Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Memori

Berusia Lebih dari Seabad, PT Kanisius Jogja Pernah Mencetak Uang Pertama di Indonesia

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
23 Oktober 2023
A A
Berusia Lebih dari Seabad, PT Kanisius Jogja Pernah Mencetak Uang Pertama di Indonesia MOJOK.CO

Suasana di Percetakan Kanisius saat masih di Jalan P Senopati, Yogyakarta. (Arsip PT Kanisius/Kompas.id)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kanisius, penerbit dan percetakan di Yogyakarta ini punya kisah panjang di usianya yang sudah lebih dari 100 tahun. Pernah jadi tempat untuk mencetak uang pertama di Indonesia.

saat ini PT Kanisius, yang berlokasi di Jalan Cempaka Nomor 9, Deresan, Yogyakarta, punya daya tariknya tersendiri.  Selain ada percetakan dan toko buku, unit usaha ini juga membuka kafe yang cukup digemari mahasiswa dan muda-mudi untuk nongkrong.

Namun, ternyata tempat yang pernah menjadi lokasi pelaksanaan Festival Mojok 2023 ini punya sejarah yang unik. Pada masa kolonial, ia jadi tempat mencetak buku-buku misi dan doa. Sementara setelah masa kemerdekaan Indonesia, PT Kanisius mendapat amanah untuk mencetak uang pertama di Indonesia.

Awal pendirian PT Kanisius

Penyebaran agama Katolik di Yogyakarta memang makin masif pada awal abad ke-20. Guna menunjang misi tersebut, terbetiklah ide dari Pastor J. Hoeberechts untuk bikin semacam percetakan guna mencetak buku-buku maupun modul dakwah.

Maka, segeralah ia melayangkan surat pada pimpinan Bruder FIC agar membantu misi pelayanan buku dan pewartaan gereja di Jawa.

Usul itu diterima, dan pada Agustus 1921 Bruder Bellinus dikirim ke Yogyakarta untuk mem-follow up ide tadi. Di kemudian hari, Bruder Bellinus adalah perintis Percetakan Kanisius di Yogyakarta.

Akhirnya, berdirilah sebuah percetakan pada 26 Januari 1922. Saat awal berdiri, ia punya nama Canisius Drukkerij. Lokasinya kala itu berada di Jalan Panembahan Senopati, tak jauh dari titik nol kilometer, atau kini tepat di samping Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius, Kidul Loji. Dahulu, ia menempati sebuah gudang bekas pabrik besi.

Melansir laporan Kompas edisi “50 Tahun PT Kanisius” (1972), saat pertama dirintis, percetakan ini dibuat dengan “serba ketjil2an”. Bagaimana tidak, saat pertama beroperasi, Canisius Drukkerij hanya berisi tiga pegawai dengan dua mesin penunjang saja.

Barulah setahun kemudian bangunan diperluas menjadi 200 meter persegi. Jumlah karyawan bertambah jadi 20 orang. Bruder Bellinus juga mendatangkan mesin-mesin baru dari Eropa.

Jadi pencetak buku-buku misi

Akhirnya pada 1926, Canisius Drukkerij tumbuh menjadi embrio penerbit untuk memenuhi kebutuhan buku-buku misi, pelajaran agama Katolik, dan buku-buku doa. 

Pada saat itu, salah satu buku doa yang paling fenomenal adalah Padoepan Kentjana. Buku ini pertama kali terbit pada 1926, tapi masih terus cetak ulang sampai sekarang.

Percetakan ini mendukung geliat pendidikan yang berada di bawah Yayasan Kanisius, yaitu sebagai Percetakan dan Penerbitan buku pelajaran sekolah, buku-buku tulis, buku-buku administrasi untuk keperluan Misi, buku doa/sembahyang, buku nyanyian, surat kabar, bahkan majalah.

Pada 1934, saat kepemimpinan Percetakan Kanisius dipegang Bruder Baldewinus, mereka mulai menerima order dari masyarakat umum, perusahaan, hingga instansi pemerintahan. 

Bahkan kantor Kepatihan Yogyakarta yang sudah mempunyai percetakan sendiri pun terkadang mencetakkan kebutuhan administrasinya di Kanisius.

Iklan

Setelah nasibnya sempat tak menentu saat masa pendudukan Jepang (1942-1945), Percetakan Kanisius kembali menemukan arah setelah kemerdekaan Indonesia.

Bahkan, pada 4 Januari 1946, saat Ibukota RI pindah ke Yogyakarta, Kanisius mendapat kepercayaan untuk mencetak mata uang ORI (Oeang Republik Indonesia). Ini merupakan uang resmi pertama Indonesia sejak memproklamasikan kemerdekaannya.

Kisah-kisah unik saat mencetak uang Indonesia pertama

Ada banyak kisah menarik ketika PT Kanisius mulai mencetak uang pertama republik. Marshana Windhu dalam buku Bersiaplah Sewaktu-waktu Dibutuhkan: Perjalanan Karya Penerbit dan Percetakan Kanisius (1922-2002) (2003) menulis, salah satunya adalah pengawasan ketat dari pemerintah dan militer terhadap kerja-kerja karyawan penerbit.

Saat itu, militer akan memeriksa setiap karyawan yang akan masuk dan pulang kerja. Mereka harus melepas seluruh baju dan menggantinya dengan pakaian putih. Hal ini, agar para karyawan nggak ada yang “ngutil” uang kali, ya.

Selain itu, eror juga sering terjadi. Banyak uang yang salah cetak. Kesalahan cetak ini bukan terletak pada desain, melainkan lebih kepada ukuran, ketebalan, dan warna. Maklum saja, pencetakan waktu itu hanya pakai klise. Setelah pekerjaan pencetakan uang di Kanisius selesai, pemerintah mengambil alih kembali pencetakan uang.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Takom Kanisius, Tempat Nongkrong Asri di Jogja yang Padat

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 23 Oktober 2023 oleh

Tags: cetak uangKanisiusPT Kanisiussejarah kanisius
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Takom Kanisius, Tempat Nongkrong Asri di Jogja yang Padat MOJOK.CO
Kilas

Takom Kanisius, Tempat Nongkrong Asri di Jogja yang Padat

4 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo, Tak Cuan Bisnis Melayang MOJOK.CO

Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis

15 Januari 2026
Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut MOJOK.CO

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut

14 Januari 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang MOJOK.CO

Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

16 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.