Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Memori

Menelusuri Kampung Kwarasan di Magelang, Siasat Belanda Menghindari Penyakit Pes

Kenia Intan oleh Kenia Intan
14 September 2023
A A
Suasana Magelang 1937

Suasana Magelang masa penjajahan Belanda (digitalcollections.universiteitleiden.nl/)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Melibatkan arsitek kawakan

Kemunculan Kampung Kwarasan tidak terlepas dari arsitek Belanda bernama Thomas Karsten. Dialah yang mendesain rumah-rumah di kampung Kwarasan. Asal tahu saja, Thomas Karsten adalah arsitek kawakan yang  terlibat dalam perencanaan kota-kota di Hindia Belanda. Karyanya bisa kalian temui di Semarang, Bogor, Madiun, Jakarta, Yogyakarta, Palembang, dan masih banyak lagi. Selain Kampung Kwarasan, Thomas Karsten juga mendesain menara air di Kota Magelang. 

Kampung Kwarasan memang didesain oleh seorang Belanda, tapi rumah-rumah di sana tetap memiliki sentuhan-sentuhan Jawa. Misalnya, Thomas Karsten menggunakan atap berbentuk limasan, lantai traso, dan tetap menggunakan kayu jati sebagai material utama. Perpaduan gaya kolonial dan Jawa inilah yang menjadikan kompleks hunian ini unik. 

Ada tiga tipe rumah di kompleks hunian itu yakni rumah besar, rumah sedang, dan rumah kecil. Antar rumah selalu diselingi lahan kosong yang berfungsi sebagai sirkulasi udara. Kompleks hunian juga memiliki dua lapangan. Di lapangan inilah penghuni kompleks saling berinteraksi. Pejabat kolonial yang tinggal di Kwarasan kerap berjemur sambil minum kopi di lapangan tersebut. 

Nasib Kampung Kwarasan kini

Saat pendudukan Jepang pada 1942, kompleks tersebut dikosongkan. Jepang mengasingkan pejabat-pejabat kolonial yang tinggal di Kwarasan. Setelah Indonesia merdeka, pemerintah Indonesia yang mengelola kampung itu. 

Pemerintah Indonesia membentuk Versuis, sebuah lembaga yang bertugas mengelola bangunan di Kampung Kwarasan. Mereka juga bertanggung jawab terhadap peninggalan-peninggalan Belanda lainnya. 

Saat ini bangunan-bangunan di Kampung Kwarasan banyak yang dimiliki secara pribadi. Tidak ada sumber pasti yang menjelaskan perpindahan kepemilikan dari pemerintah ke pribadi. Namun, perpindahan kepemilikan ini sempat menjadi perhatian karena mengakibatkan adanya perubahan pada bangunan. Padahal rumah-rumah di Kampung Kwarasan berstatus cagar budaya.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Tidak Melulu Tempat Prostitusi, di Sarkem Ada Kampung Turis Pertama yang Jadi Penyelamat Backpacker
Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 14 September 2023 oleh

Tags: Kampung Kwarasankota magelang
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

4 Hal Tidak Menyenangkan di Magelang buat Kapok Wisatawan
Pojokan

4 Hal Tidak Menyenangkan di Magelang buat Kapok Wisatawan

17 Oktober 2025
4 Alasan Warga Lokal Malas Berwisata ke Gunung Tidar Magelang
Pojokan

4 Alasan Warga Lokal Malas Berwisata ke Gunung Tidar Magelang

8 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di umur 30 cuma punya motor Honda Supra X 125 kepala geter. Dihina tapi jadi motor tangguh yang bisa bahagiakan orang tua MOJOK.CO

Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia

8 April 2026
Sumbangan pernikahan di desa, jebakan yang menjerat dan membuat warga menderita MOJOK.CO

Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”

8 April 2026
#NgobroldiMeta jadi upaya AMSI dan Meta dukung pelaku media memproduksi jurnalisme berkualitas di era AI MOJOK.CO

#NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI

10 April 2026
Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif MOJOK.CO

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif

9 April 2026
Warung nasi padang jual rendang khas Minang di Jogja

Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

10 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.