Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Memori

UGM Pernah Buka Cabang di Surabaya, Kini Menyatu dengan Unair

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
5 Oktober 2023
A A
UGM Pernah Buka Cabang di Surabaya, Kini Menyatu dengan Unair MOJOK.CO

Fakultas Hukum Unair, dulunya menjadi bagian dari UGM Yogyakarta. (Istimewa)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Universitas Gadjah Mada (UGM) ternyata pernah memiliki cabang di sejumlah daerah. Sebagai salah satu kampus negeri terbaik di Indonesia, keberadaan UGM tercatat tak hanya berada di Bulaksumur. Salah satunya ada UGM Cabang Surabaya.

Di Magelang, misalnya, UGM pernah eksis di kota tetangga Yogyakarta ini. UGM Cabang Magelang, saat itu berdiri sebagai tandingan kampus merah alias komunis yang sudah ada sebelumnya.

Sayangnya, UGM Cabang Magelang riwayatnya telah berakhir. Kini, tinggal puing-puing dan bangunan terbengkalai saja yang tersisa.

Selain di Magelang, UGM juga pernah buka cabang di Surabaya. Namun, berbeda dengan UGM Cabang Magelang, di Surabaya sisa-sisa kampus cabang ini masih bisa ada jejaknya. Ia kini mewujud menjadi salah satu fakultas di Universitas Airlangga (Unair).

UGM membuka fakultas di Surabaya

Berdasarkan catatan arsip “Sejarah Singkat UGM” yang disampaikan dalam Munas V Kagama 1985, bahwa di awal pendiriannya pada 1949, UGM punya lima fakultas. 

Antara lain (1) Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Farmasi, (2) Fakultas Kedokteran Hewan, (3) Fakultas Pertanian, (4) Fakultas Teknik, dan (5) Fakultas Hukum, Sosial, dan Politik. Selanjutnya dibuka Fakultas Pedagogik dan Filsafat setahun kemudian.

Saat itu, kegiatan perkuliahan masih berlangsung di Pagelaran Keraton Yogyakarta. Barulah, memasuki 1952, gedung-gedung di Bulaksumur mereka pakai.

Pada tahun yang sama, tepatnya 19 Juli 1952, UGM bahkan juga membuka cabang di Surabaya. Di kampus cabang ini, mereka membuka Fakultas Hukum, Sosial, dan Politik.

Arsip tersebut, juga memperlihatkan bahwa rektor pertama yang memimpin UGM Cabang Surabaya adalah pejabat dari UGM pusat. Ia bernama Abdul Gaffar Pringgodigdo, eks Menteri Kehakiman di era 1950-an, yang di kemudian hari menjadi rektor pertama Universitas Hasanuddin.

Menjadi bagian dari Unair

Pada 1954, Presiden Sukarno resmi membuka Universitas Airlangga (Unair). Oleh karena sebelumnya merupakan bagian dari Sekolah Dokter Jawa di masa kolonial Hindia Belanda, fakultas yang pertama kali buka  adalah Fakultas Kedokteran.

Barulah tahun-tahun berikutnya Unair membuka fakultas baru, salah satunya adalah Fakultas Hukum. Pada 1 April 1955, UGM Cabang Surabaya resmi menjadi bagian dari Unair. 

Berdasarkan PP Nomor 3 Tahun 1955 yang Presiden Sukarno tanda tangani, UGM Cabang Surabaya secara resmi menjadi Fakultas Hukum Unair.

Meskipun sudah menjadi bagian dari Unair, di awal-awal UGM masih tetap memberi bantuan ke kampus tersebut, seperti memberi bantuan dosen kepada Unair. Dosen-dosen yang masih mengajar itu kemudian diangkat menjadi dosen luar biasa di Unair.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Agung Purwandono

Iklan

BACA JUGA 10 Prodi UNAIR yang Sepi Peminat dan Persaingannya Tidak Ketat

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2023 oleh

Tags: fakultas Hukum UNAIRUGMunair
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana
Edumojok

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO
Edumojok

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026
Anselmus Way, lulusan FISIPOL Universitas Gadjah Mada (UGM) pilih usaha keripik singkong hingga ayam geprek, tapi sukses MOJOK.CO
Edumojok

Lulusan FISIPOL UGM Jualan Keripik dan Ayam Geprek, Tapi Jadi Penopang Ekonomi Keluarga usai Nyaris Putus Asa

7 Maret 2026
Anak Akuntansi UGM burnout. MOJOK.CO
Edumojok

Anak dari Pulau Bangka Bela-belain Kuliah di UGM Sampai Jadi Wisudawan Terbaik, bikin Orang Tua Bangga dengan Gelar Sarjana Akuntansi

6 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

19 Maret 2026
Tuntutan sosial dan gengsi bikin kelas menengah jadi orang kaya palsu hingga abaikan tabungan demi kejar standar sukses MOJOK.CO

Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit

14 Maret 2026
Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan Mojok.co

Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan

15 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Mudik Gratis dari BUMN 2026. MOJOK.CO

Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

18 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.