Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Ketika Iksan Skuter Rindu Sayur Bayam Masakan Ibu

Khoirul Atfifudin oleh Khoirul Atfifudin
24 Juni 2023
A A
Ketika Iksan Skuter Rindu Sayur Masakan Ibu. MOJOK.CO

Iksan Skuter masak sayur bayam resep dari ibunya di Warung Maknani. (Khoirul Atfi/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sayur bayam bagi musisi Iksan Skuter menjadi caranya untuk pulang. Kepada penggemarnya ia membagikan resep sayur bayam ibunya. Iksan juga  memasak untuk orang-orang yang datang ke Warung Maknani beberapa hari lalu. 

Iksan Skuter datang ke Warung Maknani Yogyakarta untuk mengakusisi dapur warung tersebut pada Kamis 22 Juni 2023. Ia mengusung tema, “Rindu Sayur Bayam Masakan Ibu”. 

Iklan

Warung Maknani mengadakan agenda Akusisi Dapur oleh Iksan Skuter pada Kamis, 22 Juni 2023. Iksan mengusung tema “Rindu Sayur Bayam Masakan Ibu”. Tema itu dipilih berdasar pada penggalan lirik lagu “Pulang” pada album ‘Gulali’ (2017) miliki Iksan Skuter.

“Semuanya pasti mengira kehidupan musisi yang banyak job itu enak. Padahal di sela-sela kami keliling ke berbagai kota, ada kerinduan yang sangat untuk pulang. Pulang kemana? Aku harus pulang ke ibuku dan beliau selalu membuatkanku sayur bayam yang rasanya kurang lebih sama dengan tadi yang aku bikin. Bahkan terasinya itu aku bawa dari ibuku,” terang Iksan Skuter kepada Mojok.

Berawal dari obrolan ringan

Dalam acara ini, pengunjung hanya membayar Rp20.000 untuk bisa menikmati masakan Iksan Skuter dan berbincang-bincang dengan musisi yang tinggal di Malang ini. Pengunjung juga menikmati hindangan dengan menu Warung Maknani berupa nasi ayam, sayur bayam, tempe goreng, sambel, dan es teh. Mendapat bonus juga, bisa menyaksikan Iksan Skuter, Farid Stevy, FM Abends perform.

Menurut pengakuan Yuka Sakalingga, ajakan Iksan Skuter untuk memasak di dapur Maknani berangkat saat dirinya bersama anak-anak FSTVLST dan Iksan Skuter ikut menghadiri acara workshop di Bali pada pertengahan Juni lalu.

Pengunjung Warung Maknani  menikmati sayur bayam masakan Iksan Skuter. MOJOK.CO
Pengunjung Warung Maknani menikmati sayur bayam masakan Iksan Skuter. (Khoirul Atfifudin/Mojok.co)

Menurut Yuka, sehabis workshop di Bali ada obrolan ringan, antara Iksan Skuter. Pulang dari Bali, rencananya Mas Iksan Skuter akan ke Jogja. Mendengar itu, mereka kemudian mengajak Iksan Skuter untuk mampir ke warung yang barusan mereka buka.

“Ok Aku tak masak. Tak masak bayem seng penting ono tempe ambek segone,” kata Iksan Skuter. 

Dari obrolan ringan tersebut, Yuka dan kawan-kawan kemudian menyiapkan segala sesuatunya. “Ini dadakan karena kita baru pulang tanggal 19 Juni kemarin tapi terus hari ini terjadi,” kata Yuka.

Yuka juga menambahkan bahwa awalnya sama sekali tidak ada agenda panggung musik. Karena rencananya cuma masak, makan, ngobrol santai sembari ditemani oleh playslist lagu-lagu dari Iksan Skuter. Makanya pengunjung beruntung ketika bisa menyaksikan momen ini. Hal itu pun turut diamini oleh Sirin Farid Stevy.

“Mas Iksan tuh wong sek paling apikan ro entengan. Karena menghadirkan Iksan Skuter di acara kayak gini nggak mudah. Tanggalnya susah. Bahkan sehabis ini besok pagi dia mau ke Surabaya. Dan 20rb yang kalian bayarkan itu bukan untuk membayar Mas Iksan. Tapi untuk beli bayam, teh, dan produksi,” jelas vokalis FSTVLST tersebut.

Bahkan Farid Stevy juga membocorkan agenda musisi masak-masak ini di Warung Maknani akan ada lagi dengan menghadirkan musisi lain. “Mas Ari Lesmana mau main kayak gini,” ungkap Farid.

