Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Jateng, Jogja, dan Jakarta Kompak Naikkan UMP 2021

Redaksi oleh Redaksi
2 November 2020
A A
ump 2021
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pemerintah memang sudah berikan edaran agar UMP tidak naik, tapi tetap saja ada daerah yang tetap menaikkan UMP 2021.

Pemerintah pusat memutuskan untuk menerbitkan surat edaran yang ditujukan kepada pemerintah daerah agar tidak menaikkan UMP tahun 2021. Pemerintah, melalui Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan bahwa keputusan untuk meniadakan kenaikan UMP tahun 2021 semata bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada buruh dan kelangsungan usaha.

Iklan

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah mengatakan bahwa keputusan tersebut sudah melalui mekanisme kajian yang mendalam yang melibatkan elemen pemerintah, pengusaha, dan juga buruh.

Kendati demikian, surat edaran dari pemerintah tersebut nyatanya tidak diikuti oleh semua provinsi. Jawa Tengah, Jogja, dan Jakarta tercatat tetap menaikkan UMP mereka.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan tetap menaikkan UMP Jawa Tengah tahun 2021 dari Rp1.742.015,- menjadi Rp.1798.979,- atau sebesar 3,37 persen.

Ganjar mengatakan bahwa pertimbangan menaikkan UMP tersebut salah satunya berdasarkan hasil rapat dengan dewan pengupahan, serikat buruh, Apindo, dan beberapa stakeholder lainnya.

Setali tiga uang, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X juga melakukan hal yang sama. Ia menaikkan UMP Yogyakarta dari Rp.1704.608,- menjadi Rp1.765.000,- atau sekitar 3,54 persen.

Keputusan menaikkan UMP tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur DIY nomor 319/KEP/2020 tentang Penetapan UMP DIY 2021 yang dikeluarkan pada 31 Oktober 2020 lalu.

Tak hanya Jawa Tengah dan Yogyakarta, Jakarta pun juga melakukan langkah yang sama.

Gubernur DKI Jakarta memutuskan menaikkan UMP dari Rp.4.267.349,- menjadi Rp4.416.186,- atau sekitar 3,27 persen.

Menurut Anies, keputusan kenaikan UMP ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Ia juga menambahkan bahwa kenaikan tersebut hanya berlaku untuk kegiatan usaha yang tidak terlalu terdampak oleh Covid-19.

“Bagi kegiatan usaha yang terdampak COVID-19, maka kami menetapkan UMP 2021 tidak mengalami kenaikan atau sama dengan UMP 2020. Sedangkan, kegiatan yang tidak terdampak COVID-19 dapat mengalami kenaikan UMP 2021 yang besarannya mengikuti rumus pada PP No. 78 Tahun 2015,” ujar Anies seperti dikutip dari CNBC Indonesia.

Ah, mungkin memang kadang perlu ketidakkompakan seperti ini. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah memang perlu berselisih. Biar ada drama-dramanya, gitu lho.

Kalau sejalan terus, kompak terus, akur terus, nggak asyik jadinya. Ya tho?

Iklan

ump 2021

BACA JUGA Bisakah Pekerja Merasa Cukup Dengan UMK 1,7 Juta Kota Jogja? dan artikel KILAS lainnya.

Terakhir diperbarui pada 2 November 2020 oleh

Tags: aniews baswedanganjar pranowojatengUmpump 2021
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kisah sebuah desa di Kebumen, Jawa Tengah, yang bangkit dari kemiskinan MOJOK.CO
Kilas

Cerita Desa di Kebumen Bangkit dari Kemiskinan: Punya Rumah Layak Huni, Modal Usaha, hingga Pengembangan Peternakan

14 Juli 2026
Refleksi untuk orang tua di Jawa Tengah (Jateng): punya peran penting awasi anak agar tidak sibuk main gadget MOJOK.CO
Kilas

Refleksi untuk Orang Tua di Jateng agar Gadget Tak Kuasai Rumah hingga Anak Lebih Sibuk Tenggelam dalam Layar

29 Juni 2026
Peluncuran logo dan maskot MTQ Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah MOJOK.CO
Kilas

MTQ Nasional XXXI Jateng: Warna Baru Festival Al-Qur’an Terbesar dan Adem Ayem di Semarang

25 Juni 2026
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) pastikan pengurusan dokumen izin untuk nelayan gratis MOJOK.CO
Kilas

Nelayan Kecil di Jateng Kini Bisa Urus Izin Kapal Gratis, Tinggal Lapor kalau Kena Pungli

22 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Caruban—sebagai ibu kota dari Madiun—barangkali terkesan tidak bagus-bagus amat. Tapi bikin jatuh hati lewat hal-hal sederhana MOJOK.CO

Caruban Madiun Memang Tidak Bagus-bagus Amat, Tapi bikin Jatuh Hati Lewat Hal-hal Sederhana

13 Juli 2026
Derita Orang Rembang, Makan Mie Gacoan Harus ke Tuban MOJOK.CO

Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka

14 Juli 2026
manfaat program WiFi gratis bagi pedagang sekaligus warga Klaten. MOJOK.CO

Memanfaatkan WiFi Gratis di Sejumlah Titik Klaten: Meski Harus Berebut, Tetap Jadi Solusi Alternatif saat Paket Data Habis

10 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.