Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Mahfud MD Minta Pemerintah Daerah Jangan Jadikan Isu Corona Sebagai Ajang Cari Panggung

Redaksi oleh Redaksi
4 Maret 2020
A A
mahfud md
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sejak Presiden mengumumkan ada dua warga Indonesia yang positif mengidap corona, isu tentang virus corona ini memang langsung melonjak hebat. Pemberitaan di banyak media langsung penuh dengan apa pun yang berhubungan corona. Dari yang serius kayak proses evakuasi pasien sampai yang sifatnya receh kayak turunnya pendapatan perusahaan bir yang kebetulan punya nama brand “corona”.

Pokona semuana corona.

Hal tersebut membawa dampak terhadap komunikasi publik pemerintahan. Banyak pejabat dan pemimpin daerah yang kemudian merasa perlu untuk memberikan pernyataan-pernyataan terkait corona.

Menko Polhukam Mahfud MD pun kemudian mengimbau agar para pemimpin daerah tidak menjadikan isu corona ini sebagai ajang untuk cari panggung.

“Informasi penanganan corona itu sendiri terpusat di Kemenkes. Diharapkan juga pemerintah jangan terlalu mendramatisir persoalan terutama pemerintah-pemerintah Daerah itu ada sesuatu yang belum jelas sudah konpers corona,” terang Mahfud di kantornya saat menyampaikan informasi terkini tentang virus corona di Indonesia.

Mahfud MD mengatakan bahwa Pemerintah Daerah utamanya di daerah yang ada warganya yang punya gejala corona agar mampu menenangkan masyarakat.

“Jangan berkesan ingin mendramatisir mencari panggung dan sebagainya. Masyarakat supaya ditenangkan. Pemerintah siap dan mampu menangani corona itu dengan standar WHO.”

Pernyataan Mahfud MD yang terkesan menyindir tersebut tentu saja langsung mendapat tanggapan dari beberapa politisi.

Sekretaris Fraksi NasDem DPR, Saan Mustopa mengatakan bahwa kepala daerah memang perlu bersuara.

“Jadi, Pak Mahfud tidak perlu mengatakan ‘ini jangan dijadikan panggung politik’ dan sebagainya. Kalau perlu, secepatnya pemerintah pusat berkonsolidasi dengan pemerintah daerah dengan cara memanggil, membahas bagaimana cara menangani corona ini, jadi bukan berwacana di publik,” terang Saan. “Kita berpikir positif. Ini kan masih terlalu dini kalau misalnya kepala daerah memainkan isu ini dalam konteks untuk mencari panggung politik. Menurut saya, marilah sama-sama berpikir positif dan fokus soal penanganan virus corona.”

Tak jauh berbeda dengan Saan, hal yang senada juga dikatakan oleh Mardani Ali Sera. Ketua DPP PKS tersebut mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh kepala daerah sejatinya hanyalah mengikuti apa yang dilakukan oleh pusat.

“Pemerintah daerah ikut Pemerintah Pusat. Kalau Pemerintah Pusat pencitraan, maka pemerintah daerah juga ikut,” kata Mardani. “Jangan salahkan Pemda. Mari kita perbaiki bersama.”

Ah, isu corona pada akhirnya memang menjadi panggung debat yang hebat untuk para pejabat.

mahfud md

Terakhir diperbarui pada 4 Maret 2020 oleh

Tags: coronamahfud mdvirus corona
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

menulis di media, dahlan iskan.MOJOK.CO
Ragam

Menulis di Media adalah Cara Termudah Menjadi Terkenal dan Meninggalkan “Warisan”

17 April 2025
Dirty Vote: Kebenaran yang Tidak Bisa Dinikmati Rakyat Biasa MOJOK.CO
Esai

Dirty Vote Menghadirkan Data yang Luar Biasa Terkait Kecurangan Pemilu 2024, tapi Sayangnya Tidak Ditonton Rakyat Biasa

12 Februari 2024
mojok mentok mahfud md vs gibran debat cawapres
Video

Etika Gibran ke Mahfud MD Saat Debat Cawapres Menuai Sorotan Media Asing

26 Januari 2024
lurah panggungharjo bantul yang disebut mahfud md di debat cawapres.MOJOK.CO
Aktual

Dipuji Mahfud MD, Lurah Panggungharjo Blak-blakan: Desa Tidak Maju karena Negara Terlalu Mengatur

22 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ilustrasi mudik lebaran, perumahan.MOJOK.co

Enaknya Lebaran di Perumahan Kota yang Tak Dirasakan Pemudik di Desa, Dianggap Kesepian padahal Lebih Tenang

11 Maret 2026
Nasib ratusan juta WNI 10 tahun nanti: terancam tidak punya jaminan sekaligus tabungan di masa pensiun MOJOK.CO

Nasib WNI 10 Tahun Lagi: Terancam Tua Miskin karena Tak Punya Jaminan untuk Tabungan Pensiun dari Negara

11 Maret 2026
Tuntutan sosial dan gengsi bikin kelas menengah jadi orang kaya palsu hingga abaikan tabungan demi kejar standar sukses MOJOK.CO

Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit

14 Maret 2026
Mudik Lebaran naik bus murah berujung menyesal. MOJOK.CO

Habiskan Waktu 78 Jam di Bus untuk Mudik Berujung Kapok dan Frustrasi: Harus Tahan Bau Badan, BAB, hingga “Ditakuti” Teman Sebangku

11 Maret 2026
Rela Melepas Upah 75 Juta di Prancis demi Pulang ke Tanah Air, Kini Menikamti Hidup Sebagai Pengajar Bergaji Pas-pasan.MOJOK.CO

Rela Melepas Upah 75 Juta di Prancis demi Pulang ke Tanah Air, Kini Menikamti Hidup Sebagai Pengajar Bergaji Pas-pasan

10 Maret 2026
Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.