Resep dari nenek di Warung Maknani

Hal itu juga dibenarkan oleh pemilik Warung Makni, Yogi Sugianto. Ia mengatakan akusisi dapur Maknani oleh musisi akan menjadi program rutin.  Harapan dari Yogi sendiri agenda ini bisa berlangsung sebulan sekali di Warung Maknani.

Menyinggung soal Warung Maknani yang beralamat di di Jl. Pamungkas 18 A, Jakal Km. 14, Yogyakarta., pemilihan nama tempat ini tidak bisa lepas dari sosok bernama Mak Nani. Ia merupakan nenek dari Yogi yang meninggal pada  17 Juni sewaktu dirinya masih SMP. Melalui Mak Nani pula Yogi mendapatkan wawasan dan pengalaman tentang memasak.

Iklan

“Jadi yang membantu aku bisa memasak itu Mak Nani. Beliau mengenalkan alat-alat masak, bumbu-bumbu dapur, dan lain sebagainya. Sampai akhirnya Mas Farid support dan jadilah Warung Maknani ini dengan menu-menu yang pernah nenekku ajarkan,” kata pria yang lahir di Cirebon.

Karena Mak Nani dan Yogi merupakan warga Cirebon, menu-menu di Warung Maknani pun juga bersumber dari sana. Seperti misal ada Nasi Liwet Maknani, Nasi Lengko, Es Tjampolay, dan lain sebagainya.

Masih kata Yogi, selain menjadi tempat makan, Warung Maknani bisa digunakan untuk diskusi, nongkrong, mengerjakan tugas, atau hal-hal lainnya.

Reporter: Khoirul Atfifudin
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Kanal Van Der Wijck, Alasan Mengapa Masakan di Yogya Memiliki Rasa Manis

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 24 Juni 2023 oleh

Tags: iksan skutermusisisayursayur bayamwarung makan
Khoirul Atfifudin

Khoirul Atfifudin

Penyuka musik dan tertarik menulis.

Artikel Terkait

Musisi Tak Lagi Punya Nyali: Saat Lagu Indonesia Kehilangan The Mercy’s, Slank, dan Iwan Fals MOJOK.CO
Esai

Musisi Tak Lagi Punya Nyali: Saat Lagu Indonesia Kehilangan The Mercy’s, Slank, dan Iwan Fals 

15 April 2026
Gagal kerja di Jakarta sebagai musisi. MOJOK.CO
Urban

Nekat ke Jakarta Hanya Modal Ambisi sebagai Musisi, Gagal dan Jadi “Gembel” hingga Bohongi Orang Tua di Kampung

11 April 2026
Warung makan gratis buat Mahasiswa Asal Sumatra yang Kuliah di Jogja. MOJOK.CO
Liputan

5 Warung Makan di Jogja yang Gratiskan Makanan untuk Mahasiswa Rantau Asal Sumatra Akibat Bencana

4 Desember 2025
Pertama kali makan masakan di warung nasi padang. Kenyang meski menyesal MOJOK.CO
Kuliner

Pertama Kali Makan di Warung Nasi Padang: Jadi Katrok, Kenyang dalam Penyesalan, Hingga Obati Nasib Malang Masa Kecil

5 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita anak magang atau PKL SMK: diperlakukan sebagai pekerja penuh waktu hingga ikut lembur dan dibentak-bentak MOJOK.CO

Magang SMK Tak Dibayar tapi Jadi Tenaga Kerja Serabutan, Ikut Lembur hingga Dibentak-bentak kalau Ada Kesalahan

9 Juli 2026
Lapangan Bola di Kauman, Jogja. MOJOK.CO

Lapangan Paving: Kemewahan yang Tersisa bagi Anak-anak Kota Jogja untuk Bermain Bola

7 Juli 2026
Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit MOJOK.CO

Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit

13 Juli 2026
Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda MOJOK.CO

Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda

10 Juli 2026
Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi 

13 Juli 2026
Saat mengantar anak mencari kos untuk persiapan kuliah di PTN Jogja: anak antusias jadi mahasiswa baru (maba), orang tua justru menyimpan kecemasan yang tidak hanya persoalan UKT mahal MOJOK.CO

Saat Antar Anak Cari Kos dan Tak Sabar Jadi Maba, Ortu Tampak Antusias tapi Diam-diam Sembunyikan Cemas

8 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.