Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Mensos Risma Diprotes Karena Paksa Penyandang Tunarungu Bicara

Aksi Risma ini diprotes langsung oleh perwakilan Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia.

Redaksi oleh Redaksi
2 Desember 2021
A A
Mensos Risma mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Video yang memperlihatkan Risma memaksa anak penyandang disabilitas tunarungu untuk bicara bikin heboh. Risma mendapat protes langsung di atas panggung. 

Peristiwa tersebut terjadi saat peringatan Hari Disabilitas Internasional di kantor Kemensos, Jakarta, Rabu (1/12). Mensos Tri Rismaharini diprotes karena memaksa seorang anak bernama Aldi—penyandang disabilitas tunarungu—untuk berbicara di atas panggung. Stefanus, salah satu perwakilan dari Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) kemudian ikut naik ke atas panggung dan menyampaikan protes terhadap Risma.

Peristiwa ini bermula saat Risma dan Aldi berinteraksi ketika melihat karya lukisan pohon yang dibuat oleh Aldi. Seperti yang diketahui bahwa kemampuan berbicara penyandang disabilitas tunarungu memang terbatas karena mereka tak mampu mendengar sejak dari kecil.

“Kamu melukis pohon karena pingin kami semua tidak merusak bumi, kan. Kamu sekarang ibu minta bicara. Ndak pakai alat, kamu bicara,” kata Risma yang kemudian menyodorkan mic ke Aldi. Namun, setelah beberapa lama Aldi tetap belum bicara.

Pada saat itu lah kemudian Stefanus naik ke atas panggung dan menyampaikan protesnya terhadap Risma. “Maaf, saya mau bicara dengan ibu sebelumnya bahwasannya anak tuli itu memang harus menggunakan alat bantu dengar, tapi tidak kemudian untuk dipaksa berbicara, tadi saya sangat kaget,” kata Stefanus yang juga penyandang disabilitas tunarungu dan berbicara melalui juru bicara bahasa isyarat di acara tersebut.

“Saya ingin menyampaikan bahwa bahasa isyarat itu penting untuk kami. Bahasa isyarat seperti mata bagi kami,” ucapnya.

Risma pun langsung merespon dan merangkul Stefanus. Ia menyatakan bahwa dirinya tidak bermaksud mengurangi peran dari bahasa isyarat. Akan tetapi ia hanya mengajak untuk berlatih bicara.

“Stefan, ibu tidak mengurangi bahasa isyarat, tapi kamu tahu Tuhan itu memberikan mulut, memberikan telinga, memberikan mata kepada kita. Yang ingin ibu ajarkan kepada kalian terutama anak-anak yang dia menggunakan alat bantu dengar sebetulnya tidak mesti dia bisu.”

Ia menambahkan: “Jadi karena itu kenapa ibu paksa kalian untuk bicara? Ibu paksa memang, supaya kita bisa memaksimalkan pemberian Tuhan kepada kita, mulut, mata, telinga. Jadi ibu tidak melarang menggunakan bahasa isyarat tapi kalau kamu bisa bicara maka itu akan lebih baik lagi.”

Risma mengakui bahwa dirinya belajar hal ini dari Angkie Yudistia, penyandang disabilitas tunarungu yang juga Staf Khusus Presiden Jokowi. “Saya belajar ini dari Mbak Angkie. Mbak Angkie dulu pada waktu berapa tahun lalu waktu ibu awal jadi wali kota ketemu dengan Mbak Angkie. Saat itu Mbak Angkie bicaranya tidak jelas seperti sekarang tapi sekarang karena dilatih terus oleh Mbak Angkie, sekarang bicaranya sangat jelas,” kata Risma.

Stefan lantas menjelaskan bahwa kemampuan bicara anak tuli itu bermacam-macam. Jadi ada yang memang dia tuli sejak kecil dan kemampuan bahasa isyaratnya pun beragam. Ada yang bisa bahasa isyarat dan ada yang tidak bisa bahasa isyarat. Jadi itu yang harus dihargai. Plus Bahasa isyarat itu bisa memberikan juga pemahaman kepada orang tuli. Contohnya ada juru Bahasa isyarat, orang tuli bisa melihat juru Bahasa isyarat dengan jelas dalam situasi acara seperti ini itu adalah sebuah akses bagi mereka.

“Ibu setuju sekali itu Stefan, tapi saya berharap kita harus mencoba,” ucap Risma lagi.

BACA JUGA Tiga Kematian Anggota Menwa dalam Setahun, Terbaru di UPN Vetaran Jakarta dan kabar terbaru lainnya di KILAS.

Terakhir diperbarui pada 2 Desember 2021 oleh

Tags: RismaTri Rismaharinitunarungu
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Esai

Anak Saya Tuli dan Saya Harus Berterima Kasih ke Bu Risma

10 Desember 2021
Pesan buat Bu Risma yang Lebih Kayak Action Figure ketimbang Public Figure
Esai

Pesan buat Bu Risma yang Lebih Kayak Action Figure ketimbang Public Figure

3 Desember 2021
Esai

Seandainya Semua Anak Perempuan Tahu Seberapa Besar Cinta Seorang Ayah

31 Oktober 2021
Mensos Risma mojok.co
Kilas

Mensos Risma Marah-marah lagi, Bedanya Sekarang Ada yang Berani Ngelawan

14 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng akan renovasi rumah tak layak huni Mbah Kamijah di Gunungpati MOJOK.CO

Saat Kabar Baik Menghampiri Mbah Kamijah, Lansia 87 Tahun yang Tinggal Sendiri di Rumah Tak Layak Huni Gunungpati Semarang

24 Januari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Tawa yang Tidak Sepenuhnya Bercanda

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 2): Strategi Biar Bisa Jadi Guru Besar

24 Januari 2026
Nilai Empan Papan Orang Jogja dalam Series Trio Bintang Lima. MOJOK.CO

Series “Trio Bintang Lima”: Saat Arwah Eyang Turun Tangan Ingatkan Gen Z yang Lupa Soal Tata Krama Orang Jogja

25 Januari 2026
main gim daring.MOJOK.CO

Saat Healing Malah Jadi Toxic: Kecanduan Gim Bisa Bikin Mental dan Fisik Anak Muda Awut-awutan

28 Januari 2026
Honda Scoopy, Bukti Perempuan Beli Motor Berdasarkan Warna Lipstik MOJOK.CO

Honda Scoopy Adalah Bukti Bahwa Perempuan Memilih Motor Berdasarkan Kode Warna Lipstik, Bukan Berdasarkan Kemampuan Mesin

27 Januari 2026
Suasana "Tiongkok Kecil" di Lasem. MOJOK.CO

Pertama Kali Jalan-jalan ke “Negeri Tiongkok Kecil” Lasem, Banyak Situs Sejarah Mangkrak Tak Terawat

27 Januari 2026

Video Terbaru

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

27 Januari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Tawa yang Tidak Sepenuhnya Bercanda

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 2): Strategi Biar Bisa Jadi Guru Besar

24 Januari 2026
Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 1): Bukan Guru Besar Biasa, Diuji Bukan dengan Pujian

21 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.