Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Memori

Mengenal Delanggu Klaten, Daerah Penghasil Beras Unggulan yang Punya Banyak Objek Wisata Hits

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
22 Mei 2024
A A
Mengenal Delanggu Klaten, Daerah Penghasil Beras Unggulan yang Punya Banyak Objek Wisata Hits.MOJOK.CO

Ilustrasi Mengenal Delanggu Klaten, Daerah Penghasil Beras Unggulan yang Punya Banyak Objek Wisata Hits (foto dari ANTARA)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Delanggu, salah satu kecamatan di Kabupaten Klaten, terkenal sebagai wilayah penghasil beras unggulan. Sejak zaman dulu, beras Delanggu sudah masyhur sampai ke penjuru negeri. Namun, berbicara soal Delanggu tak melulu soal berasanya, wilayah ini ternyata juga kaya dengan lokasi wisata hits.

Melacak asal-usul Delanggu, maka kita harus mundur hingga ke zaman kolonial Hindia-Belanda. Dokumen pemerintah kolonial mencatat, pada 1861, wilayah ini merupakan sebuah desa yang masuk dalam Karesidenan Surakarta.

Berdasarkan catatan Pieter Nicolaas v. Kampen dalam Aardrijkskundig en Statistisch Wordenboek Nederlandsch Indie, Eerste deel (1861), sampai periode tersebut Klaten memang baru terbagi menjadi 11 distrik atau kecamatan (sekarang 26). Antara lain Klaten, Gesikan, Sapuluh, Prambanan, Gedongan, Kalisongo, Kartosuro, Ketitang, Jenom, Taraman, dan Bendodalem.

Mengenal Delanggu Klaten, Daerah Penghasil Beras Unggulan yang Punya Banyak Objek Wisata Hits.MOJOK.CO
Potrer Delanggu masa lampau (dok. Collectie Tropenmuseum)

Barulah pada akhir abad ke-19, Delanggu ditetapkan sebagai distrik yang membawahi empat onderdistrik (kelurahan), yakni Delanggu, Wonosari, Ngenden, dan Kebongede.

Sudah jadi wilayah yang subur sejak zaman dulu

Bukan hal aneh kalau Delanggu menjadi daerah penghasil beras unggulan. Salah satu alasannya, karena sejak dulu kecamatan ini memang terkenal subur.

Memiliki ketinggian 153 meter di atas permukaan laut, punya tipe tanah regosol kelabu yang mengandung abu dan pasir vulkanik intermedier, serta pengairan yang tercukupi, bikin daerah ini cocok dijadikan wilayah pertanian dan perkebunan.

Ditambah lagi, pada 1894 jalur lintas Jawa pertama yang menghubungkan Batavia dengan Surabaya melalui Maos, Jogja dan Solo, selesai dibangun. Lokasi Delanggu yang dilalui jalur kereta serta jalan utama Yogyakarta-Surakarta, mempermudah arus distribusi barang hasil produksi maupun perkebunan dari ataupun ke Delanggu.

Makanya, saking suburnya, wilayah sultan ground atau vorstenlanden Surakarta ini jadi kesayangan pemerintah kasunanan. Saking suburnya juga, pada periode 1890-an, Delanggu juga menjadi daerah penghasil gula karena banyaknya perkebunan tebu di sini.

Beras Delanggu, kesayangan raja-raja Mataram Islam

Varietas andalan Delanggu adalah beras rojolele. Memang, belum ada catatan pasti sejak kapan rojolele mulai ditanam. Yang jelas, beras yang punya rasa enak dan tekstur pulen ini merupakan varietas asli dari Delanggu, yang telah lama ditanam masyarakat secara turun temurun.

Soal penamaan sendiri, ada banyak versi yang beredar. Mulai dari kata “rojo” dipakai karena beras ini jadi kesukaan raja-raja Mataram, tapi tak sedikit juga yang memaknai kata itu karena kualitasnya paling tinggi seperti raja.

Mengenal Delanggu Klaten, Daerah Penghasil Beras Unggulan yang Punya Banyak Objek Wisata Hits.MOJOK.CO
Eks Gubernur Jawa Tengah mengunjungi para petani di Delanggu yang menanam padi varietas unggulan, Rojolele (dok. Humas Jateng)

Catatan lebih tua bahkan menyebut kalau Paku Buwono II (1745) adalah penemu nama “rojolele”. Jadi, dikisahkan saat melakukan tendhak (datang menemui rakyat), penduduk Delanggu ramai-ramai memamerkan beras terbaik mereka kepada raja.

Kala itu, Paku Buwono II memanggil rakyatnya, yang kebanyakan laki-laki, dengan sapaan thole-thole (anak kesayangan). Sehingga muncullah kata “rojolele”.

Walaupun belum ada versi pasti dari awal penamaannya, yang jelas rasa nasi beras rojolele jauh lebih nikmat jika dibandingkan varietas lain seperti Gadis, Sinta, Bengawan, dan Slogo. Apalagi beras ini ditanam tanpa pestisida sehingga ramah lingkungan.

Tak melulu beras, Delanggu juga kaya tempat wisata

Meski terkenal melalui berasnya, Delanggu tak melulu soal itu, kok. Nyatanya, di daerah ini ada banyak lokasi wisata yang bisa dikunjungi.

