membenarkan adanya 200 lebih guru Muhammadiyah yang ditarik pemerintah menjadi ASN. Sebenarnya mereka tidak mempermasalahkan tapi mestinya guru-guru tersebut dikembalikan ke sekolah-sekolah Muhammadiyah untuk mengajar.

“Sekolah yang masih kecil itu ya nangis ketika guru terbaiknya ke negeri. Ini mestinya pemerintah ya tahu dirilah,” ungkapnya

Iklan

Akibat kebijakan itu, akhirnya harus mendidik guru dari nol lagi. Padahal mereka yang jadi ASN sudah mengabdi lebih dari empat tahun.

“Nah kita dari nol lagi, ya ndak papa lah, Muhammadiyah biasa dibully kayak gitu,” jelasnya.

Ketua PDM Kota Yogyakarta periode 2022-2027, Aries Madani, mengatakan di Kota Yogyakarta ada sekitar 10 guru di sekolah-sekolah Muhammadiyah yang menjadi ASN dalam program P3K. Meski jumlahnya tak banyak dibandingkan total sekitar 2.500 guru karyawan di Kota Yogyakarta, kebijakan tersebut tetap saja membuat sekolah kehilangan guru-gurunya.

“Meski tidak mengganggu jalannya pembelajaran di sekolah kita.  Karena itu pilihan mereka, ya monggo (silahkan-red) kalau mau mendaftar P3K, tapi dengan catatan kalau sudah mengundurkan diri dan tidak diterima, ya tidak bisa masuk lagi ke sekolah yang lama tapi ikut seleksi lagi dari awal,” jelasnya.

Untuk mengatasi kejadian serupa, maka PDM melakukan MoU dengan Badan Kerjasama Sekolah (BKS) Sekolah Muhammadiyah. Guru-guru yang mengajar di Sekolah Muhammadiyah minimal harus mengajar lima tahun untuk bisa keluar mengikuti P3K.

“Jangan sampai kita bina jadi guru yang hebat, tahu-tahu kemudian [pergi] dan kita kehilangan guru-guru yang baik,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA 7 SMA Muhammadiyah Terbaik di Indonesia Ada di DIY dan Jawa Tengah

Cek berita dan artikel lainnya di Google News.

Terakhir diperbarui pada 16 Mei 2023 oleh

Tags: guruMuhammadiyahP3KPendidikan
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Niat MBG Itu Mulia: Cerita Guru Wali Kelas yang Harus Memastikan Siswa Mau Mencoba Menghabiskan Makanannya MOJOK.CO
Esai

Niat MBG Itu Mulia: Cerita Guru Wali Kelas yang Harus Memastikan Siswa Mau Menghabiskan Makanannya

1 April 2026
Jalan rusak di Taniwel, Maluku. MOJOK.CO
Sehari-hari

Ratusan Anak Sekolah di Kabupaten Seram Bagian Barat Dibiarkan Menderita dari Tahun ke Tahun oleh Maluku

30 Maret 2026
Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan yang Sama MOJOK.CO
Esai

Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan

9 Maret 2026
Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO
Sehari-hari

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kereta eksekutif murah selamatkan saya dari neraka kereta ekonomi. MOJOK.CO

Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi

1 April 2026
Innova Reborn: Mobil Keluarga yang Paling Punya Adab (Wikimedia Commons)

Ketika Bapak Semakin Ngotot Membeli Innova Reborn untuk Jadi Mobil Keluarga, Anak-anaknya Khawatir Hidup di Desa Jadi Cibiran Tetangga

4 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung MOJOK.CO

Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung

6 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Salatiga Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup

6 April 2026
Ambisi beli mobil sebelum usia 30. Setelah terbeli Suzuki Ertiga tetap tidak bisa senangkan orang tua dan jadi pembelian sia-sia MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia

3 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.