Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Neno Warisman Ditunjuk Menjadi Wakil Ketua Tim Sukses Prabowo-Sandiaga Uno

Redaksi oleh Redaksi
20 September 2018
A A
neno warisman Bias Gender dan Profesi pada Iklan Baris Jual Mobil Bekas mojok.co

neno warisman Bias Gender dan Profesi pada Iklan Baris Jual Mobil Bekas mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kubu koalisi pengusung pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin maupun Prabowo-Sandiaga Uno sudah mulai mengumumkan siapa saja nama-nama yang masuk menjadi bagian dari Tim Sukses mereka. Ada banyak nama yang membuat kita bergidik, namun tak sedikit pula nama yang membuat kita tertawa terpingkal-pingkal seperti habis nonton Spontan Uhuyyy.

Di kubu Tim Sukses Jokowi-Ma’ruf Amin, misalnya. Di sana, bercokol nama Farhat Abbas yang, tak tanggung-tanggung, berposisi sebagai juru bicara Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja. 

Nah, kalau di kubu Jokowi-Ma’ruf Amin ada Farhat Abbas, maka di kubu Prabowo-Sandiaga Uno ada sosok yang sudah pasti bakal bisa menjadi lawan tanding yang sepadan bagi Mas Farhat. Siapa dia? Tentu saja Bunda Neno Warisman.

Neno yang terkenal sebagai salah satu pegiat (untuk tidak menyebutnya sebagai ekstremis) gerakan #2019GantiPresiden ini beberapa waktu yang lalu resmi masuk sebagai bagian dari tim pemenangan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Posisinya tak main-main: Wakil ketua tim sukses.

Neno masuk menjadi bagian dari tim pemenangan karena diminta langsung oleh Prabowo.

“Itu jadi hasil dari diskusi, mufakat saja. Jadi Pak Prabowo juga minta Mbak Neno, dan dari awal Mbak Neno siap membantu secara ikhlas dan all out memenangkan Pak Prabowo,” kata Ketua DPP Partai Amanat Nasional Yandri Susanto pada Rabu, 19 September kemarin. “Mbak Neno menyampaikan bersedia dan ikhlas seikhlas-ikhlasnya bergabung dalam timses Prabowo dan waktu itu juga disepakati Mbak Neno di posisi Wakil Ketua Timses.”

Kabar soal terpilihnya Neno Warisman sebagai wakil ketua Tim Sukses ini pertama kali diumumkan oleh Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid.

“Ketua umumnya Pak Djoko Santoso, ada wakil ketuanya yakni para sekjen parpol plus Neno Warisman dan Mardani Ali Sera. Bagiannya dibagi-bagi lagi.” Ujar Hidayat.

Neno sendiri belakangan diketahui memang aktif menjalin komunikasi dengan anggota tim pemenangan Prabowo-Sandiaga. Neno bahkan sempat berbagi curhat tentang kisahnya yang mendapatkan banyak serangan di media sosial setelah aktif memperjuangkan gerakan #2019GantiPresiden.

Welhadalah, bakal keras dan rame ini. Farhat Abbas harus berhadapan dengan Neno Warisman. Ini tentu sebuah big match yang sayang untuk dilewatkan. Baik Farhat maupun Neno sama-sama punya rekam jejak yang cukup mentereng kalau urusan ribut-ribut. Neno pernah digrudug (dan kemudian diusir) oleh masyarakat saat akan mengikuti aksi #2019GantiPresiden di Batam. Sementara bagi Farhat, urusan ribut-ribut mungkin sudah menjadi gaya hidup baginya. Tercatat sudah ada berapa orang yang berseteru dengan dirinya, dari mulai Soimah, Ahmad Dhani, Caisar YKS, sampai Arya Wiguna yang doyan banget bilang “Subur ini kan gayamu, Subur” itu.

Ini seumpama ditambah Ustadz Abu Janda di Kubu Jokowi, dan Ratna Sarumpaet di kubu Prabowo, maka paripurna sudah. (A/M)

Terakhir diperbarui pada 20 September 2018 oleh

Tags: Farhat Abbasjokowineno warismanprabowosandiaga
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Hentikan MBG! Tiru Keputusan Sleman Pakai Duit Rakyat (Unsplash)
Pojokan

Saatnya Meniru Sleman: Mengalihkan MBG, Mengembalikan Duit Rakyat kepada Rakyat

19 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Yang paling berat dari mudik lebaran ke kampung halaman bukan pertanyaan kapan nikah atau dibandingkan di momen halal bihalal reuni keluarga, tapi menyadari orang tua makin renta dan apa yang terjadi setelahnya MOJOK.CO

Hal Paling Berat dari Mudik Bukan Pertanyaan atau Dibandingkan di Reuni Keluarga, Tapi Ortu Makin Renta dan Situasi Setelahnya

27 Februari 2026
lulusan LPDP, susah cari kerja.MOJOK.CO

Curhatan Alumni LPDP yang Merasa “Downgrade” Ketika Balik ke Indonesia, Susah Cari Kerja Hingga Banting Setir demi Bertahan Hidup

23 Februari 2026
Omong kosong menua dengan bahagia di desa: menjadi orang tua di desa harus memikul beban berlipat dan bertubi-tubi tanpa henti MOJOK.CO

Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti

21 Februari 2026
Ijazah S1 jurusan Sastra Indonesia dari PTN terbaik di Jawa Timur alami penolakan 150 lamaran kerja. Buat pekerjaan freelance aja tidak bisa hingga jadi beban keluarga MOJOK.CO

Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

21 Februari 2026
gen z, biaya nikah, nikah di gedung, pernikahan.MOJOK.CO

Lebih Baik Nikah di Gedung daripada di Desa: Lebih Praktis dan Murah, tapi Harus Siap Dinyiyiri Tetangga

22 Februari 2026
Bisnis coffe shop, rumah dekat kafe, jogja.MOJOK.CO

Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur

26 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.