Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Jogja Macet Selama Libur Nataru, Sultan Minta Warga Ikhlas

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
29 Desember 2022
A A
sultan tentang jogja macet mojok.co

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menyampaikan tanggapan terkait kemaceta selama Nataru di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (28/12/2022).(yvesta ayu/mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Yogyakarta menjadi salah satu kota terpadat selama libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini. Sebanyak 4 juta wisatawan masuk yang membuat sejumlah ruas jalan di Jogja macet. Bus-bus pariwisata dan kendaraan pribadi berplat nomor luar kota memenuhi berbagai ruas jalan di Yogyakarta yang mengakibatkan arus lalu lintas pun sangat padat.

Mengetahui hal ini, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X meminta warga untuk tidak mengeluh dan ikhlas akan kondisi kepadatan lalu lintas di Jogja selama libur Nataru. Sebab hal itu sebagai konsekuensi akan pulihnya sektor pariwisata di kota ini.

“Ya enggak usah ngeluh [lalu lintas macet]. Kita jangan ngeluh, kita memasarkan wisata, orang sudah mau datang tapi kita ngeluh, ha pie. Ya jangan ngeluh kalau kita memang berharap orang lain masuk ke Jogja sebagai wisatawan, ya sudah dilakoni ikhlas saja,” ungkap Sultan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (28/12/2022).

Menurut Sultan, Pemda DIY sebenarnya sudah melakukan sejumlah upaya untuk memecah keramaian dan kedatangan wisatawan ke kota ini. Di antaranya degan mengarahkan pengendara agar tak melintasi pusat kota demi mengantisipasi kemacetan.

Selain itu pemecahan keramaian juga dilakukan. Sultan berharap pemkab dan pemkot bisa ikut berpartisipasi dalam memecah keramaian di sejumlah titik.

“Bagaimana yang mereka lewat Jogja tapi tidak berhenti [berwisata] di Jogja ya jangan masuk ke kota. Dalam arti di Prambanan [arus kendaraan] sudah dipecah, tidak perlu masuk kota. Nanti lewat Jalan Solo semua ya sulit. Hal seperti itu sudah selalu kita lakukan,” jelasnya.

Sementara Sekda DIY, Baskara Aji menungkapkan libur panjang memang memiliki konsekuensi yang harus diterima semua pihak. Di satu sisi, tingginya angka wisatawan yang masuk ke DIY akan menggerakkan roda perekonomian hingga triliunan rupiah.

“Di sisi lain menimbulkan kepadatan lalu lintas imbas pelancong yang membawa kendaraan. Ya harus kita syukuri juga, Yogyakarta dipercaya masyarakat indonesia sebagai tempat tujuan wisata. Karena Nataru itu kan semata-mata untuk liburan, beda dengan lebaran untuk silaturahmi juga,” paparnya.

Karena itu Aji meminta masyarkat menyikapi situasi saat ini dengan bijak. Diharapkan warga Yogyakarta tidak ikut terjebak hiruk pikuk wisatawan.

Warga diharapkan memberi kesempatan kepada para wisatawan untuk menikmati berbagai destinasi wisata di Yogyakarta. Jika tidak mendesak, warga Yogyakarta tetap berada di rumah atau menetap di destinasi wisata untuk waktu yang lama.

“Untuk teman-teman di Jogja, menyesuaikan saja. Daripada berlama-lama di jalan, ya sudah kita berada di satu tempat,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA 27 KA Disediakan Selama Nataru, 15 Ribu Penumpang Masuk ke Jogja Setiap Hari

Terakhir diperbarui pada 29 Desember 2022 oleh

Tags: jalan di yogyakartalibur natarupariwisata jogjaPemda DIYsultanYogyakarta
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Jogja Bisa Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung MOJOK.CO
Esai

Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 

8 April 2026
Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat” MOJOK.CO
Sehari-hari

Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”

1 April 2026
Lewat Setu Sinau, Jalan Malioboro Kota Yogyakarta tidak hanya jadi tempat wisata. Tapi juga ruang edukasi untuk belajar budaya Jawa, termasuk aksara Jawa MOJOK.CO
Kilas

“Setu Sinau” bikin Jalan Malioboro Tak Hanya Jadi Tempat Wisata, Tapi Juga Ruang Edukasi Aksara Jawa

29 Maret 2026
Kos di Jogja
Catatan

Rasanya Tinggal di Kos “Medioker” Jogja: Bayar Mahal, tapi Nggak Dapat Sinar Matahari

19 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ambisi beli mobil sebelum usia 30. Setelah terbeli Suzuki Ertiga tetap tidak bisa senangkan orang tua dan jadi pembelian sia-sia MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia

3 April 2026
Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer MOJOK.CO

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

7 April 2026
perumahan, tinggal di desa, desa mojok.co

Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

8 April 2026
kuliah di jurusan sepi peminat.mojok.co

Nekat Kuliah di Jurusan Sepi Peminat PTN Top: Menyesal karena Meski Lulus Cumlaude, Ijazah Dianggap “Sampah” di Dunia Kerja

2 April 2026
Punya rumah besar di desa jadi simbol kaya tapi terasa hampa MOJOK.CO

Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

2 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.