Iklan

Tempat-tempat ini pada umumnya merupakan wisata alam. Keunggulannya, ia sangat ramah anak, bisa jadi medium pembelajaran, dan bagi anak muda, tentunya hits alias instagramable.

Berikut tiga di antaranya:

1.Taman Sehat Rejosari

Taman Sehat Rejosari merupakan objek wisata yang menawarkan rekreasi dan edukasi.Ia mengusung konsep wisata alam dengan berbagai fasilitas, salah satunya wisata agrikultur.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by TASERO (@tamansehatrejosari)


Melalui taman yang berdiri di atas lahan seluas lebih dari satu hektar ini, pengunjung dapat merasakan suasana khas pedesaan, lengkap dengan lahan pertaniannya. 

Di Taman Sehat Rejosari, juga tersedia restoran dengan olahan ikan favorit pengunjung. Lokasi taman ini berada di Desa Rejosari, Sabrang, Kecamtan Delanggu.

2.Segaran Delanggu

Segaran Delanggu adalah obyek wisata yang menawarkan pemandangan sawah nan hijau dan indah. Salah satu yang paling diburu di Segaran, adalah jembatan bambunya.

Di jembatan yang cocok jadi spot foto itu, pengunjung dapat keindahan alam Delanggu yang membentang luas. Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati sunset di Segaran.

Lokasinya berada di Dusun 2, Desa Segaran, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten.

3.Desa Gatak dengan Lumpia Duleg-nya

Sebenarnya, Desa Gatak yang terletak di Kecamatan Delanggu belum dibuka menjadi obyek wisata. Namun, desa ini memiliki potensi wisata berupa kekayaan kuliner yang tak dijumpai di daerah lain.

Desa Gatak memiliki kuliner khas bernama Lumpia Duleg. Ia merupakan kudapan otentik asal Dusun Lemburejo, Desa Gatak, Kecamatan Delanggu. 

Sekilas, Lumpia Duleg sendiri hampir mirip dengan lumpia Semarang. Bedanya,  ukuran panjangnya hanya sekitar 5 cm. Kulitnya pun terbuat dari tepung terigu yang dicampur dengan pati onggok. Sementara isinya berupa toge.

@nomnomklaten Jajanan khas Delanggu , Lumpia Duleg #lumpiaduleg #sosislompya #delanggu #kulinerklaten #nomnomklaten ♬ Kembang Wangi – New Normal Keroncong


Menariknya, pembuat Lumpia Duleg hanya berasal dari Dusun Lemburejo, Desa Gatak. Total ada 14 kepala keluarga yang menjadi pengrajin lumpia di desa tersebut. Eksis sejak 1950-an, Lumpia Duleg sekarang telah diajukan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menjadi warisan budaya tak benda (WBTB). Ia juga telah memperoleh Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham).

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Klaten Adalah Tempat Pensiun Paling Ideal Mengalahkan Jogja

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 22 Mei 2024 oleh

Tags: beras rojoleledelanggudelanggu klatenkabupaten klatenkecamatan delanggukls
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Ilustrasi Honda Beat Motor Sial: Simbol Kemiskinan dan Kaum Tertindas (Shutterstock)
Pojokan

Pengalaman Saya Menyiksa Honda Beat di Perjalanan dari Jogja Menuju Solo lalu Balik Lagi Berakhir kena Instant Karma

7 Januari 2026
625 Relawan Siap Sambut 10 Ribu Jemaah di Lir Ilir Fest 2025 MOJOK.CO
Kilas

625 Relawan Siap Sambut 10 Ribu Jemaah di Lir Ilir Fest 2025

15 Agustus 2025
Pelabuhan Kendal bakal jadi pintu peningkatan ekspor di Jawa Tengah MOJOK.CO
Kilas

Pelabuhan Kendal bakal Jadi Pintu Peningkatan Perdagangan Luar Negeri di Jateng, Pembangunannya Harus Dipercepat

25 Juli 2025
Tahun Baru Islam (Muharram) 1447 Hijriah jadi momen refleksi dan berbagi Pemrov Jawa Tengah MOJOK.CO
Kilas

Tahun Baru Islam 1447 H Jadi Refleksi dan Momen Berbagi Pemprov Jawa Tengah

27 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pinjol Jerat Gen Z Fomo tanpa Cuan, Apalagi Tabungan MOJOK.CO

Fakta Indonesia Hari ini: Sisi Gelap Gen Z Tanpa Cuan yang Berani Utang Sampai Ratusan Juta dan Tips Lepas dari Jerat Pinjol Laknat

3 Februari 2026
Derita punya pasangan hidup sandwich generation apalagi bonus mertua toxic MOJOK.CO

Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

5 Februari 2026
4 jenis orang/pengendara yang harus dilarang nyetir motor di jalan raya dan dipersulit bikin SIM. Biang kecelakaan lalu lintas MOJOK.CO

4 Jenis Orang yang Harus Dilarang Nyetir Motor di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan, Biang Nyawa Melayang

2 Februari 2026
Pertama kali makan donat J.CO langsung nangis MOJOK.CO

Orang Berkantong Tipis Pertama Kali Makan Donat J.CO, Dari Sinis Berujung Nangis

3 Februari 2026
Krian Sidoarjo dicap bobrok, padahal nyaman ditinggali karena banyak industri serap kerja dan biaya hidup yang masuk akal MOJOK.CO

Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

5 Februari 2026
Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik MOJOK.CO

Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik

4 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.