Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Motor Jialing: Ketika Cina Mengusik Eksistensi Motor Jepang di Indonesia

Iradat Ungkai oleh Iradat Ungkai
24 Agustus 2023
A A
Motor Jialing: Ketika Cina Mengusik Eksistensi Motor Jepang di Indonesia MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Strategi Rano Karno dan Bangau

Di era itu, pasar lokal hanya mengenal  3 jenis motor; bebek, matik, dan kopling. Jialing melakukan siasat cerdik dengan mencoba mengenalkan jenis motor baru, yakni “kancil” dan “bangau”.

Istilah “kancil” digunakan pada motor dengan bentuk dan cc kecil, yakni hanya 70 cc. Sedangkan istilah “bangau” dipakai untuk membedakan motor keluaran mereka dengan motor bebek keluaran pabrikan Jepang. Untuk memuluskan strategi tersebut, mereka menggaet Si Doel (Rano Karno) dan Mas Karyo (alm. Basuki) sebagai bintang iklan.

Melalui iklan ini, Jialing ingin meraih posisi motor bebek yang sudah kadung tertancap di benak masyarakat. Hal itu terlihat dari narasi yang gamblang terucap lewat mulut Si Doel yang kemudian diamini Mas Karyo: “Buat apa beli bebek kalo sudah ada bangau”.

Pemilihan dua tokoh ini juga melambangkan jenis pasar yang hendak Jialing tuju, yakni menengah ke bawah. Sama seperti karakteristik penonton sinetron Si Doel Anak Sekolahan.

Kendati demikian, usaha tersebut nyatanya tak mampu membawa Jialing mengalahkan kompetitor besar asal Jepang. Strategi menjiplak model, menjual dengan murah, dan memakai bintang sinetron lokal mungkin berhasil menarik konsumen untuk mereka, tapi itu tak berlangsung lama. Honda, Suzuki, dan Kawasaki terlalu digdaya di pasar lokal.

Penulis: Iradat Ungkai
Editor: Purnawan Setyo Adi

 

BACA JUGA Menolak Lupa “KTM Inul”, Motor Cina Penantang Supra pada Zamannya
Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 24 Agustus 2023 oleh

Tags: jialing bangaumotor cinamotor jialingrano karnosi doel
Iradat Ungkai

Iradat Ungkai

Kadang penulis, kadang sutradara, kadang aktor.

Artikel Terkait

Jialing Kancil JL 70-3: Mocin Seksi Mirip Honda CT125 yang Dipake Ariel Noah MOJOK.CO
Kilas

Jialing Kancil JL 70-3: Mocin Seksi Mirip Honda CT125 yang Dipake Ariel Noah

24 Agustus 2023
Motor Cina mojok.co
Kilas

Nostalgia 3 Motor Cina yang Dulu Jadi Andalan, Pamornya Nggak Kalah dari Motor Jepang!

25 Juli 2023
Karakter Mandra yang Penuh Emosi Perlu Dihidupkan Kembali ke TV, Soalnya Mood Banget
Pojokan

Karakter Mandra yang Penuh Emosi Perlu Dihidupkan Kembali ke TV, Soalnya Mood Banget

2 November 2021
ilustrasi Seribu Alasan Mencintai Maudy Koesnaedi zaenab si doel mojok.co
Kilas

Seribu Alasan Mencintai Maudy Koesnaedi

10 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

KIP Kuliah.MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Ikut Dihujat Imbas “Oknum” yang Foya-Foya Pakai Duit Beasiswa, Padahal Beneran Hidup Susah hingga Rela Makan Sampah di Kos

25 Februari 2026
Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala 'Big Tech' MOJOK.CO

Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala ‘Big Tech’

25 Februari 2026
Pemuda Jakarta kerja di Jepang untuk bayar utang keluarga. MOJOK.CO

Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga

26 Februari 2026
gen z, biaya nikah, nikah di gedung, pernikahan.MOJOK.CO

Lebih Baik Nikah di Gedung daripada di Desa: Lebih Praktis dan Murah, tapi Harus Siap Dinyiyiri Tetangga

22 Februari 2026
Perbandingan pengguna iPhone vs Android (Infinix dan Samsung)

8 Tahun Pakai iPhone, Ternyata Saya Dibutakan Gengsi padahal Android Lebih Praktis dan Nyaman

25 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.