Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Ketika Sesi Debat Capres 2019 Mendadak Berubah jadi Sesi Curhat Jokowi dan Prabowo

Redaksi oleh Redaksi
30 Maret 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dalam sesi Debat Capres 2019 keempat pada tema ideologi, baik Jokowi dan Prabowo tiba-tiba memasukkan curhat colongan. Ideologi curhat niye~

Sesi Debat Pilpres 2019 yang diawali dengan tema ideologi mendadak jadi menarik karena masing-masing capres malah curhat . Pada mulanya Retno Pinasti, moderator Debat Pilpres 2019, membacakan pertanyaan tentang cara-cara yang akan dilakukan Prabowo Subianto dan Joko Widodo akan mengomunikasikan ideologi Pancasila ke generasi penerus bangsa.

Jawaban kedua kandidat sebenarnya standar-standar saja. Tidak ada perbedaan fundamental.

“Generasi penerus harus mengerti dari mana datangnya Republik Indonesia,” kata Prabowo saat mendapat kesempatan pertama menjawab.

Ketua Umum Partai Gerindra ini pun menegaskan bahwa Pancasila harus dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan. Sejak Taman Kanak-kanak sampai S3.

Jokowi pun setali tiga uang, “Sejarah-sejarah mengenai dirumuskannya Pancasila, dibangunnya Pancasila, ini harus diberikan dalam pendidikan-pendidikan anak-anak kita sejak bukan (hanya) dari TK. Sejak dari PAUD.”

Capres petahana ini pun menambah bahwa indoktrinasi harus disesuaikan dengan generasi muda. “Bukan indoktrinasi lagi. Harus kekinian. Bisa dilakukan lewat visual-visual, baik yang ada di Facebook, baik yang ada di Instagram, baik yang ada di Twitter.”

Uniknya, ketika sesi debat capres masuk dalam tanggapan jawaban antar capres, capres nomor 1 dan capres nomor 2 masing-masing malah saling melempar pujian.

“Saya yakin dan percaya, Pak Jokowi Pancasilais. Saya yakin dan percaya Pak Jokowi patriot. Saya yakin dan percaya Pak Jokowi nasionalis,” kata capres oposisi ini mengawali komentarnya.

Pernyataan ini mendapat respons yang menarik dari capres petahana.

“Saya juga percaya, kok. Pak Prabowo itu Pancasilais. Saya juga percaya, Pak Prabowo itu nasionalis. Saya percaya. Saya juga percaya Pak Prabowo itu patriot. Percaya, Pak. Percaya.”

Tapi, kita semua tahu bahwa ungkapan itu cuma set up saja. Premis yang dibangun untuk kemudian dinegasikan dengan kata; “Tapi…”.

Usai Prabowo memuji Jokowi di awal tanggapannya, Prabowo lalu menceritakan bagaimana dirinya sering disasar oleh para pendukung Jokowi.

“Apakah Pak Jokowi paham dan mengerti di antara pendukung Pak Jokowi ada yang melontarkan tuduhan-tuduhan yang tidak tepat kepada saya? Seolah-olah saya membela khilafah. Seolah-olah saya akan melarang tahlilan dan sebagainya. Ini sesuatu yang sangat tidak masuk akal,” kata Prabowo.

Iklan

Sebaliknya, mendengar kompetitornya mendadak malah curhat colongan macam begitu Jokowi bukannya tidak menjawab atau mengklarifikasi melainkan malah kepancing ikut curhat colongan juga di debat capres.

“…tapi (kalau) masalah tuduh-menuduh, saya kan juga banyak dituduh, Pak. Empat setengah tahun ini, saya juga dituduh. Pak Jokowi itu PKI. Ada yang menuduh seperti itu. Saya juga biasa-biasa saja. Nggak pernah saya jawab,” kata Jokowi membalas curhat colongan Prabowo.

Curhat, utamanya curhat colongan, adalah hak segala bangsa. Dari rakyat jelata, sampai calon presiden sebuah negara.

Curhat adalah kita.

Terakhir diperbarui pada 31 Maret 2019 oleh

Tags: curhatdebat capresideologijokowiPancasilaprabowo
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Curhat dan ziarah di makam ibu, tempat terbaik pulang tanpa penghakiman MOJOK.CO
Sehari-hari

Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega

5 Juni 2026
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jawa Tengah dan Bappenas bersinergi dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Pantura dan Pansela MOJOK.CO

Pembangunan Infrastruktur Pantura dan Pansela Jadi Prioritas karena Jateng Punya Banyak Potensi Ekonomi

9 Juni 2026
Ide Usaha Minyak Jelantah: Kotor, tapi Untung Jutaan per Bulan MOJOK.CO

Bisnis Pengepul Minyak Jelantah: Ide Usaha yang Nggak Populer tapi Bisa Untung Jutaan per Bulan

9 Juni 2026
Meski tanpa sosok ayah (fatherless), tapi tidak hilang arah MOJOK.CO

Hidup Tanpa Sosok dan Peran Ayah Nyatanya Tak bikin Hilang Arah, Bisa Cari Arah Sendiri dan Malah bikin Orang Lain Iri

9 Juni 2026
Salah paham terhadap paket intimate wedding di wedding organizer (WO) MOJOK.CO

Salah Paham pada Paket Intimate Wedding di WO: Dikira Tekan Biaya padahal Bisa Tetap Mahal, Karena Intimate dan Biaya Itu Dua Hal Berbeda

4 Juni 2026
Peluncuran program pendidikan koperasi (perkoperasian) untuk sekolah-sekolah yang dipelopori Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) MOJOK.CO

Jawa Tengah Bikin Pendidikan Koperasi di Sekolah: Bekal Kewirausahaan dan Alternatif Lapangan Kerja untuk Gen Z-Gen Alpha

5 Juni 2026
Godaan modifikasi motor Honda Vario 125 demi sinematik kebodohan soal harga jual di Facebook, berakhir jadi motor sampah dan jamet MOJOK.CO

Modifikasi Motor Honda Vario 125 Hasil Tabungan Ibu-Kakak demi Sinematik dan Kebodohan Harga Jual di FB, Berakhir Jadi Motor Jamet dan Sampah

7 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.