Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Patung Sukarno: Tempat Paling Banyak Dipakai Latar Foto Muktamirin Muhammadiyah

Puthut EA oleh Puthut EA
19 November 2022
A A
patung sukarno mojok.co

Patung Sukarno di Stadion Manahan. (Puthut EA/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Muktamar Muhammadiyah di Solo benar-benar semarak walaupun digeluti hujan sejak pagi. Malam sebelum pembukaan, bahkan hujan turun sangat deras.

Keadaan cuaca yang seperti itu tidak menyurutkan orang-orang untuk datang ke stadion Manahan, tempat pembukaan Muktamar Muhammadiyah dilaksanakan. Pembukaan muktamar dilakukan oleh Presiden Jokowi.

Sepanjang Jalan Adisucipto, ratusan ribu muktamirin menyesaki jalanan. Beberapa panitia yang ditanya Mojok tidak ada yang bisa menjawab pasti, berapa orang yang datang di pembukaan muktamar kali ini. Ada panitia yang menyebut kurang-lebih satu juta.

Mojok mencoba berkeliling di berbagai sudut kota Solo, termasuk spot Manahan. Dari pagi sekitar pukul 07.30, sudah banyak arus balik dari Manahan. Mereka tidak berhasil masuk ke stadion tersebut. Wajar, karena daya tampung stadion itu antara 20.000 sd maksimal 25.000.

Namun arus orang menuju Manahan juga tak kalah banyak. Kalau diperbandingkan antara orang yang bisa masuk dengan yang tidak adalah 1:10 maka minimal muktamirin yang datang untuk menyemarakkan perhelatan yang jadi kebanggaan anggota Muhammadiyah itu berarti kurang-lebih 250.000 orang. Itu hitungan minimal.

Bisa jadi yang tidak bisa masuk lebih dari itu. Mungkin sebanyak 500.000 orang. Tapi klaim 1 juta orang juga tidak keliru, karena ini berdasarkan pengamatan dari sekitar venue saja. Belum di pojok-pojok kota Solo lain. Karena banyak muktamirin yang bahkan menginap di sekitar Solo, ada yang di Boyolali, Klaten, dan Sukoharjo, dan sekitarnya.

Sepanjang jalan yang sangat ramai dan pikuk itu, ada spot yang tampaknya menjadi tempat favorit muktamirin untuk berfoto. Spot itu adalah Plaza Manahan, di mana ada patung Sukarno sedang membaca.

patung sukarno mojok.co
Patung Sukarno di Manahan yang jadi spot foto favorit para muktamirin Muhammadiyah. (Puthut EA/Mojok.co)

Patung Sukarno yang sedang membaca itu terbuat dari perunggu dengan tinggi patung 3 meter. Sedangkan penyangganya setinggi 7 meter. Dengan posisi yang sangat strategi itu, wajar jika patung tersebut menjadi incaran sebagai latar foto bagi para muktamirin.

Sukarno sendiri adalah seorang anggota persyarikatan Muhammadiyah. Jauh sebelum masuk Muhammadiyah, ia mengaku kagum dengan sosok dan pemikiran KH Ahmad Dahlan. Momentum masuknya Sukarno ke Muhammadiyah, adalah saat dia dibuang ke Bengkulu.

Di sana dia mulai memperdalam ilmu agama dan banyak berdiskusi dengan salah satu tokoh Muhammadiyah penting di Bengkulu yakni Hassan Din. Sukarno bahka menikahi anak Hassan Din yang bernama Fatmawati.

Namun hubungan Sukarno dengan Muhammadiyah ini sempat renggang. Bahkan namanya hampir dicoret dari keanggotaan Muhammadiyah. Hal ini menunjukkan bagaimana independennya persyarikatan ini.

Hubungan Muhammadiyah-Sukarno makin meruncing ketika Buya Hamka dijebloskan ke penjara atas tuduhan yang tidak jelas. Tapi di situ pula terlihat betapa bijaksana sosok yang menjadi ikon Muhammadiyah itu. Ketika Sukarno wafat, Buya Hamka-lah yang memimpin salat jenazah untuk almarhum Presiden pertama Republik Indonesia tersebut.

Maka ketika ribuan bahkan puluhan ribu muktamirin yang mengambil latar foto patung Sukarno sebagai penanda kehadiran mereka di Muktamar Muhammadiyah, seolah itu meneguhkan bahwa warga Muhammadiyah juga seorang nasionalis, dan banyak di antara mereka yang mengagumi sosok satu dari dua proklamator bangsa Indonesia.

Hal itu juga mengingatkan akan salah satu pernyataan kecintaan Sukarno kepada Muhammadiyah. Beliau pernah berkata: “Jikalau saya meninggal dunia, supaya dikubur dengan membawa nama Muhammadiyah di atas kain kafan saya.”

Iklan

Penulis: Puthut EA
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Buka Muktamar, Jokowi Berikan Pesan Penting untuk Muhammadiyah dan Aisyiah

Terakhir diperbarui pada 19 November 2022 oleh

Tags: Muhammadiyahmuktamar muhammadiyahpatung sukarnoSukarno
Puthut EA

Puthut EA

Kepala Suku Mojok. Anak kesayangan Tuhan.

Artikel Terkait

Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan yang Sama MOJOK.CO
Esai

Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan

9 Maret 2026
Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO
Sehari-hari

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026
Tarawih di masjid Jogja
Ragam

Berburu Lokasi Tarawih sesuai Ajaran Nahdlatul Ulama di Jogja, Jadi Obat Kerinduan Kampung Halaman di Pasuruan

18 Februari 2026
Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua MOJOK.CO
Esai

Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua

18 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Lulusan farmasi PTS Jogja foto keluarga

Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa

7 April 2026
Gen Z kerja di desa untuk merawat ibu. MOJOK.CO

Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia

10 April 2026
Kerja WFH untuk ASN bukan solusi. MOJOK.CO

WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?

6 April 2026
Saya Setuju Orang Jakarta Tajir Tak Betah Slow Living di Desa (Unsplash)

Orang Tajir Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa karena Menolak Srawung Itu Omong Kosong Kebanyakan Gagal Betah karena Ulahnya Sendiri

7 April 2026
Gagal kerja di Jakarta sebagai musisi. MOJOK.CO

Nekat ke Jakarta Hanya Modal Ambisi sebagai Musisi, Gagal dan Jadi “Gembel” hingga Bohongi Orang Tua di Kampung

11 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.