Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Netizen dan Meme Teroris, Cara Tidak Terduga untuk Merayakan Geger Nasional

Redaksi oleh Redaksi
1 April 2021
A A
ilustrasi Netizen dan Meme Teroris, Cara Tidak Terduga untuk Merayakan Geger Nasional mojok.co

ilustrasi Netizen dan Meme Teroris, Cara Tidak Terduga untuk Merayakan Geger Nasional mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Alih-alih takut dan khawatir, netizen justru jengah dengan aksi teror dan lebih fokus merespons keadaan dengan menciptakan meme teroris sebagai bahan lelucon.

Dua peristiwa teror di Makassar dan Mabes Polri menjadi headline nasional. Mata kamera yang merekam detail dua kejadian itu menambah ramai perbincangan soal topik ini di media sosial. Alih-alih takut dan khawatir, netizen justru menciptakan begitu banyak meme teroris yang semakin lama semakin kompleks.

Aksi teror memang bukan hal yang baru di Indonesia. Sudah semenjak peristiwa bom bali, disusul aksi penembakan dan teror di beberapa tempat. Teroris seolah-olah acak dalam memilih tempat. Di kota, di luar Jawa, dan tempat-tempat peribadatan yang sering jadi incaran. Peristiwa seperti ini lantas terjadi lagi dan lagi. Pemberitaan soal terorisme yang tadinya begitu heboh bin menakutkan, berlangsung disiarkan di televisi hingga berhari-hari, mau tidak mau membuat masyarakat membiasakan diri.

Tanpa bermaksud menyepelekan korban dan kerugian yang terjadi, aksi teror bisa jadi “lagu lama” dan makanan yang “biasa” bagi rakyat Indonesia. Di satu sisi, fakta ini memunculkan optimisme bahwa masyarakat Indonesia memang kuat dan tak gentar karena aksi teror. Tapi, di sisi lain kita tidak bisa mengabaikan tanda tanya besar soal keamanan di negara ini.

Banyak imbauan yang serta-merta datang begitu aksi teror dilakukan. Salah satunya adalah imbauan untuk jangan takut dengan aksis teror. Menyusul yang terjadi di Makassar dan Mabes Polri, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Robikin Emhas selaku Ketua Tanfidziyah PBNU kompak berseru agar masyarakat tidak perlu takut dan khawatir. Tujuan teroris memang untuk meneror, menciptakan ketakutan di masyarakat, membuat Indonesia menjadi bangsa yang lemah untuk diserang. Jadi, ketika masyarakat mulai takut, di situlah teroris dianggap menang.

Sayangnya tanpa perlu diimbau, respons tidak terduga dari netizen seolah-olah sudah menjawabnya. Meme teroris beredar luas semenjak berita penembakan di Mabes Polri banyak diperbincangkan.

pic.twitter.com/jv8bQverVO

— Mazzini (@mazzini_gsp) March 31, 2021

Tidak sedikit netizen yang menghubungkan aksi teror Mabes Polri dengan apa yang terjadi dalam permainan GTA, salah satu game populer bagi milenial dan gen Z. Tak hanya itu, beberapa juga mengedit grafis aksi terorisme itu dengan referensi budaya populer lainnya dari TikTok dan film. Lawakan-lawakan lainnya kemudian serentak muncul di kolom komentar. Tidak terhitung berapa banyaknya, pun seberapa menggelikannya.

Meme teroris yang meledakkan bom di Makassar juga sempat dikaitkan dengan lagu populer milik The Smiths “There is A Light that Never Goes Out” dengan lirik …to die by your side is such a heavenly way to die.

Secara tidak langsung respons netizen merayakan keributan ini dengan meme teroris telah menegasikan ketakutan yang terjadi. Meski tampak memberikan kesan disrespect, kehadiran teroris memang sesuatu yang tidak patut dihormati. Menjadikannya lelucon adalah hal yang tidak pernah terduga sebelumnya. Jika aksi teror seperti ini terjadi lagi dan lagi, bukan mustahil bahwa tanggapan netizen untuk menjadikannya bahan guyonan akan kembali muncul. Ditinjau dari hal ini, aksi teror justru melahirkan komedi.

BACA JUGA Kenapa Aksi Teror kayak Bom di Gereja Katedral Makassar Terus Ada Lagi dan Lagi? dan artikel KILAS lainnya.

Terakhir diperbarui pada 1 April 2021 oleh

Tags: aksi terorbom makassarterorisme
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

parpol terafiliasi jaringan terorisme
Kotak Suara

BNPT Endus Parpol Terafiliasi Terorisme Jelang Pemilu 2024, Partai yang Mana?

14 Maret 2023
teroris sleman mojok.co
Hukum

Cerita Pak Dukuh Soal Penangkapan Terduga Teroris di Sleman

23 Januari 2023
jack harun mojok.co
Liputan

Saat Mantan Teroris Ubah Stigma di Masyarakat dengan Jualan Soto

10 Mei 2022
mencuri kotak amal hukum islam sumbangan anak yatim sedekah Guru PNS di Lampung Diduga Galang Dana Terorisme JI lewat Ribuan Kotak Amal mojok.co
Kilas

Guru PNS di Lampung Diduga Galang Dana Terorisme JI lewat Ribuan Kotak Amal

5 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026
InJourney salurkan bantuan pascabencana Sumatra. MOJOK.CO

Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM

17 Januari 2026
Film Suka Duka Tawa mengangkat panggung stand-up comedy. MOJOK.CO

“Suka Duka Tawa”: Getirnya Kehidupan Orang Lucu Mengeksploitasi Cerita Personal di Panggung Komedi demi Mendulang Tawa

13 Januari 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
Kos horor di Jogja.MOJOK.CO

5 Tahun Tinggal di Kos-kosan Horor Jogja: Gajiku Lebih “Satanis” dari Tempat Tinggalku

12 Januari 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.