Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Menonton ‘Godzilla vs Kong’: Cara Menjadi Bodoh dalam 1 Jam 53 Menit

Redaksi oleh Redaksi
28 Maret 2021
A A
Menonton 'Godzilla vs. Kong': Cara Menjadi Bodoh dalam 1 Jam 53 Menit mojok.co

Menonton 'Godzilla vs. Kong': Cara Menjadi Bodoh dalam 1 Jam 53 Menit mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mengapa perlu belajar jadi pintar ketika menonton hiburan yang penuh penghancuran macam Godzilla vs Kong saja membuat kita melupakan apa itu logika?

Jika Anda sangat doyan makan kerupuk, Anda adalah orang yang cocok nonton Godzilla vs Kong. Meski tanpa gizi setidaknya bunyi kresnya menusuk ke dalam sanubari. Jangan sekali-kali masuk bioskop dalam keadaan mengantuk, karena setiap lima menit Anda hanya akan kaget dengan scoring-nya yang menggelegar.

Tanpa menonton sekuel-sekuel MonsterVerse Legendary, film yang bertabur bintang ini tetap bisa dinikmati. Sederhana sekali, pokoknya nggak boleh ada alfa monster lebih dari satu, dunia bisa kacau kalau begini. Katanya ini adalah insting makhluk hidup. Nggak boleh ada dualisme, atau semua akan terpecah. Ini mungkin bikin Anda teringat dengan dualisme di Partai Demokrat, tapi kayaknya tidak perlu dipikir jauh sampai ke sana karena sudah mulai banyak yang jengah dengan geger gedhen Moeldoko vs. AHY. Meskipun, benar, ending film ini layak ditonton kader-kader Partai Demokrat untuk mencari jalan tengah dan kedamaian abadi.

Khusus buat pencinta kehancuran yang memimpikan dunia ini berakhir saja (konon banyak orang yang mulai berpikir begini), Anda pasti akan puas. Nyawa manusia tidak berharga di sini. Gedung pencakar langit dengan lampu-lampu indah semua bakal rusak. Tidak ada cerita tentang penyelamatan manusia, semua seolah-olah dibuat fokus pada pertarungan monster-monster besar yang pertarungannya layak tonton, sudah mumpuni ketika ada bandar taruhan. Tentu saja, tidak ada tokoh utama yang mati, kecuali yang jahat-jahat. Kebaikan selalu menang, hey!

Godzilla vs Kong memang tampak berusaha banget untuk menampilkan karakter manusia masuk ke jalan cerita. Sayang hasilnya tetap tidak luar biasa. Manusia itu di sini cuma nonton, dan membantu monster-monster ketika mereka sedang bertarung. Manusia lain yang nggak punya tempat, yang lagi jalan-jalan atau berlayar di laut dan berpapasan sama Godzilla atau Kong, ya apes aja. Berakhir jadi debu.

Sebuah gambaran akurat tentang kehidupan sosial kita yang hanya dimiliki orang berpunya, bertakhta, dan good looking. Lainnya boleh berfilosofi tentang hidup yang cuma nunut ngombe.

Makanya, layak kalau nonton Godzilla vs Kong adalah cara yang pas menjadi bodoh. Kini saatnya melupakan logika. Melupakan semua teori-teori kemanusiaan. Sebab, memang tidak ada porsi untuk memikirkannya dalam durasi 1 jam 53 menit. Setiap ganti adegan kita bakal diingatkan kalau toh ini cuma film, cuma hiburan melihat kerusakan-kerusakan di muka Bumi. Tidak believable untuk jadi kenyataan. Tidak mengancam.

Saat film lain membuat kita berimajinasi andai kita hidup di dalamnya, film ini justru kebalikan. Kita disuruh untuk duduk manis saja, menikmati sajian visual yang amboi ciamik. Tapi, tenang, tetap seru dan menggemaskan. Minimal jadi pengin punya kaus gambar Godzilla dengan tulisan Jepang.

Film Box Office semacam ini memang cocok dinikmati bareng keluarga, kawan, pacar, atau pacarnya teman ketika benar-benar penat dengan dunia yang semakin dilogika semakin kacau. Setidaknya Anda akan terkekeh saat tahu Shun Oguri yang pernah jadi Takiya Genji di film Crows Zero bakal menyandang nama dari musuhnya sendiri, Serizawa. Sindiran yang mahagemas.

BACA JUGA Review Film Extraction vs 6 Underground di Netflix, Mana yang Lebih Kacau? dan artikel KILAS lainnya. 

Terakhir diperbarui pada 28 Maret 2021 oleh

Tags: hiburanreview film
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

No Other Choice: rekaman betapa rentan nasib buruh. Mati-mati kerja sampai kehilangan diri sendiri, tapi ditebang saat tak dibutuhkan lagi MOJOK.CO
Catatan

No Other Choice: Buruh Mati-matian Kerja sampai Kehilangan Diri Sendiri, Usai Diperas Langsung Ditebang

16 Oktober 2025
Film Safe Haven.MOJOK.CO
Seni

Tutorial Masuk Surga ala “Kang Mus” dalam Safe Haven, Film Pendek Berdurasi Singkat tapi Ngilunya Melekat

29 April 2025
Sound Horeg dari A Sampai Z, Mengapa Masih Diminati Masyarakat?
Video

Sound Horeg dari A Sampai Z, Mengapa Masih Diminati Masyarakat?

26 November 2024
Memotret Duka Korban Kekerasan Seksual dalam Woman From Rote Island.mojok.co
Aktual

Memotret Duka Korban Kekerasan Seksual dalam Woman From Rote Island

24 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Muhammadiyah larang pakai AI berlebihan. MOJOK.CO

AI Mengancam Orang Malas Berpikir, Tak Sesuai dengan Ajaran Muhammadiyah

29 Januari 2026
main gim daring.MOJOK.CO

Saat Healing Malah Jadi Toxic: Kecanduan Gim Bisa Bikin Mental dan Fisik Anak Muda Awut-awutan

28 Januari 2026
Sasar Sekolah, Ratusan Pelajar di Bantul Digembleng Kesiagaan Hadapi Gempa Besar.MOJOK.CO

Sasar Sekolah, Ratusan Pelajar di Bantul Digembleng Kesiagaan Hadapi Gempa Besar

30 Januari 2026
ibu dua anak, SMA Internasional Budi Mulia Dua, sekolah islam yang tidak mewajibkan siswinya berjilbab.

Ibu Dua Anak Nekat Balik Masuk SMA Demi “Memutus Kemiskinan”, Cita-Cita Ingin Kuliah Kedokteran

29 Januari 2026
Menurut Ekonom FEB UGM, banyak pekerja Indonesia terpaksa overwork dan multiple jobs gara-gara persoalan jam kerja dan kelayakan upah MOJOK.CO

Overwork-Multiple Jobs: Keterpaksaan Pekerja demi Hidup dari Upah Tak Layak, Masih Tanggung Kesehatan Diri Sendiri Tanpa Jaminan

28 Januari 2026
Tinggal di perumahan lebih bisa slow living dan frugal living ketimbang di desa MOJOK.CO

Salah Kaprah Soal Tinggal di Perumahan, Padahal Lebih Slow Living-Frugal Living Tanpa Dibebani Tetangga ketimbang di Desa

30 Januari 2026

Video Terbaru

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

28 Januari 2026
Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

27 Januari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Tawa yang Tidak Sepenuhnya Bercanda

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 2): Strategi Biar Bisa Jadi Guru Besar

24 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.